BLITAR – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2025 tidak hanya menjadi perhatian bagi peserta, tetapi juga pihak sekolah yang bertugas sebagai penyelenggara. Salah satu hal penting adalah mengenai honor TKA 2025, yang diberikan kepada proktor, teknisi, hingga pengawas ruang ujian.
Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) menyebutkan bahwa seluruh kebutuhan operasional TKA 2025 ditanggung menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Dengan demikian, tidak ada biaya yang dibebankan kepada siswa, sementara pihak sekolah tetap mendapat dukungan anggaran untuk pelaksanaan.
Komponen Anggaran TKA 2025
Berdasarkan pedoman pelaksanaan, anggaran TKA 2025 dialokasikan untuk:
-
Sarana dan prasarana ujian, seperti jaringan internet, komputer, hingga cadangan listrik.
-
Biaya konsumsi bagi pengawas, proktor, dan teknisi.
-
Honorarium petugas, meliputi pengawas ruang, proktor, dan teknisi.
Dengan sistem ini, sekolah memiliki kewajiban menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang menyesuaikan kebutuhan pelaksanaan TKA.
Honorarium Petugas TKA 2025
Terdapat tiga kategori utama penerima honor:
-
Proktor – bertugas mengatur sistem ujian berbasis komputer (CBT) dan memastikan peserta dapat login tanpa kendala.
-
Teknisi – memastikan perangkat, server lokal, dan jaringan tetap stabil selama ujian berlangsung.
-
Pengawas ruang – mengawasi jalannya ujian agar sesuai prosedur dan mencegah kecurangan.
Meski jumlah honor bervariasi antar daerah, umumnya mengikuti standar aturan BOS Pendidikan, yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah. Hal ini membuat proktor dan teknisi tetap mendapatkan tunjangan meskipun sekolah harus menanggung beban operasional.
Dukungan BOS Pendidikan
Dana BOS menjadi instrumen penting dalam memastikan kelancaran TKA. Penggunaan dana ini untuk honor petugas telah diatur dalam juknis BOS, sehingga sekolah tidak perlu khawatir melanggar aturan.
Menurut laporan beberapa sekolah pelaksana TKA tahun sebelumnya, honor yang diberikan cukup membantu memotivasi proktor dan teknisi. Pasalnya, peran mereka sangat vital, terutama ketika menghadapi gangguan teknis yang bisa memengaruhi jalannya ujian.
Tantangan di Lapangan
Meski demikian, tidak sedikit sekolah yang menghadapi keterbatasan anggaran BOS. Beberapa sekolah dengan jumlah peserta sedikit harus mengatur kembali distribusi dana agar semua komponen, termasuk honor, tetap terpenuhi.
Selain itu, teknisi sering kali menghadapi kendala tambahan seperti keterbatasan perangkat cadangan. Karena itu, honor yang mereka terima diharapkan sepadan dengan beban kerja dan tanggung jawab yang besar.
Pentingnya Peran Proktor dan Teknisi
Jika pengawas ruang berfungsi menjaga ketertiban, maka proktor dan teknisi adalah tulang punggung pelaksanaan TKA berbasis komputer. Kegagalan pada sistem bisa berakibat fatal, mulai dari keterlambatan ujian hingga kerugian data hasil tes.
Itulah mengapa pemberian honor TKA 2025 bagi mereka dipandang penting. Bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga jaminan agar pelaksanaan berjalan profesional dan minim kendala.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, anggaran dan honor TKA 2025 tetap ditanggung sekolah melalui dana BOS. Proktor, teknisi, hingga pengawas ruang akan menerima tunjangan sesuai aturan. Dengan dukungan ini, diharapkan pelaksanaan TKA 2025 berlangsung lancar, adil, dan memberikan hasil yang akurat bagi siswa di seluruh Indonesia.
Editor : Anggi Septian A.P.