Siswa SMK Ini Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan dari Bisnis Sayur, Kisahnya Viral dan Bikin Salut

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siswa SMK bisnis sayur bernama Muhammad Alfa Priandito sukses meraih omzet lebih dari Rp100 juta per bulan sambil membantu petani di Gunungkidul.(Pinterest)
Siswa SMK bisnis sayur bernama Muhammad Alfa Priandito sukses meraih omzet lebih dari Rp100 juta per bulan sambil membantu petani di Gunungkidul.(ScYoutube)

JAKARTA – Siswa SMK bisnis sayur menjadi sorotan setelah kisah Muhammad Alfa Priandito viral di media sosial. Di usia 17 tahun, pelajar kelas 12 jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Al Hikmah Gubuk Rubuh, Gunungkidul, Yogyakarta, itu berhasil membangun usaha distribusi hasil pertanian dengan omzet rata-rata lebih dari Rp100 juta per bulan.

Kesuksesan siswa SMK bisnis sayur tersebut tidak diraih secara instan. Alfa mengaku sudah terbiasa berjualan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Berawal dari menjajakan jajanan pasar, kini ia dipercaya puluhan petani untuk memasarkan hasil panen ke berbagai pasar tradisional di Yogyakarta.

Bahkan, pada masa panen melimpah, omzet usahanya pernah menyentuh Rp150 juta per bulan dengan pendapatan harian mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta. Meski kini omzet mengalami penurunan akibat cuaca, bisnisnya tetap berjalan stabil di kisaran Rp60 juta hingga Rp90 juta per bulan.

Baca Juga: Cara Jualan Produk Digital di Link ID, Modal HP Bisa Raup Penghasilan Jutaan, Cocok untuk Pemula

Berawal dari Membantu Orang Tua Berjualan

Alfa menceritakan bahwa semangat berwirausaha berasal dari didikan kedua orang tuanya yang sejak lama berdagang di pasar.

Saat pandemi Covid-19, ayahnya kesulitan memperoleh pasokan sayuran. Dari situlah muncul ide mencari petani lokal yang belum memiliki pembeli.

Ia kemudian mendatangi satu per satu petani di wilayah Gunungkidul untuk membeli hasil panen, lalu memasarkannya kembali ke pedagang di pasar.

Awalnya, Alfa juga berjualan jamur tiram menggunakan sepeda motor. Setiap pulang sekolah, ia membawa hasil panen menuju Pasar Wonosari untuk ditawarkan kepada pedagang.

Seiring waktu, jumlah pelanggan terus bertambah hingga banyak pedagang yang langsung memesan melalui WhatsApp.

Menjadi Penghubung Petani dan Pasar

Saat ini Alfa tidak hanya menjual jamur tiram, tetapi juga berbagai komoditas hortikultura seperti gambas atau oyong, timun, pare, cabai, dan terong.

Ia berperan sebagai penghubung antara petani dan pedagang pasar. Bahkan banyak petani yang kini langsung menawarkan hasil panennya kepada Alfa karena sudah mengenal sistem kerja yang dijalankannya.

Distribusi sayuran dilakukan ke sejumlah pasar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Pasar Wonosari, Prambanan, Muntilan, hingga beberapa pasar lainnya.

Selain membeli hasil panen, Alfa juga mulai membantu petani dengan menyediakan modal tanam agar produksi tetap terjaga.

Pernah Diejek karena Jual Sayur

Di balik keberhasilannya, Alfa mengaku pernah menjadi bahan ejekan teman-temannya.

Saat masih mengantar jamur menggunakan sepeda motor, ia sering dipanggil "tukang jamur" atau "tukang sayur" ketika bertemu teman sekolah maupun saat berangkat latihan futsal.

Namun, ejekan tersebut justru dijadikan motivasi untuk terus berkembang.

Menurutnya, rasa malu hanya akan menghambat seseorang untuk maju, selama pekerjaan yang dilakukan tidak merugikan orang lain.

Ia pun membagikan pesan yang selalu diingat dari orang tuanya, yakni agar tidak gengsi dalam mencari rezeki dengan cara yang halal.

Baca Juga: Instrumen Investasi Terbaik untuk Pensiun 2026, Deposito hingga Bitcoin Diranking, Mana Paling Cuan?

Ingin Membuka Lebih Banyak Lapangan Kerja

Selain fokus mengembangkan bisnis, Alfa juga memiliki target memperluas jaringan petani binaan yang saat ini berjumlah belasan orang.

Ia bahkan menyiapkan proyek distribusi puluhan ton gambas setiap bulan sebagai langkah memperbesar skala usahanya.

Meski masih berstatus pelajar, Alfa telah memiliki karyawan yang membantu operasional dan pengelolaan keuangan bisnis.

Ia juga pernah meraih penghargaan Wirausahawan Belia tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya di dunia usaha.

Setelah lulus SMK, Alfa berencana melanjutkan kuliah sambil tetap mengembangkan bisnis pertanian dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Bagi Alfa, kesuksesan bukan hanya soal memiliki penghasilan besar, melainkan mampu menciptakan pekerjaan bagi orang lain sekaligus membantu para petani kecil memperoleh penghasilan yang lebih layak.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Pecah Telur
wirausaha muda Muhammad Alfa Priandito bisnis sayur petani Gunungkidul siswa SMK bisnis sayur