Usaha Pisang Lumer Modal Rp8 Juta, Balik Modal Disebut Sekitar Sebulan

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:05 WIB
Usaha pisang lumer Raja Pisang Lumer bermodal sekitar Rp8 juta dan disebut balik modal sekitar sebulan dengan beragam pilihan topping.
Usaha pisang lumer Raja Pisang Lumer bermodal sekitar Rp8 juta dan disebut balik modal sekitar sebulan dengan beragam pilihan topping.

 

JAKARTA - Usaha pisang lumer Raja Pisang Lumer di Cipinang Muara 2, Jakarta Timur, menjadi salah satu contoh usaha makanan dengan modal yang relatif terjangkau. Pemiliknya, Wafa, menyebut modal yang dikeluarkan untuk menyiapkan usaha tersebut sekitar Rp8 juta, termasuk gerobak dan berbagai kebutuhan usaha.
Raja Pisang Lumer telah berjalan sekitar tiga bulan. Dalam perjalanannya, usaha tersebut mengalami peningkatan produksi dibandingkan masa awal berjualan. Wafa menyebut pada awal usaha, produksi pisang lumer berada di kisaran 3 kilogram. Kini, jumlah adonan yang dibuat bisa mencapai beberapa kilogram dalam sehari.

Baca Juga: Daihatsu Grand Max 2026 Tetap Jadi Andalan Pelaku Usaha, Harga Diprediksi Mulai Rp175 Juta


Bahan yang digunakan untuk membuat adonan antara lain tepung terigu, tepung maizena, tepung beras, soda kue, baking powder, vanili, garam, gula, serta air dingin. Adonan kemudian dibagi sesuai jenis bahan yang digunakan. Untuk pisang, adonan diberi tambahan madu dan wijen hitam.
Penggunaan air dingin menjadi salah satu tips yang diterapkan Wafa. Menurut dia, air dingin membantu menghasilkan tekstur gorengan yang lebih renyah. Air juga tidak dituangkan sekaligus, melainkan secara perlahan sambil melihat tingkat kekentalan adonan.

Baca Juga: Daihatsu Grand Max 2026 Disebut Makin Modern, Harga Diperkirakan Mulai Rp190 Juta


Wafa juga menjelaskan bahwa mentega dicairkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam adonan. Cara tersebut dilakukan agar mentega lebih mudah menyatu dan tercampur rata dengan adonan.
Bahan utama yang digunakan cukup beragam. Selain pisang, Raja Pisang Lumer menyediakan nangka dan tape. Tape yang digunakan didatangkan dari Bogor. Wafa memilih tape dengan tekstur yang lebih kering dan rasa yang cenderung manis sehingga tidak mudah mengeluarkan cairan ketika digoreng.
Untuk pisang, bahan yang sudah dipotong tidak dibiarkan terlalu lama. Wafa menyebut bahan yang sudah dipotong sebaiknya segera digoreng, sekitar tiga jam, karena pisang maupun nangka dapat mengeluarkan cairan setelah dipotong dan keluar dari tempat penyimpanan.

Baca Juga: Daihatsu Grand Max Tetap Jadi Andalan Pelaku Usaha, Ini Keunggulan Mesin dan Kabinnya


Keju juga menjadi salah satu topping yang digunakan. Wafa memilih Prochiz setelah sebelumnya mencoba merek lain. Menurut pengalaman yang disampaikan dalam video, pilihan tersebut dinilai lebih baik dari sisi aroma, warna, rasa, dan tampilan.
Pilihan topping di Raja Pisang Lumer cukup beragam, mulai dari Nutella, pistachio, matcha, Kat Buri, tiramisu, hingga keju. Namun, Wafa menegaskan fokus usahanya bukan semata-mata pada banyaknya topping. Ia justru ingin memastikan rasa dan tekstur gorengan tetap enak, termasuk menu original tanpa topping.

Baca Juga: Daihatsu Grand Max Minibus 2026 Diprediksi Tetap Jadi Andalan, Harga Mulai Rp200 Jutaan

 

Dalam sehari, kebutuhan minyak juga cukup besar. Wafa menyebut penggunaan minyak bisa mencapai sekitar 17 liter per hari karena minyak terus digunakan selama operasional. Gas yang digunakan juga disebut bisa mencapai dua tabung dalam sehari.
Dari sisi penjualan, Wafa mengatakan pembeli biasanya mulai ramai pada sore hari, terutama sekitar pukul 16.00 hingga setelah magrib. Saat cuaca hujan, penghasilan yang disebut dalam video berada di kisaran Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta. Sementara rata-rata penghasilan yang disampaikan berada di kisaran Rp2,5 juta.

Baca Juga: Daihatsu Grand Max Minibus 2026 Diprediksi Tetap Jadi Andalan, Harga Mulai Rp200 Jutaan

 

Usaha tersebut juga disebut telah balik modal. Ketika ditanya mengenai waktu balik modal, Wafa menyebut sekitar satu bulan. Meski demikian, ia tidak ingin terburu-buru membuka kemitraan sebelum kualitas produk benar-benar stabil.
Harga produk Raja Pisang Lumer bervariasi berdasarkan topping. Menu keju dan tiramisu dibanderol Rp20 ribu, Nutella Rp25 ribu, pistachio Rp30 ribu, sedangkan topping tambahan dikenakan Rp5 ribu. Produk juga dapat dicampur dengan beberapa pilihan bahan sesuai permintaan pembeli.
Raja Pisang Lumer berlokasi di Cipinang Muara 2, Jakarta Timur. Usaha ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 22.00. Bagi Wafa, menjaga kualitas menjadi prioritas sembari menjalankan usaha secara bertahap. Ia juga memiliki harapan agar usaha tersebut nantinya bisa berkembang dan membuka cabang di berbagai tempat.

Baca Juga: Suzuki New Carry Pickup 2026 Andalkan Mesin K15B, Harga Mulai Rp170,7 Juta

Course: YouTube @AdienH

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Usaha Modal Kecil #Usaha Pisang Lumer #Raja Pisang Lumer #Cipinang Muara #Bisnis Kuliner