Polytron Fox 350 Dipakai 350 Km, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Dirasakan

JAKARTA - Polytron Fox 350 mendapat pengujian pemakaian selama satu minggu dengan jarak hampir 350 kilometer. Dari penggunaan tersebut, motor listrik ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, terutama tenaga, posisi duduk, kapasitas baterai, bagasi, serta biaya operasional yang relatif rendah. Namun, ada pula beberapa catatan seperti suspensi belakang, bunyi pada windshield, dan munculnya kode error saat melewati tanjakan cukup curam.
Pengujian dilakukan oleh Randi Walinugraha yang menggunakan Polytron Fox 350 untuk berbagai kebutuhan selama sekitar satu minggu. Dari pengalaman tersebut, ia membagikan sejumlah kekurangan dan kelebihan yang dirasakan selama berkendara.
Salah satu kekurangan yang langsung menjadi perhatian adalah panel instrumen yang belum dilengkapi jam. Menurutnya, keberadaan jam pada speedometer cukup membantu pengendara memantau waktu tanpa harus melihat perangkat lain.
Selain itu, windshield pada motor juga menimbulkan bunyi berdecit ketika melewati jalan bergelombang atau permukaan yang tidak rata. Suara tersebut lebih mudah terdengar ketika pengendara tidak menggunakan helm.
Sejumlah catatan selama pemakaian
Suspensi belakang Polytron Fox 350 juga dinilai masih agak kaku. Penguji menyebut karakter tersebut mengingatkan pada Fox Air dan membuka kemungkinan penggunaan shockbreaker aftermarket sebagai alternatif.
Catatan lain muncul pada standar dua. Ketika motor melaju di jalan yang kurang rata dengan kecepatan tertentu, bagian tersebut dapat mengeluarkan bunyi. Menurut informasi yang didapat dari grup, masalah itu dapat diakali dengan menambahkan busa atau mengganti per standar.
Pada bagian depan, terdapat area yang memungkinkan pengendara melihat spatbor dari atas karena tidak seluruh bagian tertutup. Saat digunakan dalam kemacetan pada kecepatan sekitar 7-8 km/jam, motor juga terasa memiliki sensasi seperti bergetar atau "geredek" di bagian setang.
Kualitas finishing plastik menjadi catatan berikutnya. Di sekitar bagian laci, terdapat permukaan yang dinilai masih agak kasar dan terasa cukup tajam sehingga pengguna diminta lebih berhati-hati.
Pengujian juga menemukan persoalan ketika motor digunakan melewati tanjakan yang diperkirakan memiliki kemiringan sekitar 15-17 derajat. Dalam kondisi harus berhenti karena ada kendaraan di depan, Polytron Fox 350 kembali menanjak menggunakan mode S. Motor mampu melewati tanjakan, tetapi setelah sampai di atas, indikator M berkedip merah dan muncul kode E2.4 pada trip meter.
Berdasarkan buku panduan yang disebut dalam video, kode tersebut berkaitan dengan belt atau dinamo yang terlalu panas. Motor kemudian didiamkan beberapa menit sebelum kembali digunakan dengan mode D. Setelah sekitar satu kilometer berkendara santai, indikator tersebut kembali mati.



