JAKARTA – Marketing funnel menjadi strategi yang wajib dipahami pelaku usaha yang ingin meningkatkan penjualan secara berkelanjutan. Konsep ini tidak hanya berfokus pada cara menjual produk, tetapi juga membangun hubungan dengan pelanggan sejak pertama kali mengenal sebuah brand hingga akhirnya merekomendasikannya kepada orang lain.
Banyak pelaku bisnis masih menganggap pemasaran hanya sebatas memperkenalkan produk melalui berbagai platform dan berharap konsumen langsung melakukan pembelian. Padahal, menurut konsep marketing funnel, keputusan membeli merupakan hasil dari serangkaian proses yang harus dilalui pelanggan sebelum akhirnya percaya terhadap sebuah merek.
Dalam dunia digital marketing, marketing funnel terdiri dari lima tahapan utama, yaitu awareness, consideration, conversion, loyalty, dan advocacy. Masing-masing memiliki strategi berbeda sehingga tidak bisa diperlakukan dengan pendekatan yang sama.
Baca Juga: Siswa SMK Ini Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan dari Bisnis Sayur, Kisahnya Viral dan Bikin Salut
Awareness Jadi Langkah Pertama Membangun Brand
Tahap pertama dalam marketing funnel adalah awareness, yaitu membangun kesadaran calon pelanggan terhadap keberadaan sebuah brand.
Pada fase ini, tujuan utama bukan menjual produk, melainkan memperkenalkan identitas bisnis kepada sebanyak mungkin orang. Strategi yang umum digunakan antara lain membuat konten edukatif di media sosial, memasang iklan digital, hingga membangun citra merek melalui berbagai kanal pemasaran.
Ibarat sebuah perkenalan, brand perlu memberi tahu siapa mereka, apa yang ditawarkan, dan mengapa layak diperhatikan. Langkah ini dinilai lebih efektif dibanding langsung menawarkan diskon atau mengajak konsumen membeli produk.
Karena berada di bagian paling atas corong pemasaran, tahap awareness menjangkau audiens dalam jumlah besar. Namun, hanya sebagian kecil yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya.
Consideration, Saat Konsumen Mulai Membandingkan
Setelah mengenal brand, pelanggan akan memasuki tahap consideration. Pada fase ini mereka mulai mencari informasi lebih dalam mengenai produk yang ditawarkan.
Calon konsumen biasanya mengunjungi website resmi, marketplace, atau media sosial untuk membandingkan harga, fitur, manfaat, hingga ulasan pengguna lain.
Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menghadirkan informasi yang lengkap serta mampu menjawab kebutuhan atau masalah yang sedang dihadapi calon pelanggan.
Strategi pada tahap ini lebih menitikberatkan pada manfaat produk dibanding sekadar promosi harga.
Conversion Tidak Hanya Soal Diskon
Tahap ketiga adalah conversion, yakni ketika calon pelanggan akhirnya memutuskan melakukan pembelian.
Meski promosi tetap menjadi faktor penting, pengalaman berbelanja dinilai memiliki pengaruh besar terhadap tingkat konversi. Salah satu strategi yang kini banyak diterapkan adalah mengarahkan calon pelanggan langsung ke layanan pelanggan melalui WhatsApp Business.
Melalui komunikasi langsung dengan customer service, bisnis dapat mengetahui alasan calon pembeli masih ragu sehingga keberatan tersebut bisa dijawab secara cepat.
Pendekatan ini juga dinilai mampu meningkatkan peluang transaksi karena pelanggan memperoleh informasi yang lebih personal dibanding hanya membaca deskripsi produk.
Selain itu, penggunaan fitur retargeting pada iklan digital memungkinkan bisnis menampilkan promosi khusus kepada orang yang sebelumnya sudah menunjukkan ketertarikan terhadap produk.
Baca Juga: Cara Jual Produk Digital untuk Pemula, Praktisi Ungkap Strategi Raih Omzet Rp3 Juta per Hari
Loyalitas Pelanggan Harus Terus Dijaga
Setelah berhasil mendapatkan pembeli, pekerjaan belum selesai. Tahap berikutnya adalah loyalty, yaitu menjaga hubungan agar pelanggan kembali melakukan pembelian.
Strategi yang biasa diterapkan meliputi email marketing, pemberian promo khusus pelanggan lama, hingga membangun komunikasi secara rutin melalui database pelanggan.
Konsep Customer Relationship Management (CRM) menjadi bagian penting dalam fase ini karena membantu bisnis mempertahankan pelanggan sekaligus meningkatkan nilai transaksi dalam jangka panjang.
Advocacy, Promosi Gratis dari Pelanggan
Tahapan terakhir dalam marketing funnel adalah advocacy, yaitu ketika pelanggan dengan sukarela merekomendasikan produk kepada keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Kondisi ini dianggap sebagai pencapaian tertinggi dalam strategi pemasaran karena promosi dilakukan langsung oleh pelanggan tanpa biaya iklan tambahan.
Untuk mencapainya, bisnis harus mampu memberikan pengalaman yang memuaskan, baik dari sisi kualitas produk maupun pelayanan. Program referral, member get member, hingga promo pembelian bersama juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong pelanggan mengajak orang lain menggunakan produk yang sama.
Dengan memahami seluruh tahapan marketing funnel secara menyeluruh, pelaku usaha tidak lagi hanya berfokus menjual produk, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Strategi tersebut dinilai mampu menciptakan pertumbuhan bisnis yang lebih stabil sekaligus meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan digital.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Raymond chin