JEREZ – Kabar membanggakan datang dari lintasan balap legendaris Jerez, Spanyol. Dua pembalap andalan Indonesia, Mario Aji dan Veda Ega Pratama, sukses membuat heboh paddock internasional setelah menunjukkan kebangkitan luar biasa pada sesi latihan bebas (free practice) Grand Prix Spanyol 2026. Penampilan impresif keduanya tidak hanya sekadar mencatatkan waktu tajam, tetapi juga memberikan peringatan keras bagi para pembalap tuan rumah yang selama ini mendominasi kelas Moto2 dan Moto3.
Performa Mario Aji dan Veda Ega Pratama di sirkuit favorit mereka ini menjadi bukti nyata bahwa mentalitas pembalap Indonesia telah naik kelas. Mario Suryo Aji yang turun di kelas intermediate Moto2, secara mengejutkan merangsek ke posisi atas dan memaksa para rider Spanyol untuk waspada. Sementara itu, "Wonderkid" asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, menunjukkan progres adaptasi yang kian matang dengan motor Honda miliknya meski sempat mengalami kesulitan di awal sesi latihan.
Kejutan terbesar datang dari Mario Aji dan Veda Ega Pratama saat memasuki sesi FP2. Strategi tim Idemitsu Honda Team Asia terbukti ampuh dalam menghadapi kondisi trek Jerez yang menantang. Dengan dukungan teknis yang semakin solid, kedua pembalap ini kini menatap sesi kualifikasi dengan kepercayaan diri tinggi. Bagi Mario, hasil di Jerez akhir pekan ini terasa seperti titik balik untuk mewujudkan misi besarnya musim ini: meraih podium pertama bagi Indonesia di kelas Moto2.
Kejutan Mario Aji: Peringkat Dua dan Rekor Pribadi
Memasuki sesi latihan bebas kedua (FP2), Mario Suryo Aji tampil tanpa ampun. Pembalap yang dijuluki "Super Mario" ini berhasil mencatatkan waktu luar biasa dan bertengger di posisi kedua (P2), hanya terpaut 0,574 detik dari Tony Arbolino yang menjadi tercepat. Torehan ini sekaligus menjadi rekor pribadi terbaik Mario di sepanjang musim 2026 sejauh ini.
Pace Mario yang sangat stabil di Jerez membuat para pengamat balap internasional kaget. Ia mampu bersaing ketat dengan nama-nama besar seperti Manuel Gonzalez, Izan Guevara, hingga Celestino Vietti. Keberhasilan menempati posisi kedua di FP2 ini memastikan Mario lolos langsung ke sesi Q2. Jika konsistensi ini terjaga hingga balapan utama, sejarah baru berupa podium pertama Indonesia di kelas Moto2 bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang sangat realistis.
Veda Ega Pratama: Mental Juara dan Radar KTM
Di kelas Moto3, Veda Ega Pratama menunjukkan mengapa dirinya dianggap sebagai ancaman nyata oleh tim-tim pabrikan Eropa. Sempat terpuruk di luar posisi 20 besar pada FP1, Veda melakukan lompatan waktu yang fantastis di FP2 dengan catatan waktu 1 menit 44,860 detik, yang membawanya naik ke peringkat 11. Meski secara akumulasi ia harus memulai perjuangan dari kualifikasi pertama (Q1), progres tajam Veda menjadi bahan pembicaraan hangat di paddock.
Baca Juga: Hasil Practice MotoGP Prancis 2026: Johann Zarco Tercepat, Marc Marquez Gagal Lolos Langsung ke Q2
Menariknya, perkembangan Veda kini dipantau ketat oleh manajemen KTM. Lokasi garage Honda Team Asia yang berdekatan dengan pasukan KTM membuat bos-bos tim asal Austria tersebut mulai waspada. Rider unggulan KTM seperti Maximo Quilles disebut-sebut mulai mengamati detail setup motor Veda karena pembalap Indonesia ini seringkali merusak dominasi mereka di lintasan. Persaingan ini semakin memanas dengan rivalitas regional melawan Hakim Danish dari Malaysia yang juga tampil kompetitif di barisan depan.
Momentum Comeback di Sirkuit Favorit
Sirkuit Jerez memang memiliki karakteristik yang sangat cocok dengan gaya balap Mario dan Veda. Karakter tikungan yang teknikal namun mengalir memungkinkan mereka mengeksploitasi kelincahan motor Honda. Bagi tim Honda Team Asia, akhir pekan di Spanyol ini menjadi momentum kebangkitan setelah hasil fluktuatif di beberapa seri pembuka awal musim.
Harapan suporter di tanah air kini tertuju pada hasil kualifikasi dan race day besok. Dukungan masif dari netizen Indonesia di media sosial juga turut membakar semangat kedua pembalap. Dengan mental yang sedang di puncak dan performa motor yang kian kompetitif, publik optimis bahwa lagu Indonesia Raya memiliki peluang besar untuk berkumandang di podium Jerez. Gaspol terus, Mario dan Veda!
Editor : Vicky Permana Saputra