Jual Produk Digital Rp19 Ribu Bisa Untung Rp3 Juta per Hari? Ini 6 Strategi yang Dibagikan Praktisi

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:40 WIB
Jual produk digital bisa jadi peluang cuan besar. Simak 6 strategi lengkap membangun produk, Meta Ads, hingga landing page agar profit maksimal.(Pinterest)
Jual produk digital bisa jadi peluang cuan besar. Simak 6 strategi lengkap membangun produk, Meta Ads, hingga landing page agar profit maksimal.(Pinterest)

JAKARTA – Jual produk digital kini semakin diminati sebagai peluang bisnis dengan modal minim. Seorang praktisi digital marketing membagikan enam strategi yang diklaim mampu membantu pemula meraih keuntungan hingga Rp3 juta per hari hanya dari penjualan produk digital seharga Rp19 ribu.

Dalam pemaparannya, ia mengaku telah membantu banyak orang, mulai dari teman, anggota komunitas, hingga istrinya sendiri, untuk membangun bisnis jual produk digital. Menurutnya, harga murah bukan hambatan selama strategi pemasaran dan iklan dijalankan dengan tepat.

Keberhasilan jual produk digital disebut tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada cara membangun sistem pemasaran yang mampu menjangkau calon pembeli secara efektif.

Baca Juga: Cara Investasi ETF untuk Pemula, Modal Rp16 Ribu per Hari Berpeluang Jadi Rp1 Miliar

Bangun Produk Digital dari Keahlian atau Tren

Langkah pertama yang disarankan adalah membuat produk digital. Ada dua pendekatan yang bisa dipilih, yakni berdasarkan keahlian pribadi atau mengikuti tren yang sedang diminati pasar.

Produk berbasis keahlian dinilai lebih mudah dikembangkan karena pembuat memahami materi secara mendalam. Contohnya membuat ebook tentang teknik olahraga, panduan bisnis, standar operasional kerja (SOP), hingga strategi pemasaran digital.

Sementara itu, bagi yang ingin mengikuti tren, riset dapat dilakukan melalui Facebook Ads Library untuk melihat produk digital yang sedang banyak dipromosikan. Ide tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi ebook atau kursus online dengan bantuan kecerdasan buatan seperti ChatGPT Premium agar materi lebih lengkap dan sistematis.

Konten Iklan Menjadi Penentu Penjualan

Setelah produk selesai dibuat, fokus berikutnya adalah membuat konten iklan. Menurutnya, algoritma Meta Ads kini jauh lebih mengandalkan kualitas materi iklan dibanding sekadar pengaturan audiens.

Ia membagi konten menjadi tiga jenis utama, yaitu hard selling yang langsung menawarkan manfaat produk, konten berbasis impian atau hasil yang ingin dicapai pelanggan, serta konten berbasis rasa takut atau masalah yang sedang dialami calon pembeli.

Ketiga pendekatan tersebut perlu diuji secara bersamaan untuk mengetahui pesan mana yang paling efektif menghasilkan penjualan.

Format video juga lebih direkomendasikan dibanding gambar karena memiliki daya tarik lebih tinggi dan memudahkan proses retargeting terhadap calon pelanggan yang telah menonton sebagian besar isi video.

Landing Page Jadi Filter Calon Pembeli

Praktisi tersebut juga menyarankan agar iklan tidak langsung diarahkan ke WhatsApp. Sebagai gantinya, calon pelanggan lebih dulu diarahkan menuju landing page.

Landing page berfungsi menyaring pengunjung agar yang melanjutkan ke proses pembelian benar-benar memiliki minat tinggi terhadap produk yang ditawarkan.

Isi landing page sebaiknya diawali dengan masalah yang dialami calon pelanggan, kemudian menampilkan solusi melalui produk digital, dilengkapi bukti keberhasilan berupa testimoni maupun hasil yang pernah dicapai pengguna sebelumnya.

Bagian akhir landing page diisi penjelasan lengkap mengenai isi produk beserta tombol pembelian yang mudah diakses.

Baca Juga: Investasi ETF untuk Pemula: Modal Rp16 Ribu per Hari Diklaim Bisa Jadi Rp1 Miliar, Ini Penjelasannya

Optimalkan Pixel dan Meta Ads

Agar iklan bekerja lebih efektif, pemasangan Meta Pixel dan Conversion API menjadi langkah penting. Kedua fitur tersebut membantu sistem Meta membaca perilaku pengunjung sehingga iklan dapat ditampilkan kepada audiens yang memiliki potensi membeli lebih tinggi.

Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas Event Match Quality di atas angka delapan agar proses pelacakan data berjalan optimal.

Dalam penyusunan kampanye, konten hard selling, dream, dan pain dipisahkan ke dalam ad set berbeda sehingga performa masing-masing lebih mudah dievaluasi.

Evaluasi Iklan Jadi Kunci Profit

Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi rutin terhadap performa iklan. Hasil kampanye dibagi menjadi tiga kondisi, yakni rugi, untung tipis, dan profit maksimal.

Jika iklan mengalami kerugian, kampanye disarankan dihentikan sementara untuk mencari materi iklan yang menghasilkan checkout. Konten tersebut kemudian dijalankan kembali dengan anggaran baru.

Apabila sudah mencapai kondisi untung tipis, strategi berikutnya adalah memperbanyak variasi konten berdasarkan iklan yang paling berhasil. Mulai dari mengubah visual, memperkuat pesan, hingga mengembangkan sudut pandang promosi yang serupa.

Menurutnya, proses evaluasi dan pengembangan konten secara konsisten menjadi faktor utama yang membedakan bisnis yang stagnan dengan bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan jutaan rupiah setiap hari.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Jordan Digital
jual produk digital Meta Ads landing page Produk Digital bisnis digital