LE MANS - Kabar membanggakan kembali datang dari dunia balap motor internasional. Pembalap muda berbakat asal Indonesia yang bernaung di bawah bendera Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, sukses melanjutkan tren positifnya di ajang Moto3 Prancis 2026. Dalam sesi yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, pada Jumat (8/5/2026), Veda berhasil mengamankan satu tiket untuk langsung lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2).
Keberhasilan Veda Ega Pratama ini menjadi sinyal kuat bahwa pembalap debutan tanah air ini memiliki mentalitas dan kemampuan yang setara dengan para pembalap kelas dunia lainnya. Pada sesi praktis Moto3 Prancis 2026 tersebut, Veda berhasil mengakhiri sesi di posisi kesembilan. Catatan waktu lap terbaik yang ia torehkan adalah 1 menit 40,779 detik, sebuah pencapaian yang impresif mengingat statusnya sebagai pembalap rookie atau pendatang baru di musim ini.
Hasil gemilang di Le Mans ini mempertegas dominasi Veda sebagai pembalap masa depan. Dari lima seri yang sudah berjalan di musim Moto3 2026, tercatat Veda Ega Pratama sudah empat kali berhasil lolos langsung ke babak Q2. Konsistensi inilah yang membuat nama Indonesia semakin disegani di paddock MotoGP.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Prancis 2026 Lengkap: Race Utama Live Trans7, Klasemen MotoGP Dipimpin Marco Bezzecchi
Analisis Performa dan Kondisi Trek Le Mans
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa anak asuhnya tersebut. Menurut Aoyama, faktor cuaca di Le Mans yang cukup bersahabat pada hari pertama turut membantu performa tim. Meskipun suhu udara pada pagi hari cenderung rendah, hal itu tidak menyurutkan semangat tim untuk mencari setelan motor terbaik.
"Kami beruntung mendapat cuaca yang cukup baik di Le Mans. Kedua pembalap kami sedang menyesuaikan diri dengan kondisi aspal dan berusaha memahami sensasi terbaik saat mengendarai motor. Terkadang mereka merasa lebih nyaman dan mampu meningkatkan kecepatan mereka, terutama selama sesi praktis," ujar Aoyama.
Meskipun Veda berhasil menembus 10 besar tercepat, Aoyama yang merupakan mantan juara dunia GP 250 ini mengingatkan agar tim tidak cepat puas. Ia menekankan bahwa kualifikasi Q2 akan jauh lebih menantang karena setiap pembalap akan memacu motornya hingga batas maksimal demi meraih pole position.
Veda Ega Fokus Perbaiki Kecepatan
Senada dengan sang manajer, Veda Ega Pratama mengakui bahwa perjalanannya di Moto3 Prancis 2026 masih panjang. Saat ini, ia masih terpaut selisih waktu sekitar 0,568 detik dari pembalap tercepat, David Alonso dari tim CFMOTO Gaviota Aspar Team. Veda merasa masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal efisiensi di tikungan-tikungan teknis sirkuit Le Mans.
"Hari ini adalah hari pertama yang positif bagi kami di Le Mans. Lolos langsung ke Q2 memberi kami lebih banyak waktu untuk fokus pada persiapan kualifikasi tanpa harus melewati Q1 terlebih dahulu," kata Veda dengan nada optimis.
Pembalap asal Gunungkidul ini menambahkan bahwa komunikasi dengan tim mekanik berjalan sangat lancar. Perasaan atau feeling terhadap motor Honda tunggangannya kian membaik dari sesi ke sesi. Veda merasa sangat percaya diri dengan setelan motor (setup) yang digunakan untuk simulasi balap (race pace), namun ia tetap mewaspadai perubahan cuaca yang kerap terjadi secara mendadak di daratan Prancis.
Strategi Menghadapi Sesi Kualifikasi
Memasuki hari kualifikasi, fokus utama Veda Ega Pratama adalah mempertajam catatan waktu di sektor satu dan empat. Langkah demi langkah yang diambil tim dianggap sudah berada di jalur yang benar. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, target realistis Veda adalah mengamankan posisi start di dua baris terdepan (top 6) guna memudahkan strategi saat balapan berlangsung pada hari Minggu.
Sirkuit Le Mans sendiri dikenal sebagai lintasan yang menuntut pengereman keras (hard braking) dan akselerasi cepat. Karakteristik ini sebenarnya cukup cocok dengan gaya balap Veda yang agresif namun tetap terkendali. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin podium pertama bagi Indonesia di kelas Moto3 akan segera tercipta dalam waktu dekat.
Dukungan dari masyarakat Indonesia terus mengalir untuk Veda. Sebagai pembalap muda yang sedang meniti karier di panggung dunia, keberhasilannya menembus Q2 di Moto3 Prancis 2026 adalah bukti nyata bahwa talenta lokal mampu bersaing di level tertinggi. Kini, perhatian publik tertuju pada sesi kualifikasi yang akan menentukan posisi start sang "Wonderkid" Indonesia ini.
Editor : Vicky Permana Saputra