Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Start Mentereng Putaran Kedua, Arema FC Pagari Gabriel Silva Usai Jadi Kunci Kebangkitan Singo Edan

Novica Satya Nadianti • Jumat, 13 Februari 2026 | 15:15 WIB

 

Start apik putaran kedua bikin Arema FC pagari Gabriel Silva. Dua gol ke gawang Persija jadi simbol kebangkitan Singo Edan.
Start apik putaran kedua bikin Arema FC pagari Gabriel Silva. Dua gol ke gawang Persija jadi simbol kebangkitan Singo Edan.

JAKARTA – Start impresif di awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026 membuat Arema FC pagari Gabriel Silva menjadi isu hangat di kalangan Aremania. Kebangkitan Singo Edan yang mampu meraih enam poin dari tiga laga awal putaran kedua dinilai tak lepas dari peran pemain anyar, khususnya Gabriel Silva yang langsung menjadi pembeda.

Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, menyebut capaian positif tersebut sebagai buah dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan tim pada putaran pertama. Arema FC melakukan pembenahan besar, baik dari sisi taktikal maupun komposisi pemain, sehingga performa tim terlihat lebih efektif.

Menurut pelatih asal Brasil itu, permainan Arema kini jauh lebih solid. Saat bertahan, tim tampil disiplin. Ketika menyerang, transisi berjalan cepat dan mematikan. Salah satu sosok yang paling menonjol dalam skema tersebut adalah Gabriel Silva.

Evaluasi Total Berbuah Hasil

Marcos Santos menjelaskan bahwa perubahan yang dilakukan tidak instan. Proses evaluasi berjalan sejak putaran pertama berakhir, termasuk penyesuaian gaya bermain dan peran pemain di lapangan.

“Cara ini memberikan efek besar pada permainan tim. Kami lebih efektif saat ini,” ujar Santos.

Ia menyoroti peran Gabriel Silva yang mampu melancarkan serangan balik berbahaya, serta Dalberto yang kini tampil lebih klinis saat mendapat peluang. Arema FC juga dinilai lebih kuat saat bertahan tanpa bola, terutama dalam meredam tekanan lawan.

Amunisi Baru Cepat Menyatu

Efek positif lain dari start bagus Arema FC adalah cepatnya adaptasi pemain baru. Delapan penggawa anyar yang didatangkan pada putaran kedua tak membutuhkan waktu lama untuk menyatu dengan tim.

Marcos Santos mencontohkan masuknya Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata yang membuat lini belakang Arema FC semakin solid saat menghadapi Persija Jakarta. Selain itu, Walison Maya juga memberi tambahan kualitas di sektor pertahanan.

Meski demikian, Santos menegaskan dirinya tak ingin membandingkan capaian tim musim ini dengan musim lalu. Menurutnya, setiap musim memiliki tantangan dan karakter yang berbeda.

“Kami hanya fokus menjaga tren positif dan mempersiapkan pertandingan satu per satu,” tegasnya.

Target Lima Besar Klasemen

Di tempat terpisah, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengaku puas dengan performa tim di awal putaran kedua. Ia menilai hasil tersebut bisa menjadi modal penting untuk merangkak ke papan atas klasemen.

Manajemen Arema FC disebut memasang target realistis, yakni menembus lima besar klasemen pada akhir musim. Dengan performa yang terus meningkat, target tersebut dinilai bukan hal mustahil.

Arema FC Pagari Gabriel Silva

Di tengah tren positif tersebut, sorotan tertuju pada Gabriel Silva. Pemain yang baru bergabung pada 13 Januari 2026 itu langsung mencuri perhatian usai menjadi pahlawan kemenangan Arema FC atas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dalam laga tersebut, Gabriel Silva mencetak dua gol pada menit ke-82 dan 90+9 yang memastikan kemenangan 2-0 untuk Singo Edan. Penampilannya yang gesit dan sulit dihentikan membuat Aremania jatuh hati.

Tak heran jika desakan agar Arema FC pagari Gabriel Silva langsung menguat. Kekhawatiran muncul karena kontrak pemain berusia 28 tahun itu hanya berlaku hingga Desember 2026. Jika tampil konsisten, Gabriel Silva berpotensi menjadi komoditas panas di bursa transfer awal musim 2026/2027.

Kemenangan Mahal di GBK

Namun kemenangan besar di kandang Persija harus dibayar mahal. Dua bek utama Arema FC, Hansamu Yama Pranata dan Walison Maya, mengalami cedera dan tak mampu bermain penuh.

Hansamu ditarik keluar pada menit ke-53, disusul Walison Maya pada menit ke-65. Situasi tersebut memaksa Marcos Santos menarik Matheus Blade dan Betinho ke lini belakang.

“Kami harus kehilangan Hansamu dan Walison karena cedera, sehingga kami memaksa Matheus dan Betinho menggantikan posisi mereka,” ujar Santos.

Menariknya, perubahan tersebut justru membuat lini belakang Arema FC semakin solid hingga akhir pertandingan dan berhasil menjaga gawang tetap perawan.

Optimisme Singo Edan

Dengan start positif, kedalaman skuad yang mulai terbentuk, serta performa Gabriel Silva yang menjanjikan, Arema FC kini menatap sisa musim dengan optimisme tinggi. Namun satu pekerjaan rumah masih menanti manajemen: memastikan sang idola anyar tetap berseragam Singo Edan lebih lama.

Editor : Novica Satya Nadianti
#persija jakarta #BRI Super League 2025/2026 #gabriel silva #Arema FC #Marcos Santos