Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Krusial, Parpol di Blitar Pilih Detik Akhir Nyatakan Sikap, Pengamat Politik Sampaikan Pendapat: Diprediksi Bagian dari Strategi

M. Subchan Abdullah • Selasa, 6 Agustus 2024 | 18:30 WIB
HERY BASUKI Pengamat Politik Blitar
HERY BASUKI Pengamat Politik Blitar

BLITAR – Tampaknya sejumlah partai politik (parpol) masih menunggu detik-detik akhir jelang pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Blitar untuk menyatakan sikap.

Pasalnya, hingga kini sejumlah parpol belum memberikan pertimbangan akan menjatuhkan dukungan kepada pasangan calon (paslon) yang ada.

Padahal, PDIP telah mengeluarkan rekomendasi bakal pasangan calon (bapaslon) kepada Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro.

Dengan begitu, peta politik sudah sedikit ada titik terang perihal sosok calon yang diusung oleh PDIP yang selama ini menjadi partai pemenang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Blitar. Kini, tinggal menunggu sikap dari parpol lain. 

Pengamat Politik Heri Basuki, masa menjelang pendaftaran calon kepala daerah ini memang menjadi masa krusial. Sebab, parpol-parpol kini fokus menakar dengan cermat sikap politik yang harus diambil.

”Masing-masing parpol saat ini saling nginceng. Saling intip satu sama lain terkait siapa calon potensial yang tepat untuk diusung,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (5/8). 

Parpol, jelas dia, memang harus berhitung dengan cermat. Parpol tentu tidak ingin salah dalam mengambil sikap. ”Di samping itu, parpol di daerah menghadapi situasi yang sulit, karena juga harus menunggu arahan dari DPP. Wewenang rekomendasi ada di DPP,” terangnya.

Meskipun parpol di daerah memiliki sosok calon potensial yang siap untuk diusung, keputusan akhir tetap pada DPP. Dalam menurunkan rekomendasi DPP juga tidak sembarangan, karena tetap butuh informasi hasil survei dan elektabilitas calon.

”Termasuk pertimbangan kesiapan logistik dan lain-lain juga penting,” ujar salah satu dosen UNISBA Blitar ini.

Menurut Heri, penentuan sikap politik parpol yang dilakukan pada detik-detik akhir menjelang pendaftaran calon bisa jadi bagian dari strategi. Tujuan parpol ingin memberi kejutan kepada parpol atau kandidat paslon lain.

“Selama masa krusial ini, parpol ingin mematangkan strateginya. Parpol juga perlu memanasi mesin partai dan internalnya agar benar-benar siap untuk berkompetisi,” tutur warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan ini.

Sekadar diketahui, sementara muncul dua kandidat bacalon potensial yang bakal berkompetisi pada Pilwali Kota Blitar 2024. Yakni, bapaslon Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro yang telah resmi diusung oleh PDIP. Sementara kandidat lain adalah Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin yang diusung oleh PKB.

Kendati demikian, sosok pendamping bacalon wali kota Mas Ibin hingga kini belum diketahui. PKB Kota Blitar dan Mas Ibin masih fokus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol yang ingin diajak bergabung untuk mendukung. Pun PDIP juga belum diketahui siapa partai pendukung lain selain PPP. (sub/ady) 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#paslon #parpol #Kota Blitar