Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wajah Baru Pasar Nglegok Blitar Usai Diresmikan Mendag RI, Ini Harapan Para Pedagang yang Sudah Berjualan Puluhan Tahun

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 5 Februari 2025 | 21:30 WIB

 

MASIH SEPI: Beberapa pedagang menyambut Pasar Nglegok baru penuh suka cita.
MASIH SEPI: Beberapa pedagang menyambut Pasar Nglegok baru penuh suka cita.

 

BLITAR - Masyarakat Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar kini memiliki pasar rakyat, dengan tampilan yang lebih modern. Bahkan pasarnya juga ditata lebih rapi, setiap jenis komoditas memiliki ruang berdagang sendiri. Namun pedagang berharap terus ada pendampingan pemerintah, agar Pasar Nglegok ini bisa lebih ramai.

Usai dilakukan renovasi dengan bantuan dan diresmikan langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, pada Selasa (4/2) lalu, banyak pedagang yang mengharap tuah bangunan baru itu. Jika dihitung, sudah ada sekitar 40 pedagang yang menempati tempat baru di Pasar Nglegok ini. Namun itu belum semua, karena masih banyak pedagang yang sudah memesan tempat dan belum datang saat peresmian kemarin.

“Saya pedagang lama, karena sudah berjualan sejak 1980. Mulai pasar lama, lalu dibangun renovasi ini. Saya bertahan disini karena sudah menjadi pekerjaan pokok keluarga dan sudah ada pelanggan tetap, meskipun sepi,” ujar salah satu pedagang Pasar Nglegok, Srinatun.

Dia menceritakan, dahulu pasar lama pernah ramai hingga ada pengembangan bangunan pasar. Namun mulai kembali sepi, semenjak jalan masuk menuju pasar sebagian dibangun untuk kantor pasar dan kios. Para pedagang yang ada di bagian dalam menjadi sepi.

Srinatun mengaku tidak pindah ke Pasar Penataran karena jauh dari rumahnya, yang berada di Kelurahan Jatimalang, Kota Blitar. Dia dulu menempati kios milik kakaknya yang tidak terpakai, sempat berjualan di Pasar Nglegok.

“Pasar Nglegok sekarang tidak semua pedagang berjualan. Biasanya pasar kalau penjual masih sedikit, pembeli malas. Dulu penjual kain hanya ada 4, sehingga terlihat dari luar seperti pasar mati. Semoga setelah direnovasi ini masyarakat sudah tahu kalau Pasar Nglegok ini sudah hidup lagi,” ungkapnya.

Menurut perempuan 72 tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar harus memaksa pedagang yang kemarin tidak datang peresmian Pasar Nglegok, untuk segera menempati lapaknya. Karena kalau dibiarkan, maka tetap tidak bisa ramai. Sebab saat pasar ramai pedagang akan banyak diminati pembeli.

Bagi Srinatun, usai renovasi Pasar Nglegok masih belum ada perubahan bagi dagangannya. Terlihat, banyak baju-baju yang dipajang pada lapaknya. Bahkan banyak baju masih terbungkus rapi dengan plastik.

“Biasanya paling banyak 10 pedagang sayuran, sekarang sudah lebih dari itu. kalau Dinas mau memaksa pedagang untuk memenuhi lapak yang kosong, insyaallah pasarnya bisa ramai. Harapannya bisa terus ramai, pokoknya Pemkab Blitar ikut mendampingi kami untuk pasar bisa ramai,” tuturnya.

Sementara itu, pedagang sayuran Yuli Istiana mengaku pedagang lama di Pasar Nglegok. Namun sempat vakum karena pandemi Covid-19. Lalu, pada 2022 berdagang di Pasar Penataran ketika pagi dan siang di Pasar Nglegok. Karena dagangannya banyak, sehingga jika hanya berdagang pada satu pasar khawatir tidak habis.

Baca Juga: Resmi Dirilis, Ini Dia Penampakan Jersey Away Timnas Indonesia Terbaru, Warna Putih Mendominasi

Adanya kabar renovasi dua bulan lalu, Yuli kembali berdagang di Pasar Nglegok. Dia kembali berdagang di sini karena keinginan sendiri, dengan harapan bisa ramai lagi. Meskipun untuk sementara ini dagangannya masih sepi.

“Masih sepi pembeli, mungkin karena dianggap barangnya mahal bagi mereka. Selain itu, lapaknya masih banyak kosong, tapi sudah banyak yang daftar namun tidak datang semua hari ini (kemarin, Red). Harapannya setelah renovasi bisa maju lagi dan ada pendampingan Pemkab Blitar. Karena katanya disini jantungnya perekonomian Kecamatan Nglegok,” pungkasnya. (*/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #harapan #pasar nglegok #pedagang #budi santoso #Mendag RI