JAKARTA - Pembentukan bahan bonsai kimeng memasuki tahap penyelesaian dengan sejumlah teknik untuk memperkuat akar, mengarahkan percabangan, serta memperbaiki bagian batang yang memiliki luka. Proses tersebut dilakukan secara bertahap agar bentuk bonsai berkembang sesuai arah yang diinginkan.
Dalam video terbaru di kanal Zona Bonsai Bali, pembudidaya menunjukkan perkembangan bahan kimeng yang sebelumnya telah diperkenalkan. Bagian akar dinilai sudah cukup baik dan menyebar merata ke samping sehingga menyerupai bentuk kaki bebek.
Sambung Susu Digunakan untuk Membentuk Lengan Bonsai
Salah satu teknik yang masih digunakan adalah sambung susu atau penempelan susu pada cabang pertama. Karena proses penempelan baru berlangsung beberapa minggu, bagian tersebut masih diikat agar tidak terlepas dari batang utama.
Baca Juga: Bantuan Pangan Beras di Slorok Capai 23,8 Ton, Sisa 4,5 Ton Kembali Disalurkan ke Warga
Teknik serupa juga diterapkan pada lengan ketiga dengan memanfaatkan beberapa percabangan yang tumbuh di sekitar batang. Tujuannya untuk membantu membentuk struktur lengan dan percabangan yang dibutuhkan pada bonsai.
Batang utama yang digunakan dalam proses tempel juga belum langsung dipotong. Pembudidaya masih menunggu sambungan cukup kuat sebelum melanjutkan tahapan berikutnya.
Selain penyambungan, percabangan juga mulai diseleksi dan diarahkan. Beberapa bagian dipotong untuk mengatur pertumbuhan sekaligus merangsang munculnya tunas baru pada posisi yang dianggap penting.
Baca Juga: Honda CUV e: Dimodifikasi Jadi Makin Elegan, Apa Saja yang Diubah?
Luka Batang Diperbaiki agar Tampilan Bonsai Lebih Baik
Perawatan luka menjadi bagian lain yang mendapat perhatian. Pembudidaya mengulangi penanganan pada luka yang sebelumnya cukup besar setelah penggunaan salep kambium dinilai kurang sesuai.
Salep tersebut kemudian diganti dengan harapan luka dapat kembali tertutup dengan baik. Luka yang terlalu lebar dinilai dapat mengganggu tampilan bonsai apabila tidak ditangani dengan tepat.
Pengalaman tersebut juga dikaitkan dengan kejadian pada tanaman waru yang sebelumnya hampir mati akibat masalah salep dan penanganannya.
Selain memperbaiki luka, pemangkasan dilakukan pada beberapa bagian batang dan mahkota. Daun pada bagian tertentu dikurangi untuk menekan sumber makanan yang menuju bagian tersebut, sementara pemotongan mahkota dilakukan untuk merangsang pertumbuhan cabang baru.
Media Tanam Disusun dalam Beberapa Lapisan
Media yang digunakan juga menjadi bagian dari proses perawatan bahan kimeng. Pada bagian bawah, pembudidaya menggunakan campuran pupuk kotoran kambing dan sekam lapuk.
Baca Juga: Honda Winner Air Bawa Mesin 149 cc, Fitur Sporty dan Potensi Jadi Penerus Supra GTR
Bagian tengah menggunakan sekam bakar, sedangkan lapisan atas diisi pasir Malang. Setelah tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik, kotoran kambing kembali dapat ditambahkan pada bagian atas.
Selain bahan organik tersebut, pupuk majemuk juga digunakan untuk menunjang perkembangan bahan bonsai.
Susunan media tersebut diterapkan bersamaan dengan proses pengaturan akar dan percabangan. Bagian akar yang sudah berkembang dinilai cukup baik, sementara beberapa bagian masih membutuhkan proses pembentukan.
Pembentukan Bonsai Membutuhkan Kesabaran
Pada tahap berikutnya, pembudidaya memilih menghentikan sementara perkembangan bagian belakang karena ukurannya sudah cukup besar. Fokus kemudian diarahkan pada pertumbuhan tunas baru, penutupan luka, dan penyempurnaan percabangan.
Menurutnya, percabangan yang terlalu dipaksakan juga dapat membuat bentuk bonsai kurang sesuai dengan selera. Karena itu, proses pembentukan dilakukan secara bertahap sambil melihat perkembangan tanaman.
Ia juga menekankan pentingnya kesabaran dan kemauan untuk terus belajar. Bertanya kepada pembonsai yang lebih berpengalaman dinilai menjadi bagian dari proses belajar, termasuk bagi mereka yang masih pemula.
Pembentukan kimeng hingga menjadi bonsai yang matang bukan proses instan. Penyambungan, pemangkasan, perawatan luka, pengaturan akar, hingga pembentukan mahkota harus dilakukan secara bertahap. Hasil akhirnya sangat bergantung pada ketelitian, kesabaran, dan konsistensi dalam merawat bahan.
Source YouTube WM Sunarta
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo