JAKARTA - PKH Agustus 2026 belum cair bagi sebagian keluarga penerima manfaat (KPM). Kondisi tersebut tidak langsung menunjukkan bantuan gagal disalurkan. Berdasarkan informasi dalam video, pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3 masih berlangsung secara bertahap hingga September 2026.
PKH Agustus 2026 merupakan bagian dari penyaluran tahap 3 yang mencakup Juli, Agustus, dan September. Karena penyaluran dilakukan secara bertahap, waktu masuknya bantuan kepada setiap KPM dapat berbeda.
Bagi penerima yang masih menunggu, status kepesertaan dapat diperiksa melalui ponsel. Pengecekan dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos atau laman resmi Kemensos dengan memasukkan NIK sesuai data kependudukan.
Baca Juga: Gempa NTT M 7,7 Picu 2.119 Gempa Susulan, Pakar Ungkap Kapan Mereda
Cara Cek Status PKH Lewat HP
Pengecekan melalui aplikasi dapat dimulai dengan mengunduh Cek Bansos melalui Play Store atau App Store. Setelah aplikasi terpasang, penerima dapat membuka menu cek bansos.
Selanjutnya, masukkan NIK KTP sesuai data kependudukan. Penerima kemudian perlu mengisi kode verifikasi sebelum memilih menu pencarian data.
Hasil pencarian akan memberikan sejumlah informasi mengenai status penerima. Data yang ditampilkan antara lain identitas penerima, jenis bantuan, status penerima, dan periode penyaluran.
Pengecekan juga tersedia melalui laman resmi Kemensos. Penerima cukup memasukkan NIK KTP dan kode captcha yang tersedia pada halaman tersebut, kemudian melakukan pencarian.
Informasi yang muncul dapat mencakup nama penerima, kelompok desil, status bantuan, serta jenis bansos yang akan diterima. Dengan cara tersebut, KPM dapat mengetahui apakah namanya masih tercatat dalam data penerima.
Jika PKH Belum Cair, Lakukan Langkah Ini
KPM yang namanya masih tercatat tetapi bantuan belum diterima tidak perlu langsung panik. Status bansos dapat diperiksa kembali secara berkala melalui aplikasi maupun situs resmi Kemensos.
Penerima juga dapat menghubungi pendamping sosial di wilayah tempat tinggal. Jika masih membutuhkan kepastian mengenai data penerima, KPM dapat mendatangi kantor desa atau kelurahan.
Hal lain yang perlu diperiksa adalah data kependudukan. Pastikan informasi pada data penerima sesuai dengan KTP, termasuk perubahan data keluarga yang mungkin belum diperbarui.
Di tengah proses penyaluran, pemerintah juga mengingatkan KPM agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya. Dalam transkrip video disebutkan Menteri Sosial Saifulah Yusuf atau Gus Ipul memberikan edukasi kepada penerima mengenai penggunaan bansos.
Peringatan tersebut disampaikan setelah evaluasi penyaluran Triwulan 2 2026 oleh PPATK. Dalam materi video disebutkan lebih dari 1 juta KPM terindikasi terkait judi online.
Kemensos kemudian meminta pemerintah desa dan kelurahan bersama pendamping sosial melakukan pengecekan langsung di lapangan. Jika terdapat bukti valid bahwa bansos PKH digunakan untuk judi online, pemerintah dapat menghentikan penyaluran bantuan.
Baca Juga: Gempa NTT Hari Ini M 5,6 Terjadi Dini Hari, Pengungsi Berhamburan Keluar Tenda
Langkah tersebut dikaitkan dengan fungsi PKH sebagai bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat. Karena itu, penggunaan bantuan sesuai peruntukan menjadi salah satu hal yang ditekankan.
Bagi masyarakat yang masih menunggu PKH Agustus 2026, pengecekan status menjadi langkah pertama yang dapat dilakukan. Jangan langsung menyimpulkan bantuan gagal cair sebelum memastikan data penerima melalui kanal resmi.
KPM dapat memantau status secara berkala, memastikan NIK dan data keluarga sesuai, serta meminta informasi kepada pendamping sosial atau pemerintah desa dan kelurahan apabila terdapat kendala.
Dengan demikian, penerima memiliki beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum menyimpulkan adanya masalah pada pencairan. Pemantauan melalui kanal resmi juga penting untuk mendapatkan informasi berdasarkan data yang tercatat.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kompas.com