3 Prinsip Menata Taman agar Lebih Indah, Jangan Penuhi Semua Area dengan Tanaman

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:06 WIB
prinsip menata taman agar indah dan rapi, mulai dari menentukan focal point, layering tanaman, hingga menyediakan area bebas.
prinsip menata taman agar indah dan rapi, mulai dari menentukan focal point, layering tanaman, hingga menyediakan area bebas.

 JAKARTA - Menata taman agar terlihat indah tidak selalu berarti memenuhi seluruh halaman dengan berbagai jenis tanaman. Penempatan tanaman, ukuran, serta ruang kosong justru menjadi bagian penting agar taman terlihat lebih rapi dan enak dipandang.

Ada tiga prinsip dasar yang dapat diterapkan ketika menata taman, yaitu menentukan focal point, menggunakan sistem layering, serta menyediakan area bebas. Ketiganya dapat diterapkan pada berbagai bentuk dan ukuran taman sesuai kondisi halaman.

Tentukan Focal Point sebagai Fokus Utama

Langkah pertama adalah menentukan desain taman sesuai selera. Referensi desain juga dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai bentuk taman yang ingin dibuat.

Baca Juga: Short Course AI untuk Guru Digelar di Blitar, 50 Pendidik Bakal Dibekali Strategi Memanfaatkan Kecer

Namun, salah satu prinsip penting adalah menentukan focal point atau fokus utama. Focal point merupakan bagian yang sengaja dibuat paling menarik perhatian ketika seseorang melihat taman.

Fokus tersebut dapat berupa tanaman berukuran besar, tanaman dengan warna lebih mencolok, maupun tanaman yang memiliki bentuk unik. Tidak harus menggunakan tanaman, focal point juga dapat berupa batu alam atau benda artistik lainnya.

Penempatannya disarankan berada di sekitar sepertiga bagian taman, bukan tepat di tengah. Posisi tersebut membantu menciptakan komposisi yang lebih dinamis.

Baca Juga: UUPA Jadi Dasar Hukum Pertanahan Indonesia, Berlaku Sejak 1960

Dengan adanya satu fokus utama, tidak semua bagian taman harus dibuat sama-sama mencolok. Elemen lain dapat berfungsi sebagai pendukung sehingga perhatian tetap tertuju pada bagian yang telah ditentukan.

Gunakan Sistem Layering dari Kecil ke Besar

Prinsip kedua adalah layering atau penataan tanaman secara berlapis berdasarkan ukurannya.

Tanaman berukuran kecil ditempatkan di bagian depan, tanaman berukuran sedang berada di tengah, sedangkan tanaman yang lebih besar ditempatkan di bagian belakang.

Penataan tersebut perlu disesuaikan dengan arah pandang utama. Jika taman lebih sering dilihat dari satu sisi, susunan tanaman harus dibuat agar tanaman yang lebih rendah tidak tertutup oleh tanaman yang lebih tinggi.

Sistem layering juga dapat diterapkan dengan membongkar tanaman yang sudah ada terlebih dahulu. Tanaman kemudian dipilih dan ditata kembali berdasarkan ukuran serta posisi yang paling sesuai.

Baca Juga: Subsidi 2026 Tetap, Ini Rincian Harga Rumah Berdasarkan Wilayah

Dengan susunan berlapis, setiap tanaman memiliki ruang untuk terlihat. Taman juga tidak mudah terlihat penuh hanya karena terdapat banyak tanaman dengan ukuran yang tidak beraturan.

Sisakan Area Bebas agar Taman Tidak Terlihat Penuh

Prinsip ketiga adalah menyediakan area bebas. Bagian ini sering kali terlihat sederhana karena tidak dipenuhi tanaman, tetapi justru berperan dalam membentuk tampilan taman.

Area bebas dapat berupa rumput atau batu alam. Tidak seluruh permukaan taman perlu ditanami.

Jika semua bagian dipenuhi tanaman, tampilan taman dapat menjadi terlalu ramai. Sebaliknya, ruang kosong memberikan jeda visual sekaligus membuat tanaman yang menjadi fokus utama lebih mudah terlihat.

Baca Juga: Brighton Selamat dari Kekalahan, Gol Vuskovic Gagalkan Kemenangan Leeds United

Karena itu, area bebas bukan sekadar bagian yang tidak digunakan. Ruang tersebut menjadi elemen dalam komposisi taman yang membantu menyeimbangkan tanaman dan dekorasi.

Ketiga prinsip tersebut dapat diterapkan tanpa harus mengikuti satu desain tertentu. Pemilik rumah tetap dapat menyesuaikan jenis tanaman, bentuk halaman, dan elemen dekorasi dengan selera masing-masing.

Kuncinya adalah menentukan satu fokus utama, menyusun tanaman berdasarkan ukuran, dan tidak takut menyisakan ruang kosong. Dengan komposisi tersebut, taman dapat terlihat lebih tertata tanpa harus dipenuhi tanaman di setiap sudut.

Source YouTube video KARILA ART

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
menata taman prinisp menata taman