BLITAR KAWENTAR - Dokter gigi adalah tenaga kesehatan profesional yang berfokus pada pencegahan, diagnosis, dan penatalaksanaan berbagai penyakit gigi dan mulut.
Mulai dari karies, penyakit gusi, kelainan rahang, hingga tindakan restoratif dan bedah mulut, dokter gigi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Peran ini sering kali terdengar biasa, padahal kesehatan mulut sangat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sayangnya, masyarakat Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam hal kesehatan gigi.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari separuh penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar datang memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.
Data tersebut menggambarkan jurang yang cukup besar antara kebutuhan perawatan dan kesadaran masyarakat.
Masalah seperti karies dan penyakit gusi masih sangat umum ditemui pada berbagai kelompok usia.
Kondisi ini menegaskan bahwa profesi dokter gigi memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang cukup besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Tingginya angka kebutuhan ini membuat pelayanan kesehatan gigi harus hadir lebih dekat dan lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Oleh karena itu, layanan dokter gigi bukan hanya dilakukan di rumah sakit besar, tetapi juga di puskesmas, klinik gigi mandiri, hingga fasilitas pendidikan kesehatan seperti RSGM Universitas Airlangga.
Sebagai rumah sakit gigi dan mulut yang juga berfungsi sebagai institusi pendidikan, RSGM UNAIR menghadirkan dinamika unik dalam pelayanan.
Para dokter gigi di sana merupakan perpaduan antara praktisi klinis dan pendidik. Mereka merawat pasien sekaligus membimbing mahasiswa profesi yang sedang belajar menghadapi dunia klinik.
Di lingkungan akademik seperti ini, praktik kedokteran gigi bukan sekadar prosedur klinis, melainkan proses membangun hubungan manusiawi.
Setiap dokter gigi harus memahami bahwa setiap pasien memiliki kekhawatiran, ambang nyeri, dan pengalaman berbeda.
Tugas dokter gigi bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan mulut, membangun kebiasaan baik, dan memastikan pasien tidak kembali pada pola yang memperburuk kondisi giginya.
Keberadaan RSGM UNAIR menjadi sangat relevan mengingat angka masalah gigi di Indonesia masih cukup tinggi.
Dengan jumlah tenaga dokter gigi yang terus bertambah melalui institusi pendidikan, harapannya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi semakin membaik.
Pada akhirnya, peran dokter gigi di RSGM UNAIR maupun di fasilitas kesehatan lainnya adalah bagian dari upaya besar meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Mereka bekerja di balik masker dan lampu dental unit, tetapi dampaknya terasa jauh melewati ruang praktik.
Melalui tangan para dokter gigi, banyak orang kembali tersenyum tanpa rasa sakit, dapat makan dengan nyaman, dan menjalani kehidupan yang lebih sehat. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.