BLITAR KAWENTAR - Performa luar biasa Feda Ega Pratama di Moto3 2026 mulai memunculkan keyakinan baru bahwa Indonesia bisa memiliki pembalap kompetitif di MotoGP pada masa depan.
Di tengah dominasi KTM musim ini, Feda justru tampil sebagai penyelamat Honda Team Asia.
Pembalap muda Indonesia itu kembali mencuri perhatian usai tampil impresif di Moto3 Spanish GP 2026 di Sirkuit Jerez.
Start dari posisi ke-17, Feda berhasil finis keenam setelah melakukan banyak overtake sepanjang balapan.
Penampilan tersebut membuat Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian terbuka kepada Feda Ega Pratama.
Menurut legenda MotoGP Jepang itu, Feda merupakan rookie paling unik di Moto3 musim ini.
Dalam empat ronde pertama Moto3 2026, Feda sudah mengoleksi 37 poin dan berada di posisi keenam klasemen dunia. Ia juga memimpin klasemen Rookie of the Year 2026.
Honda Masih Tertinggal dari KTM
Moto3 musim ini masih didominasi motor KTM, terutama milik CFMoto Gaviota Aspar Team.
Tim tersebut tampil sangat kuat dengan keunggulan tenaga, akselerasi, dan stabilitas motor saat pack racing.
Empat dari lima tim terbaik Moto3 2026 bahkan menggunakan basis mesin KTM. Sementara Honda Team Asia masih kesulitan mengejar gap performa.
Namun menariknya, di tengah keterbatasan motor Honda NSF250RW, Feda tetap mampu tampil kompetitif dan konsisten meraih poin.
Bahkan hampir seluruh poin Honda Team Asia musim ini berasal dari Feda Ega Pratama.
Perbandingan dengan Zen Mitani Jadi Sorotan
Performa Feda semakin terasa spesial karena dibandingkan langsung dengan rekan setimnya sendiri, Zen Mitani.
Mitani yang merupakan juara Asia Talent Cup 2024 hingga kini belum mendapatkan satu poin pun.
Padahal keduanya menggunakan motor yang sama dan berada dalam tim yang sama.
Situasi tersebut membuat banyak pengamat menyimpulkan bahwa faktor skill pembalap menjadi pembeda utama.
Komentar serupa juga ramai muncul di media sosial. Banyak netizen menilai kemampuan Feda mampu menutupi kekurangan motor Honda musim ini.
“Motor boleh kalah, tapi skill Feda luar biasa,” tulis salah satu komentar penggemar Moto3.
Empat Skill yang Membuat Feda Disebut Anomali
Hiroshi Aoyama kemudian menjelaskan empat kemampuan utama yang membuat Feda berbeda dari rookie lain.
Pertama adalah kemampuan race management. Feda dinilai sangat tenang mengatur ritme balapan dan menjaga kondisi ban hingga lap akhir.
Kedua adalah konsistensi pace. Meski start dari belakang, Feda tetap mampu menjaga kecepatan stabil sepanjang balapan.
Ketiga adalah race craft dan insting menyalip. Di Jerez, pembalap Indonesia itu melakukan lebih dari 12 overtake bersih dengan manuver agresif namun tetap presisi.
Sementara kemampuan keempat adalah mental juara. Setelah sempat crash di Austin, Feda langsung bangkit dan kembali tampil kompetitif hanya dalam waktu singkat.
Mental seperti itu dinilai sangat jarang dimiliki rookie Moto3.
Jalur Menuju MotoGP Mulai Terbuka
Melihat performa sejauh ini, banyak pihak mulai memproyeksikan perjalanan Feda menuju MotoGP.
Musim 2026 diperkirakan menjadi fase pembelajaran sekaligus perebutan gelar Rookie of the Year.
Jika terus konsisten, Feda berpeluang finis di lima besar klasemen Moto3 musim ini.
Pada 2027, Feda kemungkinan masih bertahan di Moto3 untuk mematangkan pengalaman sebelum naik ke Moto2 pada 2028.
Debut MotoGP sendiri diprediksi bisa terjadi pada 2030 saat usianya menginjak 21 tahun.
Impian menjadi pembalap MotoGP Indonesia pertama yang kompetitif kini mulai terlihat realistis. Dengan usia muda, mental kuat, dan kemampuan balap yang terus berkembang, Feda Ega Pratama sedang membuka jalan baru bagi motorsport Indonesia di level dunia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan