BLITAR - Saudara kembar, Wahyu Ria Notiansari dan Wahyu Rita Notiansari, berhasil memanfaatkan momen Ramadan untuk menambah rezeki. Terbukti, pada minggu pertama bulan puasa ini, mereka sudah mengirimkan ribuan toples kue Lebaran hingga luar negeri.
Ramadan tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi dua saudara kembar, Wahyu Ria Notiansari dan Wahyu Rita Notiansari. Pasalnya, bisnis kue kering yang mereka jalankan di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar banjir pesanan sejak awal Ramadan.
Hanya dalam minggu pertama Ramadan, Ria dan Rita, sapaan akrabnya, telah mengirimkan sekitar 1.200 toples kue kering ke pelanggan. Tren pemesanan tahun ini pun berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini banyak pelanggan yang memesan dan meminta dikirim sejak awal Ramadan. Kalau tahun lalu, biasanya pesanan datang menjelang Lebaran,” ujar Ria.
Dua perempuan lahir kembar ini tampak sibuk menata ratusan toples berisi kue kering di ruang tamu rumahnya. Hampir separo ruangan di ruang tamu rumah tersebut berisi tumpukan kue kering yang sudah dikemas. Di bagian samping rumah, sejumlah pekerja yang mayoritas perempuan memproduksi kue kering.
Sambil duduk berhadap-hadapan, tangan para pekerja tidak berhenti mencetak adonan kue kering. Ada sekitar 20 pekerja yang memproduksi kue kering di rumah Ria dan Rita. Mereka memulai usaha kue kering ini sejak 2018. Awalnya, mereka hanya menerima pesanan dalam jumlah kecil. Namun, seiring waktu, bisnis mereka berkembang pesat.
“Kami melayani pesanan kue kering tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga setiap hari. Namun, saat momen Lebaran, pesanan bisa meningkat berkali-kali lipat,” ungkapnya.
Sebagai perbandingan, pada hari biasa, mereka hanya memproduksi sekitar 200 toples per minggu. Namun, saat Ramadan dan Lebaran, angka ini melonjak drastis hingga mencapai 5.000 sampai 6.000 toples per minggu.
Tak hanya sukses di pasar domestik, bisnis kue kering Ria dan Rita juga telah merambah ke mancanegara.
Mereka telah mengirim pesanan ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga luar negeri seperti Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea, Singapura, dan Malaysia. Pesanan luar negeri paling banyak berasal dari Hong Kong dan Taiwan.
Rita, yang lebih fokus pada pemasaran, menjelaskan bahwa jadwal pengiriman pesanan sudah penuh sejak awal Ramadan. Dalam sebulan, selama Ramadan hingga Lebaran, omzet bisnis kue kering mereka bisa mencapai Rp 500 juta.
Menurut Rita, jumlah itu hanya omzet, bukan keuntungan bersih. Sementara pada hari biasa, omzet kue buatannya rata-rata sekitar Rp 40 juta per bulan.
“Omzet itu naik lebih 10 kali lipat dibandingkan hari biasa. Hari biasa, omzet dari produksi dan penjualan kue kering rata-rata sekitar Rp 40 juta per bulan,” pungkasnya. (*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah