Cara Belajar yang Efektif agar Materi Tak Sekadar Hafal dan Cepat Lupa

JAKARTA - Cara belajar yang efektif ternyata bukan tentang berapa lama seseorang membaca buku atau berapa banyak halaman yang mampu diselesaikan dalam sehari. Yang lebih penting adalah apakah informasi yang dipelajari benar-benar dipahami dan mampu dijelaskan kembali tanpa bergantung pada catatan.
Cara belajar yang efektif diperlukan karena banyak pelajar merasa sudah menguasai materi hanya setelah membaca atau menonton penjelasan berkali-kali. Perasaan tersebut belum tentu menunjukkan pemahaman yang sebenarnya. Ketika diminta menjelaskan dengan bahasa sendiri, materi yang sebelumnya terasa mudah justru bisa mendadak sulit diingat.
Fenomena tersebut dikenal sebagai illusion of competence, yaitu kondisi ketika seseorang merasa telah menguasai suatu materi padahal pemahamannya belum cukup kuat. Kebiasaan belajar pasif seperti membaca ulang secara terus-menerus dapat membuat seseorang semakin familiar terhadap materi, tetapi belum tentu mampu menggunakannya ketika menghadapi pertanyaan atau persoalan baru.
Baca Juga: Masuk Status LSD, 636 Hektar Lahan Pertanian di Kota Blitar Bakal Dialih Fungsikan
Belajar Aktif Lebih dari Sekadar Membaca
Otak tidak menyimpan semua informasi yang diterima secara otomatis ke dalam ingatan jangka panjang. Informasi harus diproses dan digunakan secara aktif agar semakin kuat di dalam memori.
Itulah sebabnya seseorang bisa mengingat informasi yang sering dibicarakan setiap hari, tetapi mudah lupa terhadap rumus matematika, teori ekonomi, atau materi kimia yang hanya dipelajari menjelang ujian. Informasi yang sering diambil kembali dari ingatan dan dihubungkan dengan pengetahuan lain cenderung lebih mudah dipertahankan.
Karena itu, belajar aktif dapat menjadi pilihan. Caranya bukan sekadar membuka buku berulang kali, melainkan mencoba mengingat isi materi tanpa melihat sumber, membuat pertanyaan sendiri, atau menjelaskan konsep menggunakan bahasa sederhana.
Kebiasaan tersebut sekaligus menjadi alat untuk mengukur kemampuan. Jika seseorang tidak bisa menjelaskan sebuah konsep tanpa membuka catatan, kemungkinan masih ada bagian yang belum benar-benar dipahami.
Kenali Teknik Feynman
Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menerapkan belajar aktif adalah Teknik Feynman. Metode ini dikaitkan dengan fisikawan Richard Feynman yang dikenal mampu menjelaskan konsep rumit menggunakan bahasa sederhana.
Langkah pertama adalah memilih satu topik yang ingin dipahami. Jangan mengambil materi terlalu luas sekaligus. Fokus pada satu konsep agar proses belajar lebih terarah.
Kedua, tuliskan penjelasan tentang materi tersebut menggunakan bahasa sendiri. Bayangkan sedang menerangkan kepada teman yang belum pernah mengetahui topik itu. Hindari istilah rumit apabila sebenarnya dapat dijelaskan dengan kalimat sederhana.



