JAKARTA - Desil bansos menjadi salah satu informasi yang perlu diketahui masyarakat untuk memahami posisi kesejahteraan keluarga dalam data pemerintah. Pengelompokan tersebut berkaitan dengan tingkat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang digunakan dalam penentuan sasaran bantuan sosial.
Desil bansos membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Dalam penjelasan pada kanal YouTube Yukata ID, desil 1 sampai 4 disebut sebagai kelompok yang menjadi prioritas penerima bansos reguler, sedangkan desil 6 sampai 10 berada pada kelompok yang tidak diprioritaskan.
Masyarakat bisa mengetahui posisi desil melalui situs Cek Bansos dengan menggunakan NIK kepala keluarga. Hasil pencarian juga dapat memperlihatkan informasi mengenai status penerimaan sejumlah program bantuan.
Baca Juga: Cek Desil Bansos Lewat HP, NIK KTP Bisa Dicek Tanpa Instal Aplikasi
Cara Mengetahui Desil di Cek Bansos
Pengecekan dapat dilakukan melalui browser di ponsel maupun komputer. Masyarakat dapat membuka Google Chrome, kemudian mencari situs Cek Bansos atau langsung mengakses laman resmi cekbansos.go.id.
Setelah masuk ke laman tersebut, pengguna perlu memasukkan NIK kepala keluarga pada kolom yang tersedia. Selanjutnya, masukkan kode captcha sesuai dengan gambar yang ditampilkan sistem.
Jika seluruh data sudah diisi, pilih menu “Cari Data”. Sistem kemudian akan memproses pencarian dan menampilkan informasi keluarga yang terdaftar.
Dalam contoh yang ditampilkan Yukata ID, hasil pencarian memperlihatkan nama kepala keluarga, posisi desil, serta status kepesertaan bantuan. Pengguna juga perlu memastikan kode captcha dimasukkan dengan tepat karena kesalahan captcha dapat membuat pencarian gagal.
Apa Arti Desil 1 sampai 10?
Secara sederhana, desil digunakan untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Kelompok desil 1 berada pada tingkat kesejahteraan paling rendah, sementara desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Desil 1 digambarkan sebagai kelompok sangat miskin. Kondisi ekonominya disebut sangat terbatas dan pekerjaan yang dimiliki keluarga bisa tidak tetap atau tidak stabil.
Desil 2 masuk kategori miskin dengan pendapatan rendah serta lebih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Berikutnya, desil 3 disebut sebagai kelompok hampir miskin yang masih berpotensi jatuh miskin ketika menghadapi tekanan seperti kenaikan harga atau kehilangan pekerjaan.
Desil 4 termasuk kelompok rentan miskin. Kondisinya relatif lebih stabil dibanding kelompok sebelumnya, tetapi masih dapat terdampak oleh berbagai kondisi ekonomi.
Sementara itu, desil 5 disebut berada di ambang kondisi ekonomi yang lebih aman. Dalam penjelasan video, kelompok ini masih dapat memiliki akses terhadap bantuan tertentu, termasuk bantuan yang berkaitan dengan jaminan kesehatan PBI JK.
Adapun desil 6 sampai 10 disebut sebagai kelompok menengah hingga atas dan tidak diprioritaskan untuk bansos reguler.
Baca Juga: Cara Mengubah Desil Data Bansos, Pahami Dulu Cara Menghitung Nilai Desil
Pendapatan Bukan Satu-satunya Hal yang Perlu Dilihat
Video tersebut juga menampilkan gambaran rentang pendapatan untuk masing-masing kelompok. Desil 1 disebut berada pada pendapatan di bawah Rp400 ribu per bulan.
Desil 2 berada di kisaran Rp480 ribu sampai Rp600 ribu. Desil 3 sekitar Rp600 ribu hingga Rp750 ribu, sedangkan desil 4 berada pada kisaran Rp750 ribu sampai Rp1,1 juta.
Desil 5 disebut berada pada rentang Rp1,1 juta sampai Rp1,8 juta. Sementara pendapatan di atas Rp1,8 juta dalam tabel yang ditampilkan disebut masuk kelompok desil 6 ke atas.
Meski demikian, masyarakat tidak sebaiknya menentukan sendiri status penerima bansos hanya berdasarkan angka pendapatan tersebut. Posisi desil yang tercatat pada sistem menjadi informasi yang lebih relevan untuk mengetahui kondisi data keluarga.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui statusnya, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi Cek Bansos. Pastikan NIK kepala keluarga dan captcha dimasukkan dengan benar sebelum menekan tombol pencarian.
Dengan mengetahui desil bansos, masyarakat dapat memahami posisi keluarganya dalam pengelompokan kesejahteraan sekaligus melihat status bantuan yang tercatat pada sistem.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Yucata id