Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Persib Bandung: Lahir Sebelum Indonesia Merdeka, Jadi Pencetus PSSI hingga Catat Rekor 150 Ribu Bobotoh!

Axsha Zazhika • Kamis, 19 Februari 2026 | 17:35 WIB

 

Sejarah Persib Bandung: Lahir Sebelum Indonesia Merdeka, Jadi Pencetus PSSI hingga Catat Rekor 150 Ribu Bobotoh!
Sejarah Persib Bandung: Lahir Sebelum Indonesia Merdeka, Jadi Pencetus PSSI hingga Catat Rekor 150 Ribu Bobotoh!

BLITAR - Sejarah Persib Bandung menjadi salah satu kisah paling legendaris dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Klub berjuluk Maung Bandung ini sudah hadir bahkan sebelum Indonesia merdeka dan menjadi salah satu pencetus berdirinya PSSI pada 1930.

Sejarah Persib Bandung tak bisa dilepaskan dari dinamika politik dan sosial bangsa. Saat liga nasional silih berganti format, Persib tetap bertahan di kasta tertinggi. Klub kebanggaan Jawa Barat ini juga tumbuh bersama para pendukung setianya, Bobotoh, yang dikenal sebagai salah satu suporter tertua dan terbesar di Indonesia.

Tak hanya soal prestasi, sejarah Persib Bandung juga sarat dengan nilai perjuangan, rivalitas klasik, hingga catatan rekor penonton yang tercatat di level Asia. Dari era Perserikatan hingga Liga Indonesia modern, Maung Bandung selalu menjadi magnet sepak bola nasional.

Baca Juga: Energi Spiritual GBLA: Ribuan Santri Doakan Persib Bandung, Mauro Zijlstra Debut di Persija, hingga Munculnya 'The Next' Salampesi

Embrio Persib dan Peran dalam Lahirnya PSSI

Cikal bakal Persib dimulai pada 1923 dengan berdirinya Bandung Inlandsche Football Bond (BIVB). Organisasi ini bukan sekadar perkumpulan sepak bola, tetapi juga menjadi wadah perjuangan kaum muda nasionalis di Bandung. Bermarkas di Lapangan Tegallega, BIVB dipimpin oleh Mr. Syamsudin dan kemudian diteruskan oleh R.T. Oetoyo, putra pahlawan nasional Dewi Sartika.

Pada 19 April 1930 di Yogyakarta, BIVB bersama enam perserikatan lain dari Pulau Jawa turut membentuk PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia. Setahun kemudian, kompetisi antarperserikatan resmi digelar, menandai dimulainya era Perserikatan.

Namun, saat liga pertama bergulir, BIVB menghilang dan digantikan oleh dua klub baru, yakni PSIB dan NVB. Pada 14 Maret 1933, keduanya melebur dan resmi membentuk Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung atau Persib. Ketua pertamanya adalah Anwar S.T. Pamuncak, aktivis olahraga sekaligus pejuang kemerdekaan asal Bandung.

Baca Juga: Penyelam Pencari Ikan di Blitar Meregang Nyawa usai Tenggelam di Pantai Gumiling Wonotirto, Begini Kronologinya

Gelar Juara dan Dominasi Era Perserikatan

Persib meraih gelar juara pertamanya pada 1937 setelah menaklukkan Persis Solo. Meski sempat terhenti akibat situasi politik dan pendudukan Jepang yang membubarkan organisasi sepak bola, Persib tetap bertahan hingga kompetisi kembali stabil pada dekade 1950-an.

Sepanjang era Perserikatan yang berakhir pada 1994, Persib total enam kali menjadi juara, yakni 1937, 1961, 1989/1990, 1993, 1993/1994, serta Liga Indonesia musim 1994/1995. Gelar Liga Super Indonesia 2014 menjadi penegas eksistensi Maung Bandung di era profesional.

Di level Asia, Persib pernah menembus perempat final Liga Champions Asia 1995. Klub ini juga menjuarai turnamen internasional seperti Bangkok Thailand Cup 1978 dan Sultan Hassanal Bolkiah Trophy 1986.

Sejumlah legenda lahir dari rahim Persib, seperti Robby Darwis yang mengantar Persib juara di beberapa musim, striker flamboyan Ajat Sudrajat, serta Yusuf Bachtiar si “Kancil” yang mencetak gol penentu kemenangan di final 1986.

Baca Juga: GBLA Membara! Ratchaburi FC Kena Mental Hadapi Teror Puluhan Ribu Bobotoh di Markas Persib Bandung

Bobotoh dan Rekor 150 Ribu Penonton

Sejarah Persib Bandung tak lengkap tanpa Bobotoh. Sebutan ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti orang-orang yang menyemangati pertandingan. Sejak era Perserikatan, Bobotoh sudah memenuhi setiap tribun stadion.

Salah satu momen paling fenomenal terjadi pada 1985 saat Persib menghadapi PSMS Medan di Stadion Utama Senayan. Sekitar 150.000 Bobotoh memadati stadion, menjadikannya salah satu pertandingan amatir dengan jumlah penonton terbanyak di dunia versi AFC.

Tradisi mengajak anak sejak dini ke stadion membuat regenerasi suporter Persib terus terjaga. Subkelompok seperti Viking Persib Club, The Bomber, hingga Bobotoh Familia lahir dan menempati berbagai sisi tribun.

Baca Juga: Drama ACL2: Persib Bandung Unggul 1-0 atas Ratchaburi FC di Babak Pertama, Diwarnai Kartu Merah Ulil Ambaros

Rivalitas, Tragedi, dan Kebangkitan Modern

Rivalitas klasik Persib dengan Persija Jakarta menjadi salah satu yang paling panas di Indonesia. Final Divisi Utama 1989/1990 bahkan memaksa aparat menurunkan ribuan personel keamanan akibat tensi suporter.

Persib juga pernah terseret kontroversi dan tragedi, termasuk insiden pada 23 September 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang menewaskan suporter Persija, Haringga Sirla. Peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya sportivitas dalam sepak bola.

Kini Persib bermarkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api berkapasitas lebih dari 40 ribu penonton. Dikelola PT Persib Bandung Bermartabat, klub ini terus berbenah, termasuk mendirikan Akademi Persib pada 2018 bekerja sama dengan Inter Milan untuk pembinaan usia dini.

Lebih dari sekadar klub, Persib adalah simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Bandung yang telah bertahan hampir satu abad.

Editor : Axsha Zazhika
#maung bandung #bobotoh #sejarah persib bandung #liga indonesia #persib bandung