Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kejutan Bursa Transfer Persebaya Surabaya: Kadek Raditya Resmi Hengkang, Tiga Pemain Lokal Dicoret Bernardo Tavares

Axsha Zazhika • Senin, 19 Januari 2026 | 13:40 WIB
Kejutan Bursa Transfer Persebaya Surabaya: Kadek Raditya Resmi Hengkang, Tiga Pemain Lokal Dicoret Bernardo Tavares
Kejutan Bursa Transfer Persebaya Surabaya: Kadek Raditya Resmi Hengkang, Tiga Pemain Lokal Dicoret Bernardo Tavares

BLITAR - Kejutan bursa transfer Persebaya Surabaya kembali mengguncang publik sepak bola nasional. Kadek Raditya resmi hengkang dari Persebaya Surabaya pada putaran kedua Super League 2025-2026. Keputusan ini sekaligus menegaskan langkah tegas pelatih Bernardo Tavares yang mencoret tiga pemain lokal dalam proses perombakan skuad Green Force.

Kejutan bursa transfer Persebaya Surabaya ini mencuat pada Sabtu, 17 Januari 2026. Nama Kadek Raditya dipastikan tidak lagi masuk dalam skema permainan Bernardo Tavares untuk menghadapi paruh kedua kompetisi yang diprediksi berlangsung semakin ketat dan kompetitif.

Kejutan bursa transfer Persebaya Surabaya tersebut pertama kali disampaikan oleh akun fanbase @emosijiwaku.com. Dalam unggahannya, fanbase itu menuliskan catatan perjalanan Kadek bersama Green Force: 58 penampilan liga, 4.44 menit bermain, serta satu gol. Unggahan tersebut ditutup dengan kalimat emosional yang langsung dibanjiri komentar dari Bonek.

Profil dan Kontribusi Kadek Raditya

Kadek Raditya Maheswara lahir di Denpasar pada 13 Juni 1999 dan kini berusia 26 tahun. Ia dikenal sebagai bek tengah dengan karakter bermain tenang, memiliki tinggi badan 1,78 meter, serta kaki dominan kanan. Kadek cukup lama menjadi bagian dari rotasi lini belakang Persebaya Surabaya.

Pemain belakang ini resmi bergabung dengan Persebaya pada 1 Juli 2023 dan terakhir memperpanjang kontrak pada 11 Juni 2024. Selama berseragam hijau, Kadek mencatat total 58 penampilan liga dengan kontribusi satu gol. Nilai pasarnya saat ini berada di kisaran Rp2,61 miliar, mencerminkan statusnya sebagai pemain lokal berpengalaman.

Namun memasuki Super League 2025-2026, menit bermain Kadek menurun drastis. Ia hanya tampil tiga kali dengan total 88 menit sepanjang putaran pertama. Meski jarang diturunkan, performanya secara statistik tetap solid. Kadek mencatat akurasi umpan mencapai 90 persen, lima intersep, dua sapuan, dan tiga kali pemulihan bola.

Sinyal Perombakan Skuad Green Force

Keputusan mencoret Kadek Raditya menjadi sinyal kuat perubahan arah Bernardo Tavares dalam menyusun ulang skuad Persebaya Surabaya. Hengkangnya Kadek membuat daftar pemain lokal yang dilepas bertambah menjadi tiga nama dalam fase evaluasi ini.

Dua pemain lokal lain bahkan telah menemukan pelabuhan baru. Rizky Dwi resmi bergabung dengan Garuda Yaksa FC, sementara Rendy Oscario melanjutkan karier bersama Semen Padang. Langkah ini menegaskan bahwa Bernardo tidak ragu melakukan perombakan demi meningkatkan daya saing tim.

Proyek Tertunda Bernardo Tavares Akhirnya Terwujud

Di tengah kabar perombakan skuad, Persebaya Surabaya juga diselimuti kabar positif. Proyek tertunda Bernardo Tavares akhirnya menemukan muara. Nama Pedro Matos dikabarkan mendarat di Surabaya untuk memperkuat lini tengah Green Force.

Pedro Matos bukan nama asing bagi Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu sebelumnya secara terbuka mengakui ketertarikannya pada gelandang tersebut saat masih melatih PSM Makassar. Namun kala itu, Pedro Matos lebih memilih bergabung dengan Semen Padang.

“Saya cukup terkejut. Sebelumnya saya ingin merekrut Pedro Matos, tetapi dia lebih memilih Semen Padang,” ujar Bernardo pada Agustus 2025 lalu.

Rekam Jejak Pedro Matos

Pedro Matos dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan tinggi badan 175 cm dan karakter bermain disiplin. Ia meniti karier di Portugal sejak usia muda dan memiliki pengalaman kompetitif yang matang. Musim terakhirnya dijalani bersama AD Sanjoanense di Liga 3 Portugal dengan 18 penampilan.

Pada fase krusial playoff degradasi, Pedro tampil menonjol dengan torehan dua gol dan tiga assist demi menyelamatkan timnya. Sebelumnya, ia juga sempat membela SC Praiense dan Valadares Gaia FC. Salah satu momen penting dalam kariernya adalah debut profesional di Piala Portugal dengan mengenakan ban kapten tim.

Jika resmi bergabung, Pedro Matos bukan sekadar tambahan kekuatan, tetapi simbol proyek lama Bernardo Tavares yang akhirnya mendarat sempurna di Persebaya Surabaya. Bursa transfer pun kembali membuktikan bahwa kejutan selalu menjadi bagian dari perjalanan Green Force.

 

Editor : Axsha Zazhika
#kadek raditya #Bernardo Tavares #kejutan bursa transfer #persebaya surabaya #Super League 2025 2026