Xiaomi 17 Pro Max, HP Flagship dengan Layar Belakang 120Hz dan Baterai 7.500 mAh

JAKARTA - Xiaomi 17 Pro Max menjadi salah satu ponsel flagship yang menawarkan fitur berbeda melalui layar tambahan di bagian belakang. Perangkat ini memadukan layar utama 6,9 inci, tiga kamera 50MP hasil kolaborasi dengan Leica, serta baterai berkapasitas 7.500 mAh.
Dalam ulasan David, perangkat tersebut dibahas sebagai ponsel pasar China yang belum tersedia secara resmi di Indonesia saat video dibuat. Karena itu, harga dan sejumlah pengalaman penggunaannya belum bisa dianggap mewakili versi global atau produk yang nantinya dipasarkan di Tanah Air.
Layar Belakang Jadi Ciri Khas
Xiaomi 17 Pro Max dibekali layar belakang berukuran 2,9 inci dengan panel AMOLED dan refresh rate 120Hz. Fitur ini menjadi salah satu pembeda utama perangkat dibandingkan ponsel flagship yang hanya mengandalkan layar depan.
Layar tambahan tersebut dapat menampilkan jam, wallpaper, teks, foto, serta animasi. Pengguna juga bisa melihat informasi seperti notifikasi, panggilan masuk, musik, dan timer.
Namun, fungsi yang paling menarik perhatian David adalah penggunaan layar belakang untuk melihat pratinjau kamera. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat memanfaatkan kamera belakang ketika mengambil foto diri, sambil tetap melihat komposisi gambar dari sisi belakang ponsel.
Dalam ulasan, tersedia pilihan pembesaran 0,7x, 2x, dan 5x. Pengguna juga dapat memilih mode foto, potret, atau video, serta menerapkan filter.
Fitur ini memberikan cara berbeda untuk memanfaatkan kamera utama saat mengambil gambar. Meski begitu, David menyampaikan bahwa dukungan aplikasi dan pengalaman penggunaan di luar ekosistem China masih belum sepenuhnya jelas.
Kamera 50MP dan Karakter Foto Leica
Pada bagian belakang, Xiaomi 17 Pro Max membawa tiga kamera yang masing-masing beresolusi 50MP. Konfigurasinya terdiri dari kamera utama, periskop telefoto, dan ultrawide.
Sistem kamera tersebut dikembangkan bersama Leica. David menilai hasil foto memiliki karakter kontras dan warna yang khas, termasuk nuansa creamy kecokelatan yang ia sukai.
Meski demikian, ia juga menemukan pemrosesan ketajaman yang pada beberapa foto menimbulkan efek halo di sekitar bangunan. Pengamatan tersebut berasal dari pengalaman pengujian dalam video dan tidak otomatis menggambarkan hasil di semua situasi.



