BLITAR - Meski kehilangan tiga kursi, PDIP masih membuktikan sebagai jawara pada Pemilu 2024. Kini, mesin partai kembali dibangkitkan sambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Sedangkan PKB pilih cooling down dan mulai fokus usai lebaran.
Ya, PDIP dipastikan jadi pemenang dalam perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar. 16 kursi berhasil diamankan. Sementara itu, PKB berada di urutan kedua dengan 11 kursi.
Hasil itu berbeda dengan pemilu 2019 lalu. Sebab partai yang dipimpin mantan Bupati Blitar itu meraup 19 kursi. Berbeda dengan PKB yang hanya raih 9 kursi pada pemilu sebelumnya.
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar Supriadi mengaku menerima hasil tersebut. Meski terasa berat karena capaian ini tidak lebih baik dari pemilu sebelumnya. “Bagaiamana pun kami bersyukur dan sudah berupaya keras untuk meraih hasil optimal dalam Pemilu 2024,” katanya.
Menurutnya, capaian dalam pemilu ini menjadi pelajaran sekaligus bahan evaluasi penting bagi PDIP. Dengan begitu, PDIP akan terus tumbuh dan menjadi pemenang dalam setiap pesta demokrasi.
Disinggung soal pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024, Supriadi mengakui hal ini mulai menjadi bahasan. Dia juga menegaskan bahwa partainya bakal membuka pintu seluasnya untuk koalisi dalam pemenangan pilkada 2024. “Kita tahu sebentar lagi tahapan dimulai, kami membuka pintu seluas-luasnya untuk koalisi,” tuturnya.
Untuk tataran nasional, partai berlogo banteng ini memang tidak memiliki banyak rekan koalisi. Kendati begitu, hal itu bukan berarti akan berlaku sama di tingkatan lokal Blitar. “Tapi tentunya harus seiring sejalan dengan misi partai, kami ini nasionalis dan terbuka,” terangnya.
Sementara itu, PKB yang sebelumnya memiliki sembilan anggota dewan, pada periode 2024-2029 nanti setidaknya berhasil mengirimkan 11 kadernya menjadi anggota DPRD Kabupaten Blitar.
Ini berarti, partai yang dinakhodai Rini Syarifah tersebut bisa mengusung calon kepala daerah (cakada) pada Pilkada 2024.
“Ya mantap atau tidak, hasilnya memang seperti itu (11 kursi, Red),” ujar Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar, Muhammad Rifai.
Pria yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar ini tampaknya tidak begitu gembira dengan tambahan kursi dewan tersebut.
Maklum saja, sebelumnya ditargetkan setidaknya ada dua orang kader dari tiap dapil. Artinya, ada selisih satu kursi dari target yang sebelumnya ditetapkan.
Rifai membenarkan, dengan capaian tersebut, PKB bisa mengusung sendiri kepala daerah dalam Pilkada 2024. Kendati begitu, pihaknya tidak mau jemawa dengan menolak koalisi partai dalam pemilihan bupati dan wakil bupati tahun ini.
“Kita harus lihat partai lain juga, tapi untuk sementara kita fokus di Pemilu 2024 dulu, setidaknya setelah tanggal 20 Maret atau penetapan dari KPU,” katanya.
Pihaknya mengaku bahwa saat ini belum waktunya untuk membahas pilkada. Namun beda cerita usai usai Lebaran nanti. “Puasa kita cooling down dulu, nanti setelah Lebaran baru kita bahas soal pilkada,” terangnya. (jar/hai/c1)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila