Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bukan Dana APBD! Bos Persija Jakarta Blak-blakan Bongkar Alasan 4 BUMD Dukung Macan Kemayoran, Siap Kudeta Persib Bandung dari Puncak!

Natasha Eka Safrina • Jumat, 13 Maret 2026 | 12:30 WIB

Bos Persija Jakarta klarifikasi tudingan APBD FC! Ungkap rahasia sponsor 4 BUMD & strategi maut kudeta Persib dari puncak klasemen Super League. Klik!
Bos Persija Jakarta klarifikasi tudingan APBD FC! Ungkap rahasia sponsor 4 BUMD & strategi maut kudeta Persib dari puncak klasemen Super League. Klik!

JAKARTA – Kehadiran logo empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta di jajaran sponsor Persija Jakarta sempat memicu polemik di kalangan pencinta sepak bola nasional. Munculnya tudingan miring yang menyebut tim Macan Kemayoran kembali menjadi "anak emas" melalui kucuran dana pemerintah daerah membuat manajemen gerah. Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, akhirnya memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan persepsi publik tersebut.

Polemik ini bermula dari sindiran netizen yang melabeli Persija Jakarta sebagai "APBD FC". Namun, Prapanca menegaskan bahwa kerja sama dengan Bank Jakarta, MRT Jakarta, Transjakarta, dan PAM Jaya murni bersifat profesional dan komersial. Ia menampik adanya kucuran dana hibah cuma-cuma dari pemerintah DKI Jakarta sebagaimana era sepak bola zaman dulu.

"Agak risih juga dengarnya. Saya tidak tahu itu buzzer atau provokator. Di era digital ini semua orang sudah seenaknya bicara di sosial media tanpa filter," ujar Prapanca dalam acara Ngopi Bareng Persija di Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026). Ia menekankan bahwa sinergi ini merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung sosialisasi program layanan publik pemerintah provinsi kepada masyarakat luas melalui basis massa suporter yang besar.

Baca Juga: Murka! Pelatih Arema FC Marcos Santos Semprot Wasit Usai Singo Edan Dipecundangi Bhayangkara FC, Bandingkan dengan Liga Italia!

Kolaborasi Strategis di Era Gubernur Baru

Prapanca menceritakan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Pramono Anung, yang ingin membuat "Jakarta Lebih Persija". Setelah pelantikan, manajemen dipanggil untuk mendiskusikan apa yang bisa dikolaborasikan demi kemajuan kota dan klub. Hasilnya, Persija dijadikan media promosi yang efektif bagi program-program BUMD.

Salah satu contohnya adalah proses rebranding Bank DKI menjadi Bank Jakarta yang memanfaatkan popularitas Persija sebagai motor penggerak. Selain itu, kolaborasi dengan PAM Jaya bertujuan agar warga Jakarta lebih memahami program-program layanan air bersih dan infrastruktur agar tidak terjadi miskomunikasi terkait masalah teknis di lapangan seperti kemacetan akibat galian atau banjir.

"Uang tidak diberikan secara cuma-cuma. Ini adalah kolaborasi profesional di mana Persija membantu mensosialisasikan program BUMD, dan sebagai timbal baliknya, kami mendapatkan dukungan komersial," tegas Prapanca.

Baca Juga: Arema FC Telan 3 Kekalahan Beruntun, Nasib Pelatih Arema FC Marcos Santos di Ujung Tanduk? Manajemen Singo Edan Akhirnya Buka Suara!

Ambisi Kudeta Persib Bandung dari Puncak Klasemen

Selain isu manajemen, gairah Persija juga sedang membara di lapangan hijau. Memasuki akhir musim Super League 2025/2026, Macan Kemayoran masih menyimpan ambisi besar untuk merebut mahkota juara. Saat ini, tim asuhan Mauricio Souza bertengger di posisi ketiga dengan raihan 51 poin, terpaut enam angka dari sang rival abadi, Persib Bandung, yang memuncaki klasemen.

Meski selisih poin tampak lebar, manajemen belum mau mengibarkan bendera putih. Dengan 10 pekan tersisa, masih ada 30 poin maksimal yang bisa diperebutkan. Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas (BP), mengungkapkan bahwa peluang mengkudeta posisi puncak masih terbuka sangat lebar bagi Rizky Ridho dkk.

"Pada akhirnya di pekan ke-34, semuanya akan menjadi sangat tipis. Perbedaannya mungkin hanya satu atau dua poin menurut perkiraan kami," ungkap legenda sepak bola yang akrab disapa BP tersebut. Ia menambahkan bahwa manajemen telah melakukan perhitungan matematis terkait peluang tersebut hingga akhir musim.

Baca Juga: Melihat Kegembiraan Buka Bersama Napi dan Keluarga dari Balik Jeruji Besi Lapas Blitar

Syarat Wajib: Sapu Bersih 10 Laga Sisa

Tantangan berat menanti Persija dalam perjalanan menuju tangga juara. Dari 10 laga sisa, mereka akan melakoni lima laga kandang dan lima laga tandang. Dua pertandingan yang akan menjadi penentu takdir mereka adalah duel panas menghadapi Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.

Bambang Pamungkas menegaskan hanya ada satu syarat bagi Persija jika ingin mengakhiri musim sebagai kampiun: meraih kemenangan di seluruh pertandingan tersisa. Konsistensi menjadi kunci utama jika ingin menyalip Maung Bandung di tikungan terakhir.

"Bagi kami yang penting adalah semoga di akhir musim setelah pekan ke-34, kita ada di nomor satu," tutup BP optimis. Dengan dukungan finansial yang stabil dari sponsor dan mentalitas juara yang kembali pulih, Persija Jakarta siap bertarung habis-habisan hingga tetes keringat terakhir demi membawa trofi kembali ke ibu kota.

Baca Juga: Melihat Kegembiraan Buka Bersama Napi dan Keluarga dari Balik Jeruji Besi Lapas Blitar

Editor : Anggi Septian A.P.
#persija jakarta #Super League 2026 #BUMD Jakarta #bambang pamungkas