BLITAR – Proses seleksi calon penerima program bimbingan belajar (bimbel) gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dilakukan secara ketat. Tujuannya agar program bimbel tersebut benar-benar tepat sasaran bagi warga pelajar dari kalangan keluarga kurang mampu atau miskin.
Sebagaimana diketahui, program bimbel gratis itu ditujukan kepada pelajar jenjang SMA/SMK yang berminat masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Pemkot melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar akan menggunakan data SK Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai rujukan awal untuk menyeleksi calon penerima program bimbel gratis.
Kebijakan ini dipilih untuk memastikan bantuan hanya diberikan kepada siswa yang benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu.
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menjelaskan bahwa penggunaan SK PIP menjadi langkah pertama dalam pemetaan sasaran. “Data pada SK PIP sudah memuat nama siswa yang menerima bantuan resmi, sehingga kami menjadikannya dasar penyaringan awal,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Di Kota Blitar terdapat sekitar 800 siswa kelas XII, dengan kurang lebih 400 di antaranya merupakan warga Kota Blitar. Jumlah tersebut akan dipilah kembali agar sesuai dengan kuota maksimal program yakni 200 penerima. “Dari Jumlah 400 siswa kelas XII di Kota Blitar, maka akan di seleksi lagi menjadi 200 siswa sesuai kuota,” jelasnya.
Tahap berikutnya adalah verifikasi dan validasi dengan mencocokkan SK PIP dan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dilakukan untuk memastikan calon penerima memenuhi syarat ketidakmampuan secara administratif. “Kami pastikan datanya benar sebelum dikirimkan ke sekolah melalui cabdindik dan Kemenag,” tambahnya.
Dindin menegaskan, ketelitian dalam penyaringan menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran. Terutama bagi siswa yang kurang mampu sehingga dapat mempersiapkan diri untuk ke jenjang perkuliahan.
Sebelumnya, Pemkot Blitar menyiapkan bantuan sebesar Rp 6 juta per siswa untuk bimbel dengan masa bimbingan selama delapan bulan. Program ini direncanakan mulai berjalan pada semester dua atau genap pada 2026 mendatang.
Pemkot berharap agar program bimbel gratis ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh siswa sehingga bisa lolos masuk PTN yang diinginkan.(mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah