Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pramono Anung Yakin Persija Masih Berpeluang Juara, Meski Kalah dari Arema dan Terancam Terusir dari GBK

Novica Satya Nadianti • Minggu, 15 Februari 2026 | 15:50 WIB

 

Pramono Anung yakin Persija masih berpeluang juara meski kalah dari Arema FC, terancam terusir dari GBK, dan ditinggal Rio Matsumura.
Pramono Anung yakin Persija masih berpeluang juara meski kalah dari Arema FC, terancam terusir dari GBK, dan ditinggal Rio Matsumura.

JAKARTA – Kekalahan pahit tak selalu menjadi akhir segalanya. Di tengah tekanan, kritik, dan situasi yang kian rumit, optimisme justru datang dari orang nomor satu di Ibu Kota. Pramono Anung yakin Persija masih berpeluang juara Super League musim ini, meski Macan Kemayoran baru saja menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Persija Jakarta belum habis. Menurutnya, peluang juara masih terbuka lebar walaupun Persija kalah 0-2 dari Arema FC pada pekan ke-20 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (8/2/2026).

Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Persija di kandang sepanjang musim ini. Hasil itu membuat jarak Persija dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung, melebar menjadi enam poin. Situasi makin berat karena pesaing lain seperti Borneo FC Samarinda justru meraih kemenangan di pekan yang sama.

Pramono Anung: Persija Belum Habis

Meski demikian, Pramono Anung yakin Persija masih berpeluang juara. Ia menilai kompetisi masih panjang dan segala kemungkinan tetap terbuka. Super League musim ini masih menyisakan 14 pertandingan yang bisa menjadi momentum kebangkitan Macan Kemayoran.

“Pasti harus yakin. Pertandingannya sebenarnya seimbang, tapi nasib Persija memang belum berpihak,” ujar Pramono. Ia menilai kekalahan dari Arema lebih disebabkan faktor keberuntungan, bukan karena Persija tampil buruk secara permainan.

Optimisme tersebut juga ditopang oleh dukungan nyata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah BUMD DKI ikut terlibat sebagai sponsor, menunjukkan komitmen serius mendukung prestasi Persija di jalur juara.

Ancaman Terusir dari GBK, Persija Siap Ngungsi

Di tengah persaingan ketat, Persija justru dihadapkan pada masalah non-teknis. Stadion Utama Gelora Bung Karno kembali tak bisa digunakan karena agenda Timnas Indonesia pada FIFA Series Maret 2026.

Panitia pelaksana Persija Jakarta, Feri Indra Syarif, menyebut ada beberapa laga kandang yang tak memungkinkan digelar di GBK karena jadwal timnas dan perbaikan rumput stadion. Kondisi ini membuat Persija harus mencari kandang alternatif.

Dua opsi utama pun mengemuka. Pertama adalah Jakarta International Stadium (JIS). Namun, kondisi rumput stadion tersebut masih harus dicek kelayakannya. Jika JIS belum siap, maka Stadion Patriot Candrabhaga menjadi pilihan berikutnya.

Bagi Persija, situasi ini jelas tidak ideal. Adaptasi dengan atmosfer stadion berbeda di tengah perebutan gelar juara menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi dengan mental kuat.

Baca Juga: Waspada Mafia Tanah! Begini Cara Cek Keaslian Sertipikat via HP Tanpa Antre di BPN, Cek Juga Update BPNT Tahap 1

Rio Matsumura Pamit, Ungkap Masa Sulit Persija

Di tengah situasi kompetitif dan persoalan stadion, kabar emosional datang dari ruang ganti Persija. Gelandang Jepang Rio Matsumura resmi pamit usai dipinjamkan ke Bhayangkara FC.

Keputusan ini mengejutkan publik, mengingat peran besar Rio dalam dua musim terakhir. Pada musim lalu, ia mencatatkan 7 gol dan 8 assist dari 34 laga, bahkan disebut sebagai pemain yang “menggendong” Persija di masa sulit.

Namun, musim 2025/2026 berjalan berat bagi Rio. Cedera hamstring parah memaksanya naik meja operasi, disusul sanksi larangan bermain dari Komdis PSSI. Situasi makin sulit ketika kuota pemain asing ditambah, membuat posisinya kian terpinggirkan.

Lewat surat perpisahan di Instagram, Rio mengungkap fakta pahit selama membela Persija, termasuk gaji yang sempat tidak dibayarkan berbulan-bulan dan pertandingan tanpa penonton. Meski demikian, ia menyebut dukungan Jakmania sebagai kekuatan terbesarnya.

Rio juga mengenang peran Thomas Doll, sosok yang membawanya ke Persija pada 2023. Kini, meski hanya berstatus pinjaman, perpisahan itu terasa berat karena kontraknya di Persija akan berakhir akhir musim nanti.

Dengan segala tantangan—kekalahan, ancaman terusir dari GBK, hingga kepergian pemain kunci—Pramono Anung yakin Persija masih berpeluang juara. Bagi Macan Kemayoran, sisa musim ini adalah ujian mental, konsistensi, dan keyakinan untuk tetap bersaing di papan atas.

Editor : Novica Satya Nadianti