Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pagu SD Negeri di Blitar Sepi, DPPPAPPKB Bantah Akibat Program KB Berhasil

M
Penulis: M. Luki Azhari❯
Suasana MPLS Ramah di salah satu sekolah di Blitar.
Suasana MPLS Ramah di salah satu sekolah di Blitar.

Advertisement

BLITAR KAWENTAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kota Blitar ikut angkat bicara mengenai fenomena sisa kuota siswa di sejumlah sekolah.

Dinas meminta agar penurunan jumlah pendaftar tidak serta-merta dijustifikasi akibat keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) saat ini, tetapi harus dianalisis secara komprehensif dari data kelahiran enam tahun ke belakang.

Kepala DPPAPPKB Kota Blitar, Mujianto, menjelaskan bahwa jika kondisi kurangnya siswa baru di tingkat SD saat ini disebut sebagai dampak program pengendalian penduduk, maka gambaran yang harus dilihat adalah angka kelahiran pada sekitar 2020 lalu. Sebab, anak-anak yang memasuki usia sekolah dasar tahun ini merupakan representasi dari angka kelahiran di tahun tersebut.

"Kalau sekarang disebut berdampak, berarti bukan dari program KB saat ini, melainkan sekitar enam tahun sebelumnya. Kita harus melihat bagaimana tren kelahiran di tahun 2020 lalu. Di samping itu, ada faktor fluktuatif lain seperti proses mutasi atau perpindahan penduduk masuk dan keluar dari suatu wilayah," ujarnya kepada Koran ini kemarin (16/7).

Mujianto menambahkan, saat ini jumlah masyarakat di Kota Blitar yang aktif mengikuti program KB tercatat berada di angka 14 ribuan lebih. Bersamaan dengan itu, pelayanan KB gratis untuk layanan akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi, serta Metode Operasi Wanita (MOW) juga terus berjalan secara konsisten.

Advertisement

Kendati angka kepesertaan KB cukup baik, dia menilai faktor tersebut terhadap dinamika jumlah siswa di sekolah tertentu tergolong kecil. Terlebih, pola pergerakan sekolah masyarakat saat ini sudah sangat dinamis.

"Faktor geografis juga berpengaruh kecil, karena faktanya tidak semua anak sekolah di suatu wilayah tertentu otomatis bersekolah di tempat itu. Orang tua sekarang punya banyak pilihan tersendiri untuk anak mereka," imbuhnya.

Mengenai seberapa besar pengaruh konkret keberhasilan KB terhadap penurunan pagu sekolah, DPPAPPKB menegaskan belum bisa memberikan justifikasi tanpa data pembanding yang valid.

Secara makro, angka tingkat kelahiran (total fertility rate) di Bumi Bung Karno saat ini rata-rata berada di bawah angka 2. Namun, dampak dari angka tahun ini baru akan terasa untuk struktur usia sekolah enam tahun ke depan.

"Yang paling tepat adalah mengumpulkan data jumlah anak usia sekolah yang mau masuk SD pada tahun berjalan, dari situ baru bisa kita analisis secara objektif. Kita tidak bisa langsung menjastifikasi, karena bisa jadi secara total, jumlah anak usia sekolah setiap tahunnya sebenarnya stabil," pungkasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Siapkan Regenerasi Atlet, KONI Kabupaten Blitar Jaring Minat Olahraga Siswa Baru lewat MPLS

Siapkan Regenerasi Atlet, KONI Kabupaten Blitar Jaring Minat Olahraga Siswa Baru lewat MPLS

Langkah strategis untuk memperkuat fondasi prestasi olahraga di tingkat daerah mulai digencarkan oleh KONI Kabupaten Blitar. Memanfaatkan momentum tahun ajaran baru, mereka perkenalkan cabang olahraga di sejumlah SMP

Police Goes to School di Blitar, Polisi Ajak Siswa Baru Cegah Bullying dan Disiplin Sejak Hari Pertama Sekolah

Police Goes to School di Blitar, Polisi Ajak Siswa Baru Cegah Bullying dan Disiplin Sejak Hari Pertama Sekolah

Police Goes to School di Blitar mengajak siswa baru mencegah bullying, disiplin, dan tertib berlalu lintas sejak awal masuk sekolah.

Game Literasi Tiga Kembara Kelana Antar Guru SMKN 1 Kademangan Jadi Inovator Terbaik EJIES 2025, Cara Unik Tingkatkan Minat Baca Siswa

Game Literasi Tiga Kembara Kelana Antar Guru SMKN 1 Kademangan Jadi Inovator Terbaik EJIES 2025, Cara Unik Tingkatkan Minat Baca Siswa

Game Literasi Tiga Kembara Kelana karya Guru SMKN 1 Kademangan antar WD Sukmandari menjadi Top Innovator EJIES 2025.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer