Cara Menentukan Desil DTSEN, Kenapa Kondisi Ekonomi Bisa Masuk Desil 9?

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 19:55 WIB
Cara menentukan desil DTSEN menggunakan data sosial ekonomi dari berbagai sumber. Simak alasan seseorang bisa masuk desil 9 dan cara memperbarui data.(Pinterest)
Cara menentukan desil DTSEN menggunakan data sosial ekonomi dari berbagai sumber. Simak alasan seseorang bisa masuk desil 9 dan cara memperbarui data.(Pinterest)

JAKARTA - Cara menentukan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian setelah muncul wacana pembatasan pembelian BBM subsidi berdasarkan kelompok kesejahteraan. Masyarakat yang berada di desil 9 dan 10 disebut dalam skema yang beredar sebagai kelompok yang berpotensi terkena pembatasan pembelian Pertalite.

Namun, wacana tersebut belum menjadi kebijakan final. Pemerintah masih membahas mekanisme dan penerapannya. Di tengah pembahasan itu, muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai cara menentukan desil dan mengapa seseorang bisa berada di kelompok desil tinggi meskipun merasa kondisi ekonominya biasa saja.

Salah satu contoh datang dari IPH, warga Sragen, Jawa Tengah. Ia mengaku terkejut setelah mengetahui dirinya berada di desil 9. Padahal, menurut keterangannya, penghasilannya berada di kisaran UMR, tinggal di rumah sederhana, dan menggunakan listrik 900 VA.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa memahami cara menentukan desil tidak cukup hanya dengan melihat jumlah penghasilan bulanan. Sistem desil menggunakan gambaran kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih luas.

Baca Juga: Cara Cek Desil Lewat HP Tanpa Ribet, Cukup Masukkan NIK

Cara Menentukan Desil dalam DTSEN

Kepala BPS Jawa Barat Margareta Ari Anggorowati menjelaskan bahwa desil bukan indikator yang menunjukkan besaran penghasilan seseorang. Desil menggambarkan posisi relatif kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya.

Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 kelompok atau desil. Posisi tersebut ditentukan berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi yang tercermin dalam data yang tersedia.

Cara menentukan desil dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai sumber data. Dalam penjelasan yang terdapat pada materi tersebut, DTSEN menggabungkan data Regsosek, DTKS, dan P3KE. Data kemudian dipadankan dengan sumber lain, termasuk PLN, Pertamina, BPJS Kesehatan, serta administrasi kependudukan.

Karena menggunakan sejumlah indikator dan sumber data, posisi desil tidak bisa disimpulkan hanya dari satu kondisi, seperti gaji atau daya listrik rumah.

Dengan kata lain, seseorang yang merasa memiliki pendapatan tidak terlalu tinggi tetap dapat berada pada desil 9 apabila hasil pemeringkatan menunjukkan posisi kesejahteraan keluarganya relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok keluarga lainnya.

Mengapa Desil Bisa Tidak Sesuai Kondisi Sekarang?

Hal penting lainnya adalah desil bersifat dinamis. Posisi keluarga dapat berubah mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi.

Persoalannya, perubahan tersebut tidak selalu langsung tercatat. Misalnya, seseorang baru mengalami PHK atau mengalami penurunan pendapatan. Kondisi terbaru tersebut belum tentu langsung mengubah posisi desil karena data harus melalui proses pemutakhiran.

DTSEN dirancang untuk terus diperbarui melalui berbagai sumber dan verifikasi lapangan. Karena itu, masyarakat yang merasa data ekonominya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dapat mengajukan pemutakhiran.

Pengajuan pembaruan data dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun kanal yang tersedia untuk pemutakhiran data, termasuk aplikasi Cek Bansos.

Meski demikian, laporan masyarakat tidak otomatis membuat desil berubah. Informasi yang diberikan tetap harus melalui proses verifikasi dan validasi oleh pihak terkait.

Setelah proses tersebut dilakukan dan data kembali diperingkatkan, posisi desil dapat berubah. Hasilnya bisa turun, naik, atau tetap berada pada desil sebelumnya.

Baca Juga: Cara Cek Desil Lewat HP Pakai NIK, Begini Langkah Melihat Hasilnya

Desil dan Wacana Pembatasan BBM Subsidi

Pembahasan mengenai cara menentukan desil menjadi semakin penting karena muncul wacana penggunaan kelompok desil sebagai salah satu dasar pembatasan BBM subsidi.

Informasi yang beredar menyebut masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 berpotensi menjadi sasaran pembatasan pembelian Pertalite. Namun, sampai materi tersebut disampaikan, mekanisme tersebut masih berupa pembahasan dan belum disebut sebagai aturan final.

Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara data desil dengan penilaian langsung terhadap kemampuan ekonomi seseorang. Desil merupakan hasil pemeringkatan relatif berdasarkan data sosial ekonomi keluarga.

Bagi masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak menggambarkan kondisi terbaru, pemutakhiran data menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan. Informasi yang diberikan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya agar proses verifikasi dapat menghasilkan data yang lebih akurat.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kompas.com
desil 10 desil 9 BBM subsidi cara menentukan desil DTSEN