Poco X9 Ultra Rp12,5 Juta Ludes Terjual, Speaker Bose dan Performa Kencang Jadi Daya Tarik

JAKARTA - Poco X9 Ultra menjadi salah satu HP flagship yang mencuri perhatian setelah ditawarkan dengan harga Rp12,5 juta. Membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 16 GB, dan memori internal 512 GB, smartphone ini menawarkan performa tinggi dengan sejumlah catatan selama dua minggu pemakaian.
Harga tersebut dianggap menarik karena sejumlah merek lain justru menaikkan harga perangkat mereka. Tak heran, stok Poco X9 Ultra dalam penjualan flash sale disebut langsung habis.
Performa Gaming Bikin Puas
Salah satu keunggulan Poco X9 Ultra terletak pada kemampuan menjalankan game berat. Genshin Impact mampu berjalan stabil di 60 FPS, PUBG mencapai 120 FPS, sedangkan Mobile Legends mendukung hingga 165 FPS.
Meski demikian, kemampuan pendinginannya masih menyisakan pertanyaan. Saat pengujian AnTuTu Benchmark dilakukan berulang kali, suhu perangkat mencapai 50 derajat Celsius hingga sistem menutup sejumlah aplikasi.
Untuk penggunaan sehari-hari, kondisi tersebut tidak terlalu mengganggu. Multitasking juga terasa lancar berkat dukungan RAM 16 GB dan optimalisasi HyperOS 3.
Speaker Bose Jadi Salah Satu yang Terbaik
Poco X9 Ultra memiliki layar dengan refresh rate hingga 180 Hz. Sensitivitas sentuhnya juga responsif, meski perbedaan dengan layar 120 Hz tidak terlalu terlihat dalam penggunaan biasa.
Baca Juga: Sepi Pembeli, Kios Lantai Dua Pasar Legi Kota Blitar Dibongkar untuk Foodcourt hingga Olahraga
Keunggulan lain datang dari sektor audio. Speaker hasil kolaborasi dengan Bose menghasilkan bass bertenaga, treble tetap terdengar, dan vokal cukup jernih.
Desainnya juga terlihat premium berkat penggunaan frame metal dan pilihan warna Dark Cherry. Namun, bobot serta bodinya yang tebal membuat tangan cepat lelah ketika bermain game dalam posisi horizontal.
Kamera dan Baterai Belum Sempurna
Kamera menjadi salah satu kekurangan yang perlu diperhatikan. Hasil foto dari setiap lensa terkadang memiliki karakter warna dan kontras berbeda.
Konsumsi baterai saat standby juga belum optimal. Dalam pengujian selama 12 jam dengan sejumlah konektivitas dan fitur dimatikan, kapasitas baterai berkurang sekitar 4 persen.



