Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap Menurut Weton Jawa, Cek Kekuatan dan Patine Dina

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap ternyata bisa dimulai dari neptu hari dan pasaran. Simak rumus Nogo Dino dan patine dina menurut weton Jawa. (PINTEREST)
Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap ternyata bisa dimulai dari neptu hari dan pasaran. Simak rumus Nogo Dino dan patine dina menurut weton Jawa. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap menjadi salah satu pengetahuan dalam tradisi hitungan weton Jawa yang menarik untuk dipelajari. Perhitungan ini digunakan untuk mengetahui posisi yang disebut sebagai jayane dina atau kekuatan hari berdasarkan kombinasi neptu hari dan pasaran.

Dalam tradisi Jawa, Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap tidak berhenti pada penentuan Nogo Dino. Ada pula perhitungan patine dina yang dipercaya menunjukkan arah yang perlu dihindari ketika seseorang akan melakukan kegiatan tertentu. Konsep ini kerap dikaitkan dengan hajatan, pernikahan, pindah rumah hingga aktivitas mencari rezeki.

Lantas bagaimana Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap? Berdasarkan penjelasan dalam video yang menjadi sumber pembahasan, rumusnya dimulai dengan menjumlahkan neptu hari dan pasaran. Hasil penjumlahan kemudian dihitung menggunakan empat penjuru mata angin.

Baca Juga: Nogo Dino Hari Ini Menghadap Kemana? Jumat Pon, Cek Arah Naga Dina dan Patine Dina

Kenali Nilai Neptu Sebelum Menghitung

Tahap pertama adalah mengetahui nilai masing-masing hari dalam kalender Jawa. Minggu memiliki neptu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6 dan Sabtu 9.

Selanjutnya, terdapat lima pasaran Jawa. Legi bernilai 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4 dan Kliwon 8.

Nilai hari dan pasaran tersebut harus digabungkan. Misalnya seseorang ingin mengetahui Nogo Dino untuk Sabtu Legi. Nilai Sabtu adalah 9, sedangkan Legi memiliki nilai 5. Jika dijumlahkan, hasilnya menjadi 14.

Angka 14 tersebut menjadi dasar untuk menentukan posisi Nogo Dino.

Hitung dari Arah Timur

Setelah mendapatkan total neptu, perhitungan dilakukan dengan empat arah mata angin. Urutannya dimulai dari timur, selatan, barat dan utara.

Dalam bahasa Jawa, empat arah tersebut dikenal sebagai wetan, kidul, kulon dan lor. Hitungan dimulai dari timur karena arah tersebut dianggap sebagai titik awal.

Untuk Sabtu Legi dengan total neptu 14, hitungan dilakukan secara berulang. Setelah mencapai utara, perhitungan kembali ke timur hingga angka terakhir.

Hasil akhirnya, angka 14 jatuh pada arah selatan. Dengan demikian, berdasarkan rumus yang dijelaskan dalam video, Nogo Dino untuk Sabtu Legi berada di selatan.

Posisi tersebut disebut sebagai jayane dina. Artinya, arah selatan dipercaya menjadi tempat kekuatan hari Sabtu Legi dalam hitungan tradisional tersebut.

Selanjutnya Hitung Patine Dina

Perhitungan belum selesai karena masih ada patine dina. Istilah ini dalam tradisi Jawa dikaitkan dengan arah yang dianggap kurang baik atau perlu dihindari ketika melakukan kegiatan besar.

Untuk menghitung patine dina Sabtu Legi, angka neptu 14 digunakan kembali. Namun, kali ini hitungan dilakukan melalui urutan hari.

Dimulai dari Sabtu, hitungan 14 kemudian bergerak melewati Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat sebelum kembali ke Sabtu. Hasilnya adalah Sabtu.

Tahap berikutnya dilakukan pada pasaran Legi. Hitungan 14 melewati Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon secara berulang. Hasil akhirnya jatuh pada Kliwon.

Dengan demikian, patine dina untuk Sabtu Legi menjadi Sabtu Kliwon.

Baca Juga: Nogo Dino Hari Ini Menghadap Kemana? Jumat Pon, Cek Arah Naga Dina dan Patine Dina

Menentukan Arah Patine Dina

Setelah mendapatkan Sabtu Kliwon, neptunya kembali dihitung. Sabtu bernilai 9 dan Kliwon bernilai 8 sehingga totalnya adalah 17.

Angka 17 kemudian dihitung kembali menggunakan empat arah, dimulai dari timur. Urutannya tetap timur, selatan, barat dan utara.

Hasil hitungan 17 jatuh pada arah timur. Artinya, berdasarkan contoh tersebut, Sabtu Legi mempunyai Nogo Dino di selatan dan patine dina di timur.

Dalam kepercayaan tradisional, kondisi ini menjadi pertimbangan bagi seseorang yang hendak bepergian atau mencari rezeki. Jika hendak berdagang pada Sabtu Legi, misalnya, arah timur dianggap sebagai arah yang perlu dihindari karena menjadi posisi patine dina.

Begitu pula ketika hendak melakukan kegiatan besar seperti pindah rumah atau mengarak pengantin. Sebagian masyarakat yang masih memegang hitungan Jawa dapat menggunakan Nogo Dino dan patine dina sebagai salah satu pertimbangan.

Meski demikian, hitungan Nogo Dino dan patine dina merupakan bagian dari tradisi serta kepercayaan masyarakat Jawa. Tidak ada bukti ilmiah bahwa arah tertentu berdasarkan weton dapat secara pasti menentukan keberuntungan maupun kesialan.

Karena itu, perhitungan tersebut dapat dipahami sebagai warisan budaya yang menarik untuk dipelajari. Sementara untuk menentukan keputusan penting, masyarakat tetap perlu mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi nyata dan kebutuhan masing-masing.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Mbah Yadi Chanel
Patine Dina Nogo Dino cara menghitung Nogo Dino lengkap Neptu Pasaran weton jawa