Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kondisi Terbaru Rumput Jakarta International Stadium Jelang Persija vs PSM Makassar, Siap Dipakai atau Masih Bermasalah?

Izahra Nurrafidah • Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:50 WIB

Kondisi Terbaru Rumput Jakarta International Stadium Jelang Persija vs PSM Makassar, Siap Dipakai atau Masih Bermasalah?
Kondisi Terbaru Rumput Jakarta International Stadium Jelang Persija vs PSM Makassar, Siap Dipakai atau Masih Bermasalah?

BLITAR- Kondisi terbaru rumput Jakarta International Stadium (JIS) akhirnya bisa disaksikan publik sehari jelang laga Persija Jakarta melawan PSM Makassar. Setelah lebih dari empat bulan menjalani masa pemulihan pasca konser musik, stadion megah kebanggaan ibu kota itu kembali dijadwalkan menjadi markas Macan Kemayoran.

Kondisi rumput Jakarta International Stadium memang menjadi sorotan sejak digunakan untuk konser grup musik Korea pada 27 dan 28 September tahun lalu. Sejak saat itu, proses pemulihan lapangan membutuhkan waktu yang tidak sebentar hingga membuat Persija harus mengungsi ke sejumlah stadion lain untuk menggelar laga kandang.

Kini, menjelang duel melawan PSM Makassar pada Jumat (20/2/2026), kondisi rumput Jakarta International Stadium kembali menjadi perhatian utama suporter. Laga tersebut akan menjadi pertandingan kandang keempat Persija di JIS musim ini dan yang pertama pada tahun 2026.

Garis Lapangan Sudah Jelas, Warna Rumput Belum Merata

Secara visual, garis lapangan di JIS sudah terlihat jelas H-1 pertandingan. Jika beberapa hari sebelumnya marking belum tampak tegas, kini garis putih sudah membentang rapi di atas lapangan.

Namun demikian, dari pantauan visual, warna rumput di beberapa sisi lapangan masih terlihat belum merata. Ada bagian yang tampak lebih hijau, sementara sebagian lainnya terlihat sedikit berbeda tonenya. Meski begitu, penilaian kualitas rumput sepak bola tentu tidak bisa hanya berdasarkan tampilan mata semata. Banyak aspek teknis yang menjadi parameter, mulai dari kepadatan, daya pantul bola, hingga tingkat kelembapan tanah.

Sepanjang musim ini, Persija sudah tiga kali bermain di JIS, yakni saat menghadapi Persita Tangerang (10 Agustus 2025), Malut United (23 Agustus 2025), dan Bali United (14 September 2025). Setelah itu, tim ibu kota harus kembali angkat kaki karena kondisi lapangan belum siap digunakan.

Dampak Konser Musik terhadap Lapangan JIS

Sejak berdiri, JIS memang tak hanya difungsikan sebagai stadion sepak bola. Gubernur DKI Jakarta saat peresmian, Anies Baswedan, sempat menyampaikan bahwa stadion ini dirancang multifungsi dan dapat menggelar berbagai event berskala internasional.

Dengan kapasitas besar dan atap retractable (buka-tutup), Jakarta International Stadium kerap menjadi lokasi konser musik. Namun, penggunaan lapangan untuk acara non-sepak bola kerap memunculkan persoalan klasik: masa pemulihan rumput yang panjang.

Bukan kali ini saja rumput JIS jadi polemik. Seusai konser Maroon 5 pada Februari tahun lalu, kondisi lapangan juga membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali optimal. Situasi tersebut memaksa Persija kembali berpindah kandang sementara.

Baca Juga: Sembilan Atlet BMX Berhasil Naik Podium Juara di Ajang Balapan Piala Bupati Blitar

Pernah Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia U-17

Rumput JIS juga sempat menjadi perdebatan menjelang gelaran Piala Dunia U-17 2023. Kala itu, proses pergantian rumput disebut-sebut sarat polemik. Bahkan, JIS sempat menggunakan rumput pinjaman dari Stadion Universitas Pelita Harapan demi memenuhi standar penyelenggaraan turnamen internasional tersebut.

Desain stadion dengan kapasitas jumbo membuat intensitas cahaya matahari tidak merata di seluruh area lapangan. Untuk mengatasi hal itu, pengelola menggunakan alat grow light, teknologi yang juga dipakai di sejumlah stadion besar Eropa, guna membantu proses fotosintesis rumput di area yang minim sinar matahari.

Penggunaan alat tersebut menjadi salah satu solusi perawatan rumput modern. Namun tetap saja, setiap kali lapangan tertutup panggung konser dan peralatan berat, proses recovery membutuhkan waktu ekstra.

Harapan Suporter untuk Konsistensi Perawatan

Kembalinya Persija ke JIS tentu disambut antusias suporter. Bermain di stadion berkapasitas besar dengan atmosfer kandang yang kuat menjadi suntikan moral tersendiri bagi tim.

Meski secara visual rumput belum sepenuhnya sempurna, yang terpenting adalah kualitas teknisnya memenuhi standar pertandingan kompetitif. Pengelola stadion diharapkan mampu menemukan formulasi perawatan yang lebih efektif agar masa pemulihan tidak lagi memakan waktu berbulan-bulan setiap kali stadion dipakai untuk konser.

Kondisi rumput Jakarta International Stadium kini menjadi ujian tersendiri. Apakah JIS benar-benar siap menjadi rumah permanen Persija tanpa gangguan berkepanjangan? Jawabannya akan terlihat saat bola mulai bergulir dalam laga kontra PSM Makassar.

 

Editor : Izahra Nurrafidah
#konser di JIS #persija jakarta #jis #PSM Makassar