Bermodal Bahan Sederhana, Slime Buatan Anak Bisa Dijual hingga Rp3.000 per Cup

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Bermodal Bahan Sederhana, Slime Buatan Anak Bisa Dijual hingga Rp3.000 per Cup
Bermodal Bahan Sederhana, Slime Buatan Anak Bisa Dijual hingga Rp3.000 per Cup

 JAKARTA – Membuat slime tidak hanya menjadi aktivitas bermain bagi anak-anak. Dengan kreativitas dan bahan yang relatif sederhana, slime juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Dalam sebuah video tutorial, seorang anak memperlihatkan proses membuat slime untuk dijual. Ia menghitung bahan yang digunakan, membuat adonan hingga mendapatkan tekstur yang sesuai, kemudian memasukkannya ke dalam wadah kecil untuk dipasarkan.

Bahan Sederhana Jadi Produk Bernilai Jual

Proses pembuatan slime diawali dengan menyiapkan bahan utama berupa lem. Dalam tutorial tersebut, lem yang digunakan memiliki berat sekitar 878 gram dengan harga Rp19.500.

Baca Juga: TPPO Jadi Ancaman Serius bagi PMI, Imigrasi Blitar Gencarkan Edukasi Pelajar Sejak Dini

Sebagian lem kemudian digunakan sebagai bahan dasar. Setelah itu, ditambahkan sabun mandi cair yang dapat diganti dengan sampo serta essence untuk memberikan aroma.

Seluruh bahan diaduk hingga tercampur rata sebelum activator ditambahkan secara bertahap. Penggunaan activator perlu diperhatikan agar tekstur slime tidak terlalu cepat mengeras.

"Activator sedikit saja, tidak boleh langsung banyak nanti cepat mengeras," ujar pembuat slime dalam video tersebut.

Baca Juga: Matcha Latte Homemade Modal Hemat, Cukup Pakai Satu Sachet dan Susu Full Cream

Tekstur menjadi salah satu faktor penting dalam produk yang akan dijual. Slime diharapkan memiliki tekstur cukup padat dan tidak terlalu lembek agar lebih tahan lama.

Sepuluh Cup Slime Bisa Dijual Rp30 Ribu

Setelah adonan selesai dibuat, slime dibagi ke dalam 10 wadah berukuran kecil. Produk tersebut kemudian siap ditawarkan kepada pembeli.

Dengan harga jual sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per cup, sepuluh wadah slime dapat menghasilkan omzet Rp20.000 hingga Rp30.000.

Jika setiap cup dijual Rp3.000, total uang yang diperoleh mencapai Rp30.000. Sementara jika dipasarkan dengan harga Rp2.000 per cup, hasil penjualannya mencapai Rp20.000.

Namun, angka tersebut merupakan omzet penjualan, bukan keuntungan bersih. Besarnya keuntungan tetap bergantung pada biaya bahan, wadah, pewarna, aroma, serta biaya lain yang digunakan dalam proses produksi.

Baca Juga: Alea Carolina Ungkap Rahasia Bisnis Slime, Berawal dari Modal Rp300 Ribu hingga Miliki Tim 80 Orang

Kreativitas Bisa Jadi Awal Belajar Berwirausaha

Membuat dan menjual slime dapat menjadi salah satu cara sederhana bagi anak untuk mengenal aktivitas kewirausahaan. Dari proses tersebut, anak dapat belajar bahwa sebuah produk membutuhkan bahan, modal, proses produksi, penentuan harga, hingga pemasaran.

Selain kreativitas, kemampuan menghitung biaya dan hasil penjualan juga penting agar usaha dapat berkembang.

Slime yang awalnya hanya menjadi permainan dapat memiliki nilai ekonomi ketika dikemas dengan menarik dan dibuat dengan kualitas yang konsisten. Aktivitas seperti ini juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar bertanggung jawab terhadap produk yang dibuatnya.

Meski demikian, kegiatan berjualan tetap perlu dilakukan dengan pendampingan orang tua. Waktu bermain dan belajar harus tetap menjadi prioritas agar aktivitas usaha tidak mengganggu pendidikan serta perkembangan anak.

Source YouTube Ayuatul Channel

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
usaha bisnis slime usaha slime