JAKARTA - Cara menentukan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian masyarakat setelah muncul pembahasan mengenai kemungkinan pembatasan pembelian BBM subsidi. Dalam skema yang beredar, kelompok desil 9 dan 10 disebut berpotensi menjadi sasaran pembatasan pembelian Pertalite.
Meski demikian, pembatasan tersebut belum menjadi kebijakan final. Pemerintah masih membahas mekanisme yang akan digunakan. Di sisi lain, masyarakat mulai mempertanyakan cara menentukan desil karena hasil pengelompokan terkadang dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi yang dirasakan sehari-hari.
Salah satu contoh adalah IPH, warga Sragen, Jawa Tengah, yang mengaku masuk desil 9. Ia menyebut penghasilannya berada di sekitar UMR, tinggal di rumah sederhana, dan menggunakan listrik 900 VA. Kondisi tersebut membuatnya mempertanyakan hasil pengelompokan kesejahteraan keluarganya.
Pemahaman mengenai cara menentukan desil menjadi penting karena status tersebut ternyata tidak hanya ditentukan berdasarkan besaran penghasilan.
Baca Juga: Cara Cek Desil Lewat HP Tanpa Ribet, Cukup Masukkan NIK
Desil Menunjukkan Posisi Kesejahteraan
Kepala BPS Jawa Barat Margareta Ari Anggorowati menjelaskan bahwa desil bukan indikator yang menunjukkan jumlah pendapatan seseorang. Desil menggambarkan posisi relatif kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya.
Dalam sistem tersebut, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan, mulai dari desil 1 hingga desil 10. Pengelompokan tersebut menggambarkan posisi relatif kondisi sosial ekonomi keluarga dalam keseluruhan data.
Karena bersifat relatif, hasil desil tidak bisa dibaca seperti angka penghasilan. Seseorang yang memiliki pendapatan tertentu tidak otomatis masuk ke desil tertentu hanya berdasarkan nominal gaji.
Cara menentukan desil dilakukan dengan menggunakan data sosial ekonomi yang berasal dari berbagai sumber. Data yang disebut dalam penjelasan tersebut antara lain Regsosek, DTKS, dan P3KE.
Data tersebut kemudian dipadankan dengan sumber lainnya, seperti data PLN, Pertamina, BPJS Kesehatan, serta administrasi kependudukan. Penggabungan berbagai sumber tersebut digunakan untuk mendapatkan gambaran kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih menyeluruh.
Mengapa Desil Bisa Berubah?
Posisi desil juga tidak bersifat permanen. Kondisi sosial ekonomi keluarga dapat mengalami perubahan sehingga peringkat kesejahteraannya dapat ikut berubah.
Misalnya, seseorang mengalami PHK atau penurunan penghasilan. Perubahan tersebut tidak selalu langsung terlihat dalam data karena membutuhkan proses pemutakhiran dan verifikasi.
Hal inilah yang dapat menyebabkan kondisi ekonomi seseorang saat ini terasa berbeda dengan informasi yang masih tercatat dalam sistem.
DTSEN dirancang agar dapat terus diperbarui melalui berbagai sumber data dan pengecekan lapangan. Dengan proses tersebut, data diharapkan semakin mencerminkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak sesuai dengan keadaan terbaru dapat mengajukan pemutakhiran data. Pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun kanal yang tersedia, termasuk aplikasi Cek Bansos.
Namun, pengajuan tersebut tidak langsung mengubah status desil. Data yang disampaikan tetap harus melewati proses verifikasi dan validasi oleh pihak terkait.
Setelah proses tersebut selesai, data akan kembali dinilai dan diperingkatkan. Hasil akhirnya bisa membuat posisi desil turun, naik, atau tetap berada pada kelompok sebelumnya.
Baca Juga: Cara Cek Desil Lewat HP Pakai NIK, Begini Langkah Melihat Hasilnya
Berkaitan dengan Wacana BBM Subsidi
Perhatian terhadap desil semakin besar karena adanya wacana pemanfaatan data tersebut untuk pembatasan BBM subsidi. Desil 9 dan 10 disebut dalam informasi yang beredar sebagai kelompok yang berpotensi dibatasi dalam pembelian Pertalite.
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa informasi tersebut masih berupa wacana yang sedang dibahas. Belum ada mekanisme final yang dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa seluruh masyarakat desil 9 dan 10 pasti tidak dapat membeli BBM subsidi.
Karena itu, pemahaman mengenai cara menentukan desil juga penting agar masyarakat tidak langsung menyimpulkan bahwa desil tinggi berarti seseorang memiliki penghasilan besar.
Desil merupakan hasil pemeringkatan relatif berdasarkan berbagai data sosial ekonomi. Jika kondisi keluarga sudah berubah tetapi belum tercermin dalam data, masyarakat dapat menempuh proses pemutakhiran dengan memberikan informasi sesuai keadaan sebenarnya.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kompas.com