Kaledo Palu Punya Proses Unik, Lemak pada Daging Ternyata Harus Diangkat

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB
Kaledo Palu punya proses unik. Lemak daging diangkat, lalu dibumbui dan disajikan dengan bawang goreng khas Palu.(PINTEREST)
Kaledo Palu punya proses unik. Lemak daging diangkat, lalu dibumbui dan disajikan dengan bawang goreng khas Palu.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Kaledo Palu tidak hanya dikenal karena kuahnya yang gurih dan cita rasa khasnya. Di balik sajian tulang sapi yang menggugah selera itu, terdapat proses pengolahan yang cukup panjang. Salah satunya adalah membersihkan lemak pada daging sebelum kaledo dibumbui dan disajikan dengan taburan bawang goreng khas Palu.

Dalam proses pembuatan tulang sapi yang sudah dicuci bersih langsung dimasukkan ke dalam proses pengolahan. Daging dan tulang menjadi bahan utama yang kemudian melewati beberapa tahapan sebelum siap disantap.

Lemak pada Daging Diangkat

Salah satu tahapan yang menarik perhatian adalah proses membersihkan lemak yang menempel di bagian pinggir daging. Lemak tersebut diangkat sebelum daging masuk ke tahap pembumbuan.

Bagian lemak itu disebut sebagai “lemak jahat” dan dikaitkan dengan kandungan kolesterol. Karena itu, pengolah kaledo memilih mengangkat bagian tersebut agar sajian yang dihasilkan lebih bersih sebelum dikonsumsi.

Tahapan ini menunjukkan bahwa membuat kaledo tidak sekadar merebus tulang dan daging. Pengolahan bahan menjadi bagian penting untuk menghasilkan sajian yang sesuai dengan karakter kuliner tersebut.

Baca Juga: Kuliner Malang 2026 yang Wajib Dicoba Ada yang Berusia Lebih dari 100 Tahun

Setelah lemak dibersihkan, daging kemudian dipindahkan menuju tempat pencampuran bumbu. Proses pemindahan ini dilakukan sebelum bumbu dicampurkan secara merata.

Daging Direndam Agar Bumbu Meresap

Setelah masuk ke tempat pencampuran, daging kemudian diberi bumbu. Bumbu yang digunakan dalam proses tersebut antara lain asam dan garam.

Daging tidak langsung diangkat setelah diberi bumbu. Daging terlebih dahulu direndam selama sekitar lima menit agar bumbu meresap. Setelah itu, daging baru diangkat dan kembali dicampurkan dalam proses berikutnya.

Teknik perendaman singkat ini menjadi salah satu tahapan yang disebut penting untuk mendapatkan cita rasa kaledo. Pengolahannya memang membutuhkan kesabaran karena setiap tahapan dilakukan secara berurutan.

Setelah proses pembumbuan selesai, daging kembali diperiksa. Lemak yang masih tersisa diangkat sehingga permukaan daging terlihat lebih bersih. Setelah tahap tersebut selesai, daging dinyatakan siap untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Surabaya 2026, 10 Makanan Legendaris yang Bikin Nagih

Bawang Goreng Jadi Pelengkap Khas

Kaledo yang sudah selesai diolah kemudian masuk ke tahap penyajian. Salah satu pelengkap yang disebut khas dalam sajian ini adalah bawang goreng.

Bawang goreng ditambahkan ketika kaledo hendak disajikan. Kehadirannya tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan penyajian kuliner khas Palu yang ditampilkan dalam video tersebut.

Bawang goreng juga disebut sebagai salah satu oleh-oleh dari Palu. Bawang goreng digambarkan sebagai produk yang kerap dibawa keluar daerah, termasuk ketika seseorang bepergian ke Jakarta.

Dengan proses pengolahan yang meliputi pembersihan lemak, perendaman bumbu, hingga penyajian bersama bawang goreng, kaledo Palu memperlihatkan sisi lain dari kuliner khas Sulawesi Tengah. Sajian berbahan tulang dan daging sapi ini tidak hanya mengandalkan bahan utama, tetapi juga ketelitian dalam setiap tahap pengolahannya.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Kaledo Palu Palu tulang sapi kuliner khas Palu bawang goreng