Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Nomade and Coffee Jadi Andalan Ahrian Festyananda Bertahan di Tengah Maraknya Kedai Kopi Kota Blitar

M. Subchan Abdullah • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:30 WIB
CB TANDOYO/RADAR BLITAR
SESUAIKAN SELERA PASAR: Ahrian Festyananda ketika melayani pembeli dengan gerobak modifikasinya di halaman Kantor Wali Kota Blitar, beberapa waktu lalu.
CB TANDOYO/RADAR BLITAR
SESUAIKAN SELERA PASAR: Ahrian Festyananda ketika melayani pembeli dengan gerobak modifikasinya di halaman Kantor Wali Kota Blitar, beberapa waktu lalu.

 

BLITAR KAWENTAR – Menjamurnya kedai kopi di Kota Blitar menghadirkan tantangan baru bagi para pelaku usaha minuman berbasis kopi. Persaingan yang semakin ketat membuat setiap pebisnis dituntut memiliki strategi berbeda agar mampu bertahan sekaligus menarik minat pelanggan.

 Kondisi tersebut menjadi latar belakang lahirnya konsep unik yang diusung Nomade and Coffee, sebuah usaha kopi keliling yang mengandalkan gerobak sebagai identitas bisnisnya.

Pelaku usaha muda, Ahrian Festyananda, memilih meninggalkan konsep kedai kopi permanen yang kini banyak bermunculan.

Baca Juga: Jadwal Pencairan PKH dan BPNT Tahap 3 2026 Diprediksi Akhir Juli, Ini Rincian Bantuannya

 Sebaliknya, dia menghadirkan pengalaman menikmati kopi dengan cara yang lebih sederhana melalui gerobak yang dimodifikasi secara menarik dan berkeliling ke berbagai titik keramaian di Kota Blitar.

Menurut Ahrian, persaingan usaha kopi di Kota Blitar saat ini cukup tinggi sehingga diperlukan inovasi agar usaha yang dirintis mampu menemukan pasar tersendiri.

Melalui konsep mobile coffee, dia ingin menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang lebih ramah di kantong masyarakat.

Baca Juga: Pembiayaan UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi, Bank Nusamba Jatim Dukung Program Pemerintah dan Pemberdayaan Usaha Rakyat

"Saya mencoba sedikit mengubah konsep dengan menggunakan gerobak dan menawarkan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.

Sebelum menggunakan gerobak dengan konsep yang lebih matang, Ahrian terlebih dahulu menjajakan produknya secara berkeliling.

 Cara tersebut dilakukan untuk memperkenalkan merek sekaligus mempelajari karakter konsumen di berbagai lokasi.

Pengalaman itu menjadi modal penting untuk menentukan konsep usaha yang dinilai paling sesuai dengan kondisi pasar.

 Selain mampu menghemat biaya operasional dibanding membuka kedai permanen, konsep gerobak juga memberikan fleksibilitas dalam memilih lokasi berjualan.

Ahrian mengaku langkah tersebut merupakan pilihan realistis bagi pelaku usaha yang masih dalam tahap berkembang. 

Baca Juga: Soekarno Coffee Fest Blitar, Wali Kota Mas Ibin: Momen Geliatkan Ekraf, Panggung Kreativitas Barista hingga UMKM Lokal

Dengan biaya operasional yang lebih efisien, dana yang dimiliki dapat difokuskan untuk menjaga kualitas bahan baku dan cita rasa produk.

Di tengah persaingan bisnis kopi yang semakin kompetitif, Ahrian menegaskan dirinya tidak ingin bersaing hanya melalui tampilan tempat atau desain kafe. Baginya, kualitas minuman tetap menjadi faktor utama yang harus dipertahankan.

Ia berharap masyarakat dapat menikmati kopi dengan harga yang lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan kualitas bahan maupun proses penyajiannya.

Baca Juga: Perjuangan Dua Dekade Warga Sumenep Kembangkan UMKM Gula Merah lewat KUR BRI, Simak Kisahnya

"Harapannya, masyarakat bisa membeli dan menikmati kopi dengan harga yang lebih murah. Jadi bukan berarti kami men-downgrade harga atau kualitas," katanya.

Saat ini, Nomade and Coffee masih berfokus menyajikan menu berbahan dasar kopi robusta yang dipadukan dengan susu dan gula aren.

Pilihan tersebut sengaja diambil karena dinilai lebih dekat dengan selera masyarakat sekaligus memiliki cita rasa yang mudah diterima berbagai kalangan.

Baca Juga: Tinjau KDKMP di Blitar, Asrenum Panglima TNI: UMKM hingga Telur Peternak Siap Masuk Rantai Pasok

Nama Nomade and Coffee juga bukan dipilih secara sembarangan. Ahrian menjelaskan, kata "Nomade" diambil dari konsep kehidupan yang identik dengan perjalanan dan petualangan.

Filosofi tersebut kemudian dipadukan dengan produk utama berupa kopi. Melalui konsep itu, Ahrian ingin menyampaikan pesan bahwa menikmati secangkir kopi tidak harus dilakukan di dalam kafe atau tempat tertentu.

"Nomade itu identik dengan petualangan. Jadi, saya ingin membawa konsep bahwa menikmati kopi bisa dilakukan di mana saja. Tidak harus di dalam kafe," jelasnya.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pelaku Usaha hingga April 2026

Konsep tersebut sekaligus menjadi identitas usaha yang membedakan Nomade and Coffee dengan banyak kedai kopi lain yang lebih mengandalkan bangunan permanen sebagai daya tarik utama.

Ke depan, Ahrian berharap usahanya dapat semakin dikenal masyarakat melalui berbagai kegiatan maupun event yang digelar di Kota Blitar.

 Salah satu targetnya adalah dapat berpartisipasi dalam kegiatan Car Free Day (CFD) serta berbagai agenda publik lainnya yang ramai dikunjungi masyarakat.

Baca Juga: ⁠Kehadiran Sistem Cashless Mudahkan Pelaku UMKM: Tak Perlu Repot Menyiapkan Uang Kembalian

Menurutnya, kehadiran di berbagai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan pelanggan sekaligus memperkenalkan konsep Nomade and Coffee kepada lebih banyak penikmat kopi.

"Sebelumnya saya memang sudah keliling berjualan. Semoga nanti bisa ikut CFD dan lebih sering hadir di berbagai event yang ada di Kota Blitar," ungkapnya.

Bagi Ahrian, membangun usaha kopi bukan sekadar menjual minuman. Lebih dari itu, dibutuhkan kemampuan membaca perubahan pasar dan keberanian berinovasi agar mampu bertahan di tengah persaingan bisnis yang terus berkembang.

Baca Juga: Viar EV1 Listrik 2026 Jadi Andalan Baru UMKM! Motor Niaga Elektrik Ini Disebut Paling Tahan Banting untuk Operasional Harian di Indonesia

 Dengan mengusung konsep gerobak keliling, menjaga kualitas produk, serta menawarkan harga yang terjangkau, ia optimistis Nomade and Coffee dapat terus tumbuh dan menjadi salah satu pilihan masyarakat Kota Blitar dalam menikmati secangkir.(*/c1/sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
#Nomade and Coffee #Kedai Kopi Kota Blitar #Kopi Keliling #UMKM kota blitar #Ahrian Festyananda