Tren Slime Makin Digemari, Original Slime Dibuat dari Campuran Lem Putih dan Clear Glue

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:05 WIB
Tren Slime Makin Digemari, Original Slime Dibuat dari Campuran Lem Putih dan Clear Glue
Tren Slime Makin Digemari, Original Slime Dibuat dari Campuran Lem Putih dan Clear Glue

 JAKARTA – Slime masih menjadi salah satu permainan yang digemari anak-anak karena teksturnya yang elastis, kenyal, dan dapat dibentuk sesuai keinginan. Tidak hanya tersedia di toko maupun online shop, slime juga dapat dibuat sendiri dengan bahan yang relatif sederhana.

Salah satu kreasi yang banyak diperkenalkan melalui media sosial adalah original slime, yang memiliki karakter padat, elastis, dan tidak mudah lengket di tangan.

Original Slime Gunakan Dua Jenis Lem

Dalam sebuah video tutorial, proses pembuatan original slime diperlihatkan menggunakan dua jenis lem sebagai bahan utama, yakni lem putih PVC (Fox) dan clear glue (Povinal).

Baca Juga: TPPO Jadi Ancaman Serius bagi PMI, Imigrasi Blitar Gencarkan Edukasi Pelajar Sejak Dini

Kedua bahan tersebut dicampurkan dengan perbandingan yang sama hingga menyatu secara merata. Proses pencampuran dilakukan menggunakan wadah dan spatula.

Setelah campuran lem menyatu, bahan pengaktif atau slime activator ditambahkan secara bertahap sambil terus diaduk.

Penambahan activator dilakukan sedikit demi sedikit hingga adonan berubah menjadi gumpalan slime dan tidak lagi terlalu lengket.

Baca Juga: Es Matcha Latte Modal Murah Bisa Dijual Rp7.000, Cocok Jadi Ide Usaha Minuman Kekinian

Tekstur Menjadi Faktor Penting

Kualitas slime dapat dilihat dari teksturnya. Dalam video tersebut, slime yang telah selesai dibuat memiliki karakter stretchy, cukup padat, dan tidak mudah menempel pada tangan.

Slime kemudian didiamkan selama beberapa hari sebelum digunakan. Setelah melalui proses tersebut, teksturnya disebut menjadi lebih baik dan nyaman dimainkan.

Ketika ditekan atau ditarik, slime dapat kembali berubah bentuk secara perlahan. Karakter elastis tersebut menjadi salah satu alasan slime banyak diminati sebagai permainan sensorik.

Bukan Sekadar Mainan

Popularitas slime tidak hanya muncul karena bentuk dan warnanya yang menarik. Aktivitas bermain slime juga memberikan pengalaman sensorik melalui tekstur yang kenyal, elastis, dan dapat diregangkan.

Di sisi lain, tren slime di media sosial turut mendorong munculnya berbagai kreasi baru. Pembuat konten dapat mengembangkan slime dengan karakter, warna, dan tekstur berbeda sesuai permintaan penonton.

Baca Juga: Es Kental Matcha Viral di TikTok, Modal Ekonomis dengan Rasa Creamy Cocok untuk Jualan

Hal tersebut membuat slime tidak hanya menjadi produk permainan, tetapi juga bagian dari tren kreativitas di kalangan anak dan remaja.

Media Sosial Ikut Mendorong Tren Slime

Berbagai tutorial pembuatan slime banyak ditemukan di platform seperti YouTube dan media sosial lainnya. Konten tersebut membuat proses pembuatan dan kreasi slime semakin dikenal masyarakat.

Penonton juga dapat memberikan permintaan mengenai jenis slime yang ingin dibuat pada kolom komentar. Dari interaksi tersebut, kreator kemudian dapat mengembangkan variasi baru sesuai minat audiens.

Tren tersebut menunjukkan bagaimana permainan sederhana dapat berkembang menjadi konten kreatif yang memiliki komunitas tersendiri di media sosial.

Meski demikian, pembuatan slime sebaiknya tetap dilakukan dengan pendampingan orang dewasa, terutama ketika menggunakan bahan kimia atau produk yang tidak ditujukan untuk kontak langsung dengan kulit. Anak juga perlu mencuci tangan setelah bermain dan menghindari memasukkan slime ke mulut.

Source YouTube Heri Merry

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
slime lentur