Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Naik Turun Bisnis Skincare High Queen: Dari Rugi Rp6 Miliar hingga Meledak 3.000%, Rahasia Couplepreneur Ini Bikin Penasaran!

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:45 WIB
Naik Turun Bisnis Skincare High Queen: Dari Rugi Rp6 Miliar hingga Meledak 3.000%, Rahasia Couplepreneur Ini Bikin Penasaran!
Naik Turun Bisnis Skincare High Queen: Dari Rugi Rp6 Miliar hingga Meledak 3.000%, Rahasia Couplepreneur Ini Bikin Penasaran!

BLITAR – Perjalanan bisnis skincare High Queen kembali menjadi sorotan publik setelah kisah jatuh bangun pasangan founder-nya, Prayogo Waluyo dan istrinya, Ciwin, viral di media sosial. Dalam sebuah wawancara panjang, pasangan couplepreneur ini membedah lika-liku membangun brand skincare dari tahap nol, rugi miliaran, hingga akhirnya mencapai lonjakan penjualan 3.000% pada 2024.

Awal Mula Membangun High Queen

Pasangan ini memulai bisnis skincare High Queen sekitar empat tahun lalu dengan fokus pada produk flek wajah yang banyak dikeluhkan emak-emak. Nama High Queen sendiri lahir secara tidak sengaja, setelah nama “queen” ditolak oleh HAKI karena sudah digunakan pihak lain. Dari situlah muncul sapaan khas “hai queen” yang menjadi ciri brand mereka.

Sebelum membangun usaha sendiri, Ciwin telah lama berkecimpung sebagai reseller berbagai brand sejak masa kuliah. Ia memiliki dasar ilmu dermatologi dasar dari perkuliahannya di bidang kebidanan, sehingga memahami kebutuhan ibu hamil dan menyusui yang tetap ingin glowing namun bingung memilih produk aman.

Awalnya, High Queen hanya memproduksi lip scrub dan beberapa produk ringan lainnya, sebelum berkembang ke lini flek dan retinol. Semua dilakukan super mandiri: packing sendiri, kirim sendiri, bahkan bekerja sambil mengasuh anak yang masih bayi.

Lika-Liku Rugi Rp6 Miliar

Namun perjalanan High Queen tidak mulus. Pada 2022, mereka menghadapi kekacauan supply chain, terutama untuk sunscreen, hingga proses produksi kacau. Tahun berikutnya, badai lebih besar datang ketika manajemen internal bermasalah dan tim tidak perform. Dampaknya fatal: High Queen rugi lebih dari Rp6 miliar.

Prayogo mengaku saat itu mereka berdua belum cukup bijak dan belum matang sebagai pemimpin. “Belum pintar jadi leader,” ujarnya. Situasi semakin berat ketika masalah bisnis ikut mempengaruhi rumah tangga, hingga 2024 menjadi masa terberat bagi mereka.

Keputusan Meninggalkan Karier Dosen

Sebelum total di bisnis, Prayogo masih berprofesi sebagai dosen. Namun ketika melihat istrinya kewalahan menjalankan usaha sambil mengurus anak, ia memutuskan untuk “turun gunung”. Dari membantu packing paket sampai subuh hingga membuat konten pemasaran, semuanya dilakukan bersama.

Titik balik terjadi pada 2022 ketika keduanya mulai membangun personal branding di TikTok. Video pertama yang viral adalah demo lip scrub yang tembus jutaan views. Disusul konten edukasi tentang bahaya merkuri yang juga meledak. Sejak itu, follower mereka naik dari nol menjadi lebih dari 200 ribu.

Keputusan meninggalkan status dosen bukan tanpa risiko. Namun menurut Prayogo, hidup adalah pilihan. “Kalau mau jadi pendidik, ya jangan lihat uangnya. Tapi sebagai bapak, saya juga ingin keluarga dapat kualitas hidup yang baik,” tegasnya.

Cobaan Ditahan Polisi Tahun 2019

Yang tak banyak diketahui publik, perjalanan High Queen juga sempat diwarnai kasus Polda pada 2019 karena produk awal mereka belum berizin BPOM. Ciwin bahkan sempat dibawa ke Polda saat masih menyusui, namun dilepaskan setelah proses klarifikasi dan diarahkan agar segera mengurus izin resmi.

Peristiwa ini menjadi pelajaran besar yang menguatkan mereka agar lebih patuh regulasi dan tidak lagi mengambil langkah gegabah.

Bangkit dengan Sistem Lebih Tertata

Memasuki akhir 2024, mereka berdamai, berdiskusi ulang tentang pembagian peran, dan mulai membangun sistem baru yang lebih rapi. Ciwin fokus di strategi marketing dan selling, sementara Prayogo memegang operasional, HR, dan branding.

Hasilnya luar biasa. Penjualan High Queen yang awalnya hanya 13 resi per hari melonjak drastis hingga 28.000 resi dalam seminggu. Bahkan pertumbuhan mencapai 3.000% dan kini stabil di angka 5.000–10.000 paket per hari.

Filosofi Bisnis: Keberkahan, Bukan Kejar Uang

Di balik kesuksesan besar itu, pasangan ini menegaskan bahwa inti dari bisnis skincare High Queen bukan sekadar mengejar uang. Mereka meyakini rezeki bukan perlombaan, dan keberkahan jauh lebih penting.

Mereka juga menolak memperlakukan karyawan sebagai bawahan. “Kami menyebut mereka tim. Kalau salah, kita perbaiki bersama. Selama mau belajar, aman,” kata Ciwin.

Bagi mereka, kebersamaan, komunikasi, dan pembagian peran yang sehat adalah kunci pasangan tetap harmonis meski satu bisnis. Prinsipnya sederhana: tidak saling menuntut, saling mengisi kekurangan, dan tetap ingat peran sebagai suami-istri dan orang tua.

 

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#skincare #bisnis #bisnis skincare #Prayogo Waluyo #pengusaha