Waspada, Trotoar di Jalan Sultan Agung Kota Blitar Ambles, Begini Respon Warga Luar Pengguna Jalan

MENGANGA: Seorang pejalan kaki melintas di samping trotoar yang ambles menuju Jalan Diponegoro, kemarin (23/10
BLITAR KAWENTAR - Kondisi fasilitas pejalan kaki di sejumlah ruas jalan utama Bumi Bung Karno mengundang keprihatinan warga. Bukannya memberikan rasa nyaman dan aman, beberapa titik trotoar justru mengalami kerusakan serius hingga membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan cukup menonjol terlihat di persimpangan empat sisi barat Jalan Diponegoro, Kecamatan Sananwetan. Di lokasi ini, struktur trotoar ambles hingga berlubang masuk ke area gorong-gorong di bawahnya.
Padahal, titik kerusakan tersebut berada di kawasan yang tergolong padat aktivitas publik dan pariwisata. Lokasi trotoar yang ambles ini berdekatan dengan Istana Gebang, situs bersejarah rumah masa remaja Bung Karno, serta objek wisata Taman Kebon Rojo yang menjadi salah satu ikon Kota Blitar.
Baca Juga: Perjuangan Kader Kesehatan asal Blitar Ini Sukses Bawa Empat Inovasi Posyandu ke Panggung Nasional
Salah seorang pejalan kaki, Tata, 18, mengaku terkejut saat melintasi area persimpangan tersebut. Dia menilai kondisi trotoar yang berlubang cukup membahayakan, terutama bagi wisatawan atau warga yang melintas di malam hari.
”Jelas kaget dan prihatin. Lubangnya cukup besar dan langsung ke arah saluran air. Ini berbahaya untuk pejalan kaki, apalagi lokasinya dekat sekali dengan area wisata yang sering dikunjungi orang luar daerah. Harapannya dinas terkait segera turun tangan memperbaiki sebelum ada korban," ujarnya, kemarin (23/10).
Tak hanya di Jalan Diponegoro, kondisi memprihatinkan juga dijumpai di sepanjang Jalan dr Sutomo. Kerusakan di ruas jalan ini didominasi oleh permukaan trotoar yang terangkat dan mencolok akibat pertumbuhan akar pohon perindang di tepi jalan.
Baca Juga: Libatkan Milenial dan Gen Z, PKB Kabupaten Blitar Bidik 14 Kursi Legislatif dan Kepala Daerah
Akar-akar yang membesar tersebut mengikis dan merusak tatanan paving blok, sehingga menciptakan permukaan jalan yang tidak rata dan bergelombang tinggi. Kondisi ini dinilai menyulitkan pejalan kaki, khususnya para pelajar dan penyandang disabilitas.
Ruas Jalan dr Sutomo sendiri merupakan salah satu jalur vital pusat kota. Selain berdekatan dengan Kantor Kejaksaan Negeri Blitar, kawasan ini menjadi akses utama menuju sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari tingkat SMP, Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga dua kampus perguruan tinggi.
Azzahra, seorang pelajar yang saban hari melintasi jalur tersebut, mengeluhkan kondisi paving yang rusak akibat terdesak akar pohon. Menurutnya, permukaan trotoar yang tidak rata sering membuat pengguna jalan tersandung.
”Struktur pavingnya banyak yang terangkat dan lepas karena akar pohon. Kalau tidak hati-hati, sangat mudah tersandung. Karena di sini banyak anak sekolah, teman-teman dari SLB, dan mahasiswa yang jalan kaki, harapan saya pemerintah bisa segera merapikan dan memperbaikinya agar akses ke sekolah dan kampus lebih aman," kata Azzahra.



