JAKARTA - Bank Indonesia mendorong penguatan UMKM Indonesia melalui Karya Kreatif Indonesia atau KKI 2026. Ajang tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, mendorong inovasi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM hingga mampu menembus pasar global.
KKI 2026 mengusung tema penguatan sinergi untuk mendorong UMKM agar bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Bank Indonesia menempatkan kolaborasi sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan UMKM agar pelaku usaha dapat terus berkembang dan naik kelas.
Dalam penyelenggaraannya, KKI menghadirkan 550 UMKM secara offline dan 1.300 UMKM secara online. Total terdapat 1.850 UMKM yang terlibat dengan membawa beragam produk unggulan.
Baca Juga: BPN Lahir pada 1988, Berawal dari Perubahan Besar Pengelolaan Agraria
Produk yang ditampilkan mencakup wastra, aksesori, home decor, hingga komoditas seperti kopi, teh, dan cokelat premium. Kehadiran berbagai kategori produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi UMKM kepada pasar yang lebih luas.
Selain pameran produk, KKI juga menghadirkan sejumlah kegiatan untuk mendukung pengembangan usaha. Di antaranya business matching, seminar, talk show, serta area pengembangan UMKM.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia berupaya membangun ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada promosi produk. Pengembangan UMKM juga diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.
Bank Indonesia menyebut pendekatan pengembangan UMKM dilakukan secara menyeluruh. Tahapannya dimulai dari peningkatan kualitas produk dan literasi keuangan. Setelah itu, produk UMKM dikurasi agar memiliki kualitas yang sesuai untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.
Proses berikutnya dilakukan melalui business matching. Kegiatan ini mencakup berbagai kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari akses ekspor, pembiayaan, hingga aspek keuangan.
Bank Indonesia juga memberikan fasilitasi bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar global atau internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk lokal sehingga memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar negeri.
Mendorong UMKM Bangkit dan Berdaya Saing
Pelaksanaan KKI 2026 di Hall A dan B GICC Jakarta diharapkan semakin memperkuat sinergi antara berbagai pihak dalam ekosistem pengembangan UMKM.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong inovasi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Dengan dukungan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkembang dan meningkatkan daya saing.
Program pengembangan yang dilakukan Bank Indonesia juga dikaitkan dengan upaya mendukung program Asta Cita, khususnya dalam mendorong kewirausahaan, pengembangan ekonomi kreatif, serta ekonomi yang berkelanjutan.
Kehadiran KKI menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai peluang pengembangan usaha. Business matching menjadi bagian penting karena membuka kesempatan bagi UMKM untuk mendapatkan akses yang berkaitan dengan ekspor maupun pembiayaan.
Di sisi lain, keberagaman produk yang ditampilkan menunjukkan luasnya sektor UMKM yang dapat dikembangkan. Wastra, aksesori, produk dekorasi rumah, hingga kopi, teh, dan cokelat premium menjadi bagian dari produk yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: BPN Lahir pada 1988, Berawal dari Perubahan Besar Pengelolaan Agraria
Perluas Akses Pasar Global
Bank Indonesia berharap sinergi yang dibangun melalui KKI dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan UMKM Indonesia. Tidak hanya dalam peningkatan kualitas produk, tetapi juga dalam akses pasar dan kemampuan bersaing.
Fasilitasi menuju pasar internasional menjadi salah satu bagian penting dari pendekatan tersebut. UMKM tidak hanya didorong untuk menghasilkan produk, tetapi juga dipersiapkan agar mampu memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas.
Pada akhirnya, penguatan UMKM melalui KKI 2026 diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, akses pembiayaan, dan pasar global menjadi bagian dari arah penguatan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : tvOneNews