Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Harus Dekat dengan Rakyat, Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:50 WIB
Presiden Prabowo menegaskan Polri harus dekat dengan rakyat, profesional, serta menegakkan hukum secara adil dalam pidato Hari Bhayangkara ke-80.(Pinterest)
Presiden Prabowo menegaskan Polri harus dekat dengan rakyat, profesional, serta menegakkan hukum secara adil dalam pidato Hari Bhayangkara ke-80.(Pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai institusi yang selalu berpihak kepada masyarakat dalam pidatonya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Melalui tema "Polri untuk Masyarakat", Presiden menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh seluruh anggota Polri.

Dalam pidato yang disampaikan di hadapan jajaran pemerintah, pimpinan lembaga negara, TNI, Polri, serta tamu undangan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Polri memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, keamanan menjadi fondasi utama bagi pembangunan ekonomi, investasi, hingga kesejahteraan masyarakat.

Presiden juga mengingatkan bahwa Polri harus terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menegakkan hukum secara adil tanpa membedakan status sosial maupun kekuatan ekonomi seseorang.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Portugal dan Spanyol Lolos, Ini Jadwal Lengkap Babak 16 Besar

Polri Jadi Pilar Stabilitas Nasional

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh anggota Polri di berbagai daerah. Ia menilai tema "Polri untuk Masyarakat" bukan sekadar slogan, melainkan arah pengabdian yang harus menjadi pedoman setiap insan Bhayangkara.

Menurut Presiden, Indonesia saat ini sedang menjalani berbagai transformasi besar, mulai dari transformasi ekonomi, birokrasi, pendidikan, ketahanan pangan, hingga energi. Seluruh proses tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa situasi keamanan yang kondusif.

Ia menegaskan bahwa tidak akan ada kemakmuran tanpa stabilitas, tidak ada pembangunan tanpa keamanan, serta tidak ada investasi tanpa kepastian hukum. Oleh sebab itu, peran Polri dinilai sangat menentukan dalam menjaga keberlangsungan pembangunan nasional.

Apresiasi untuk Peran Polri di Berbagai Program Nasional

Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri yang selama ini dinilai aktif menjaga keamanan sekaligus mendukung berbagai program pemerintah.

Ia menyoroti keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan, pembangunan gudang penyimpanan hasil panen, pembangunan sumur bor, jembatan, hingga dapur umum untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Polri juga dinilai hadir saat masyarakat menghadapi berbagai bencana alam maupun menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Menurut Presiden, kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa institusi tersebut terus bertransformasi menjadi lebih dekat dengan rakyat.

Tantangan Polri Semakin Kompleks

Meski memberikan apresiasi, Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan semakin berat. Perkembangan teknologi membuat berbagai bentuk kejahatan ikut berubah dan semakin canggih.

Beberapa ancaman yang menjadi perhatian pemerintah di antaranya peredaran narkotika, judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, korupsi, penyelundupan, hingga praktik ekonomi ilegal seperti tambang ilegal dan perkebunan ilegal.

Presiden mengapresiasi keberhasilan Polri bersama berbagai kementerian dan lembaga dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi online, serta menjaga Indonesia tetap terbebas dari insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.

Namun demikian, ia meminta seluruh jajaran kepolisian agar tidak cepat merasa puas karena tantangan keamanan nasional akan terus berkembang.

Baca Juga: Modifikasi Honda Brio RS Facelift 2023 Simpel Tapi Sporty, Spoiler Urban Lite Jadi Sorotan

Tegaskan Hukum Harus Adil

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penegakan hukum di Indonesia. Ia menegaskan bahwa hukum harus menjadi pelindung masyarakat, bukan alat kepentingan kelompok tertentu.

Presiden menolak praktik kriminalisasi, penyalahgunaan wewenang, maupun perlakuan hukum yang tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Menurutnya, seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat kecil harus memperoleh perlindungan, sedangkan siapa pun yang melanggar hukum wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya tanpa pengecualian.

Enam Pesan Presiden untuk Polri

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan enam pesan penting kepada seluruh anggota Polri.

Pertama, menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama institusi kepolisian. Kedua, selalu hadir dan dekat dengan rakyat melalui pelayanan yang cepat dan humanis.

Ketiga, menegakkan hukum secara adil dan berani membela kebenaran. Keempat, terus meningkatkan kompetensi melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan untuk menghadapi tantangan kejahatan modern.

Kelima, memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh, serta seluruh elemen bangsa. Keenam, tidak berhenti melakukan pembenahan internal dengan tetap rendah hati dan terbuka terhadap kritik.

Presiden menutup pidatonya dengan mengajak seluruh anggota Polri menjaga kehormatan institusi sekaligus terus mengabdi kepada bangsa dan negara demi mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
#hari bhayangkara ke-80 #Pidato Presiden #penegakan hukum #Presiden Prabowo #polri