5 Tahapan Marketing Funnel yang Wajib Dikuasai, Rahasia Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Marketing funnel membantu bisnis meningkatkan penjualan melalui lima tahapan, mulai dari awareness hingga advocacy. Simak strategi lengkapnya di sini.(Pinterest)
Marketing funnel membantu bisnis meningkatkan penjualan melalui lima tahapan, mulai dari awareness hingga advocacy. Simak strategi lengkapnya di sini.(Pinterest)

JAKARTA – Marketing funnel menjadi salah satu konsep dasar yang wajib dipahami oleh setiap pelaku usaha, khususnya mereka yang ingin mengembangkan bisnis secara digital. Strategi ini tidak hanya berfokus pada bagaimana mendapatkan pembeli, tetapi juga mengubah calon pelanggan menjadi pelanggan setia yang bersedia merekomendasikan produk kepada orang lain.

Masih banyak pemilik bisnis yang menganggap pemasaran hanya sebatas memasang iklan di media sosial atau marketplace. Padahal, konsumen umumnya tidak langsung membeli produk ketika pertama kali melihat sebuah iklan. Di sinilah marketing funnel berfungsi sebagai peta perjalanan pelanggan mulai dari mengenal sebuah brand hingga melakukan pembelian berulang.

Penerapan marketing funnel yang tepat dapat membantu pelaku usaha menyusun strategi pemasaran secara lebih efektif. Setiap tahap memiliki tujuan berbeda sehingga pendekatan yang digunakan pun tidak bisa disamakan.

Baca Juga: Kisah Muhammad Alfa, Siswa SMK yang Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan dari Bisnis Sayur dan Jamur

Awareness, Bangun Kesadaran Sebelum Menjual

Tahap pertama dalam marketing funnel adalah awareness. Pada fase ini, tujuan utama bisnis adalah memperkenalkan brand kepada sebanyak mungkin calon pelanggan.

Alih-alih langsung menawarkan produk atau memberikan diskon besar, pelaku usaha sebaiknya membangun kedekatan terlebih dahulu melalui konten edukatif, informasi yang bermanfaat, maupun cerita mengenai nilai yang dimiliki brand.

Media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga iklan digital menjadi saluran yang efektif untuk menjangkau audiens dalam jumlah besar. Meski sebagian besar orang belum tentu membeli, mereka setidaknya mulai mengenal keberadaan brand tersebut.

Consideration, Saat Konsumen Mulai Mencari Informasi

Setelah mengenal sebuah merek, sebagian calon pelanggan akan masuk ke tahap consideration. Pada fase ini mereka mulai mempertimbangkan apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka.

Biasanya konsumen akan membuka website, marketplace, atau media sosial untuk membaca deskripsi produk, melihat harga, membandingkan fitur, hingga mencari ulasan dari pengguna lain.

Karena itu, bisnis harus mampu menjelaskan manfaat produk secara jelas dan menunjukkan bagaimana produk tersebut mampu menyelesaikan masalah pelanggan. Strategi pada tahap ini lebih mengutamakan edukasi dibanding promosi.

Conversion Bukan Hanya Soal Harga Murah

Tahap ketiga adalah conversion, yaitu saat calon pelanggan memutuskan melakukan pembelian.

Untuk meningkatkan tingkat konversi, bisnis dapat memanfaatkan berbagai strategi seperti pemberian promo, retargeting iklan, maupun mengarahkan pelanggan langsung ke layanan customer service melalui WhatsApp Business.

Komunikasi secara langsung memungkinkan pelanggan mengajukan pertanyaan sebelum membeli sehingga keraguan mereka dapat segera dijawab. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan informasi yang tersedia di website atau marketplace.

Selain itu, fitur retargeting juga dapat dimanfaatkan untuk menampilkan iklan khusus kepada orang-orang yang sebelumnya sudah pernah melihat produk, tetapi belum menyelesaikan transaksi.

Loyalitas Pelanggan Menentukan Pertumbuhan Bisnis

Banyak pelaku usaha menganggap proses pemasaran selesai setelah pelanggan membeli produk. Padahal, tahap berikutnya justru sangat menentukan pertumbuhan bisnis, yaitu loyalty.

Pada fase ini, bisnis perlu menjaga hubungan dengan pelanggan melalui berbagai cara, seperti email marketing, program loyalitas, pemberian promo eksklusif, hingga komunikasi rutin melalui database pelanggan.

Strategi Customer Relationship Management (CRM) menjadi bagian penting karena membantu bisnis mempertahankan pelanggan agar terus melakukan pembelian berulang.

Baca Juga: Siswa SMK Ini Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan dari Bisnis Sayur, Kisahnya Viral dan Bikin Salut

Advocacy Jadi Promosi Paling Efektif

Tahap terakhir dalam marketing funnel adalah advocacy, yaitu ketika pelanggan dengan sukarela merekomendasikan produk kepada orang lain.

Pelanggan yang puas akan menjadi media promosi paling efektif karena rekomendasi dari pengalaman pribadi biasanya lebih dipercaya dibanding iklan.

Untuk mencapai tahap ini, bisnis harus memastikan kualitas produk tetap terjaga, pelayanan memuaskan, serta memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan. Program referral, member get member, hingga bonus bagi pelanggan yang berhasil mengajak pengguna baru juga dapat menjadi strategi pendukung.

Dengan memahami lima tahapan marketing funnel, pelaku usaha dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih terarah. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan peluang penjualan, tetapi juga membantu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan sehingga bisnis memiliki peluang berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Raymond chin
marketing funnel Customer Journey digital marketing bisnis online strategi marketing