Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Puji Tri Lestari Warga Blitar Ketiban Berkah Agustus dari Jasa Sewa Pakaian, Begini Rahasia Omzet Naik hingga 5 Kali Lipat

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 27 Agustus 2024 | 17:30 WIB
UNTUNG BESAR: Beberapa penyewa baju karnaval milik Puji Tri Lestari setelah kegiatan.
UNTUNG BESAR: Beberapa penyewa baju karnaval milik Puji Tri Lestari setelah kegiatan.

BLITAR - Agustus, selain menjadi bulan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Ternyata juga menjadi berkah buat jasa penyewaan pakaian atau kostum karnaval.

Ini dirasakan Puji Tri Lestari, salah satu pemilik jasa penyewaan pakaian karnaval di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok.

Waktunya panen, seperti itulah Agustus Bagi Puji Tri Lestari. Ya, setiap bulan kemerdekaan tiba, aneka pakaian pawai dan karnaval miliknya selalu laris manis dipinjam untuk memeriahkan kegiatan Agustusan.

Puji mengaku, setiap momen Agustus datang disambut dengan penuh gembira dan suka cita, tak hanya karena senang memperingati HUT kemerdekaan RI, tapi juga pakaian miliknya bisa bermanfaat dan digunakan untuk merayakan peringatan besar tahunan ini.

“Kenaikan omzet bisa sampai 5 kali lipat dari pada bulan biasanya. Soalnya di bulan biasa itu pendapatan hanya sekitar Rp 3 juta, kalau Agustus ini ya bisa naik cukup besar,” ungkapnya.

Tidak hanya Agustus, di bulan lain jasa penyewaannya tetap laku. Tetapi hanya di bulan-bulan tertentu, seperti di Juni, Juli, dan September.

Selain itu saat musim wisuda sekitar April, permintaan sewa pakaian toga juga lumayan banyak . Sedangkan di bulan yang sepi peminat, biasanya saat Ramadhan dan lebaran karena banyak yang berlibur.

“Kita ini ada berbagai macam kostum, jadi tidak hanya kostum untuk karnaval saja. Ada juga kostum tari, kostum pernikahan, kostum wisuda, dan kostum drumband. Sehingga selalu ada yang pinjam,” terangnya.

Awal jasa penyewaan ini, tutur Puji, bermula saat mendukung anaknya yang masih TK sebagai modeling. Lambat laun, pakaian yang dijahit sendiri ini semakin banyak dan diminati para tetangga sekitar.

“Dari situ masyarakat sekitar tanya apakah bajunya boleh dipinjam. Terus ya ngalir aja dan di 2010 mulai menjadi pendapatan tambahan yang lumayan,” akunya.

Hobi menjahit yang dimilikinya semakin bermanfaat, karena inilah pakaian yang dia sewakan kepada konsumen.

Bahkan sudah ada sekitar 400 macam dengan berbagai model. Model-model tersebut mengambil dari berbagai adat dari seluruh Indonesia.

Kualitas inilah yang membedakan harga sewa. Untuk pakaian adat yang biasa, dia membanderol mulai Rp 50 ribu dan yang paling mahal dengan kualitas kain lebih halus sekitar Rp 1 juta.

“Yang membedakan itu jenis kainnya, kalau yang sewanya murah kita buat tiruannya, sedangkan untuk yang mahal kita ambil pakaian orisinilnya langsung dari daerah asal. Itu seperti pakaian adat Kalimantan,” tuturnya. (*/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kecamatan ponggok #karnaval #jasa penyewaan #hari kemerdekaan indonesia