Kuliner Malang 2026 Ini 10 Makanan Legendaris yang Bikin Wisatawan Ingin Balik Lagi

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Kuliner Malang 2026 punya banyak makanan legendaris, dari pecel, rawon, orem-orem hingga sego resek yang wajib masuk daftar wisata kuliner. (PINTEREST)
Kuliner Malang 2026 punya banyak makanan legendaris, dari pecel, rawon, orem-orem hingga sego resek yang wajib masuk daftar wisata kuliner. (PINTEREST)

MALANG - Berlibur ke Kota Malang, Jawa Timur, tidak cukup hanya mengunjungi tempat wisata. Kota berhawa sejuk ini juga menyimpan deretan kuliner Malang yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Surabaya 2026, 10 Makanan Legendaris yang Bikin Nagih

Bagi wisatawan yang sedang mencari rekomendasi kuliner Malang, pilihannya bisa membuat bingung. Sebab, hampir setiap kawasan memiliki makanan dengan karakter rasa dan cerita yang berbeda. Mulai dari makanan berat, jajanan tradisional, hingga kuliner malam, semuanya bisa menjadi tujuan wisata kuliner.

Menariknya, banyak kuliner Malang yang masih mempertahankan resep dan cara memasak dari generasi terdahulu. Beberapa bahkan sudah bertahan sejak era kolonial. Berikut sejumlah makanan yang bisa masuk daftar saat menjelajahi Kota Malang.

Nasi Ganjès hingga Sego Sambal

Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah Warung Mekar Jaya di kawasan Soekarno Hatta. Warung tersebut dikenal dengan nasi ganjès, nasi gurih yang dicampur daun jeruk dan ikan teri, kemudian dipadukan dengan berbagai pilihan lauk.

Ada cakalang, cumi, daging sapi hingga telur dadar. Konsep warung yang sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri. Harga yang relatif murah membuat tempat ini ramai dikunjungi berbagai kalangan, terutama pada malam hari.

Pencinta makanan pedas bisa melanjutkan perjalanan ke Sego Sambal Cak U di kawasan Bareng. Sambal tomat menjadi ciri khas karena dipadukan dengan irisan kacang panjang mentah dan tempe.

Pilihan lauknya cukup beragam, seperti ayam, lele, udang, cakalang, cumi hitam hingga paru balado. Perpaduan sambal dan lauk membuat makanan ini cocok bagi mereka yang gemar sensasi pedas.

Pecel dan Rawon yang Tak Lekang Waktu

Pecel Kawi Hj Musilah juga layak dimasukkan dalam daftar wisata kuliner Malang. Tempat makan ini telah ada sejak 1975 dan dikenal dengan bumbu kacangnya yang kental.

Satu porsi pecel berisi nasi dan sayuran seperti kangkung, kacang panjang, kembang turi serta tauge. Tempe goreng dan rempeyek menjadi pelengkap yang membuat teksturnya semakin beragam.

Bagi pencinta rawon, Warung Lama Haji Ridwan di kawasan Pasar Besar memiliki cerita panjang. Usaha tersebut bermula dari penjualan nasi rawon keliling sebelum akhirnya menetap di kawasan pasar.

Kini pengelolaannya telah memasuki generasi ketiga. Selain rawon, tersedia pula sate kompi, sate usus sapi, nasi gulai daging sapi dan nasi campur.

Kuliner berkuah lain yang patut dicoba adalah Rawon Rampal. Tempat makan yang telah berjualan sejak 1957 tersebut dikenal menggunakan proses memasak dengan tungku kayu dan arang.

Cara tersebut membuat kuah rawon memiliki aroma khas. Potongan daging yang tebal juga menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.

Makanan Jadul yang Masih Dicari

Malang juga memiliki sejumlah kuliner yang menawarkan pengalaman berbeda. Warung Sate Gebuk 1920, misalnya, menempati bangunan yang masih mempertahankan nuansa masa lalu.

Sate di tempat ini menggunakan daging lulur sapi yang dipotong dan dibumbui hingga meresap. Selain sate, tersedia rawon, soto dan sop.

Ada pula Warung Tahu Lontong Lonceng yang telah eksis sejak 1935. Menu utamanya sederhana, yakni tahu telur lontong dan tahu lontong. Sambal petis diletakkan di bagian dasar piring, kemudian disusul lontong dan tahu telur.

Untuk makanan khas daerah, Orem-Orem Khas Arema bisa menjadi pilihan. Hidangan berbahan tempe tersebut disiram kuah santan dan biasanya disantap bersama ayam goreng serta sambal. Penggunaan tempe semangit memberikan aroma yang menjadi ciri khas.

Jajanan Manis dan Kuliner Malam

Jika ingin mencari camilan, Pos Ketan Legenda 1967 menawarkan ketan putih dengan berbagai topping. Mulai dari kelapa dan gula merah hingga susu, keju dan nangka bisa dipilih sesuai selera.

Sementara itu, Kue Lumpur Arab Legenda menawarkan jajanan manis yang dimasak menggunakan arang. Teknik tersebut menghasilkan aroma khas yang berbeda dari kue lumpur pada umumnya.

Malam hari di Malang juga memiliki pilihan kuliner tersendiri. Sego Resek Pakman telah berjualan sejak 1959 dengan menu nasi goreng berbumbu rempah. Harganya relatif terjangkau dan lauknya dapat dipilih sesuai selera.

Baca Juga: Taman Brantas Kediri Makin Ramai Dikunjungi, Jadi Wisata Gratis Favorit dengan Panorama Sungai Brantas

Deretan tersebut memperlihatkan bahwa kuliner Malang bukan hanya soal rasa. Di balik sepiring makanan, tersimpan sejarah, resep keluarga dan tradisi yang terus diwariskan. Karena itu, berburu kuliner legendaris bisa menjadi agenda menarik ketika berkunjung ke Kota Malang.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : 10 BEST ID
kuliner legendaris Malang makanan khas Malang rawon Malang wisata kuliner malang kuliner malang