Sekolah Rakyat Gratis Berasrama, Sasar Anak Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

JAKARTA - Sekolah Rakyat menjadi program pendidikan gratis berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Calon siswa diprioritaskan dari kelompok desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Desil 1 mencakup rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah 1 hingga 10 persen secara nasional. Sementara desil 2 mencakup kelompok 11 hingga 20 persen terbawah. Dengan sasaran tersebut, program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.
Pemerintah menjadikan Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi. Program tersebut juga diarahkan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia melalui pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Siswa Unjuk Bakat Multibahasa
Meski kondisi ekonomi menjadi dasar utama, status keluarga bukan satu-satunya syarat masuk Sekolah Rakyat. Calon siswa tetap harus melalui proses seleksi secara bertahap.
Tahap awal dilakukan melalui verifikasi kondisi ekonomi untuk memastikan calon peserta memang berasal dari keluarga miskin. Setelah lolos verifikasi, calon siswa mengikuti tes akademik untuk mengukur kesiapan serta kemampuan belajar.
Sekolah Rakyat dibuka untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Konsep pendidikan yang diterapkan berupa boarding school atau sekolah berasrama. Seluruh biaya pendidikan ditanggung negara sehingga siswa mendapatkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya sekolah.
Kurikulum Sekolah Rakyat mengacu pada standar pendidikan nasional. Namun, terdapat tambahan pembelajaran yang menitikberatkan pada penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, serta keterampilan.
Konsep berasrama juga membuat kebutuhan siswa tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas. Fasilitas yang disiapkan mencakup asrama, ruang kelas, tempat ibadah, kantin, dan sarana olahraga. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung lingkungan belajar yang nyaman bagi para siswa.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Berdasarkan informasi dalam transkrip, sejumlah pihak yang terlibat antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Badan Kepegawaian Nasional, serta pemerintah daerah.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai perizinan, penyiapan guru, pengembangan kurikulum hingga kebutuhan teknis penyelenggaraan Sekolah Rakyat.



