JAKARTA - Budidaya bonsai kimeng membutuhkan kesabaran, tetapi teknik dan media tanam yang tepat dapat mempercepat proses pembentukan tanaman. Salah satu pembudidaya, Mas Ipul, membagikan cara yang digunakan untuk membuat kimeng lebih cepat berkembang hingga siap naik pot.
Di tempat budidayanya, tanaman kimeng hasil cangkok disebut dapat berkembang menjadi bonsai berkarakter dalam waktu sekitar tiga tahun. Waktu tersebut lebih cepat dibanding pengalaman budidaya di daerah lain yang membutuhkan waktu lebih lama.
Pasir Sungai Halus Jadi Pilihan Media Tanam
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam budidaya kimeng adalah penggunaan media tanam. Mas Ipul memilih pasir sungai yang sangat halus sebagai media yang digunakan untuk tanaman.
Baca Juga: 20 Desain Dapur Minimalis dengan Tirai Kolong, Rapi dan Hemat Biaya
Menurutnya, pasir tersebut memiliki tekstur lembut dan tidak mudah menjadi padat. Kondisi itu membuat akar lebih mudah menembus media untuk berkembang.
Media yang terlalu padat dinilai kurang sesuai dengan cara budidaya yang diterapkannya. Karena itu, pasir sungai dipilih dan disiapkan terlebih dahulu agar teksturnya tetap halus.
Dalam proses tersebut, ia juga menyebut tidak menggunakan pupuk. Menurut pengalaman yang disampaikan dalam video, tanaman dapat tumbuh dengan media pasir yang digunakannya tanpa tambahan pupuk.
Baca Juga: 20 Desain Dapur Minimalis Nuansa Kayu, Hangat dan Modern untuk Rumah
Cangkok dan Tempel Membentuk Karakter Bonsai
Sebagian besar tanaman kimeng yang dibudidayakan berasal dari proses cangkok. Dari ukuran awal sekitar sebesar jempol tangan, tanaman membutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun hingga dapat naik pot.
Sementara itu, proses tempel digunakan untuk membentuk bagian tanaman yang dinilai belum memiliki struktur sesuai keinginan. Teknik tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki kaki atau percabangan agar karakter bonsai terlihat lebih menarik.
Dalam proses tempel, bagian tanaman yang akan disatukan dibersihkan terlebih dahulu. Setelah menempel dan menyatu, alat bantu seperti paku yang digunakan untuk proses tersebut kemudian dilepas.
Mas Ipul juga menunjukkan sejumlah tanaman yang masih dalam proses pembentukan. Beberapa di antaranya sengaja dipotong karena posisi percabangannya dianggap terlalu sejajar. Pemotongan dilakukan agar bentuk tanaman tidak terlihat simetris dan dapat dikembangkan menjadi struktur yang lebih baik.
Perawatan Konsisten Jadi Kunci
Selain teknik dan media tanam, perawatan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan bonsai. Mas Ipul menekankan bahwa tanaman membutuhkan perhatian dan kesabaran agar pertumbuhannya maksimal.
Baca Juga: Rumah Sudah Dijual tapi Belum Balik Nama, Bikin Desil Bansos Warga Blitar Bisa Berubah
Ia menggambarkan merawat tanaman seperti merawat anak sendiri. Tanaman yang hanya ditanam kemudian dibiarkan tanpa perawatan dinilai tidak akan memberikan hasil maksimal.
Menurutnya, pembudidaya harus memiliki rasa dan perhatian terhadap tanaman yang dirawat. Ia menyebut prinsip tersebut sebagai “sehati” dengan tanaman.
Perbedaan kondisi setiap daerah juga dapat memengaruhi kecepatan pertumbuhan. Dalam video disebutkan, tanaman yang di tempat Mas Ipul dapat berkembang sekitar tiga tahun untuk naik pot, di tempat lain bisa membutuhkan waktu hingga sekitar enam tahun.
Baca Juga: PSN Kota Blitar Dikebut, Capaian Kinerja Tembus 82,3 Persen
Karena itu, keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh teknik cangkok atau tempel. Media tanam, kondisi daerah, serta ketelatenan dalam merawat tanaman turut menjadi bagian dari proses.
Budidaya bonsai kimeng pada akhirnya membutuhkan kombinasi teknik dan kesabaran. Pengalaman Mas Ipul menunjukkan bahwa penggunaan pasir sungai halus, pengaturan akar dan percabangan, serta perawatan yang konsisten dapat menjadi bagian penting untuk mendapatkan tanaman dengan karakter yang diinginkan.
Source YouTube
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo