BLITAR KAWENTAR - Nama Veda Ega Pratama mendadak menjadi sorotan besar dalam balapan Moto3 2026 di Sirkuit Jerez de la Frontera, Spanyol.
Pembalap muda asal Gunung Kidul itu tampil luar biasa setelah memulai balapan dari posisi ke-17 dan sukses finis di urutan keenam lewat aksi comeback dramatis yang membuat paddock Honda Team Asia geger.
Performa Veda Ega Pratama di Moto3 Jerez 2026 bahkan disebut sebagai salah satu anomali terbesar musim ini.
Banyak pengamat awalnya meragukan peluang pembalap Indonesia tersebut karena karakter Sirkuit Jerez dikenal sempit dan sulit untuk melakukan overtake.
Namun keraguan itu justru dibungkam secara telak. Veda tampil agresif sejak lampu start padam dan langsung mencuri perhatian dengan manuver berani di tikungan pertama.
Baca Juga: Review Volta 401 2024: Motor Listrik Murah dengan Double Baterai, Rem Cakram dan Jarak Tempuh 60 Km
Crash Kualifikasi Jadi Awal Drama Besar
Drama sebenarnya sudah dimulai sejak sesi kualifikasi kedua. Saat itu Veda Ega Pratama sempat mencatat sektor pertama yang lebih cepat dibanding peraih pole position.
Akan tetapi ambisi besar itu berubah menjadi mimpi buruk setelah motor Honda miliknya kehilangan grip di tikungan terakhir. Crash keras membuat Veda terlempar ke aspal dan harus puas start dari posisi ke-17.
Insiden tersebut memaksa mekanik Honda Team Asia bekerja hingga larut malam demi memastikan kondisi rangka motor tetap aman untuk balapan utama.
Situasi di garasi Honda sempat dipenuhi tekanan karena banyak pihak menilai peluang Feda menembus zona poin hampir mustahil.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, kemudian mengungkap fakta menarik di balik kebangkitan pembalap muda Indonesia tersebut.
Menurut Aoyama, tim mengambil keputusan berani beberapa menit sebelum balapan dimulai dengan mengubah mapping mesin dan distribusi beban suspensi depan demi meningkatkan stabilitas saat pengereman agresif.
Telemetri Honda Ungkap Kehebatan Feda
Data telemetri Honda memperlihatkan kemampuan luar biasa Feda Ega Pratama saat melakukan late braking.
Pembalap Indonesia itu mampu mengerem lima meter lebih lambat dibanding rivalnya tanpa kehilangan racing line.
Keunggulan tersebut menjadi kunci utama comeback sensasionalnya di Moto3 Jerez 2026. Hiroshi Aoyama bahkan menyebut Veda memiliki kontrol emosi dan insting balap yang sangat jarang dimiliki pembalap seusianya.
Dalam balapan, Feda tidak sekadar agresif. Ia tampil sangat efisien dan minim kesalahan. Hanya dalam satu lap, pembalap bernomor 61 itu langsung melesat lima posisi menuju barisan 12 besar.
Setiap manuver dilakukan dengan perhitungan matang. Feda memanfaatkan setiap sisi lintasan untuk menjaga akselerasi tetap maksimal tanpa mengorbankan kondisi ban.
Di sisi lain, suasana di pit box Honda Team Asia terus menegangkan. Para mekanik khawatir bekas kecelakaan saat kualifikasi bisa memengaruhi performa motor di tengah suhu lintasan yang mencapai 50 derajat Celsius.
Namun kekhawatiran itu tidak terbukti. Feda justru melaporkan bahwa motornya terasa sempurna untuk bertarung di grup depan.
Duel Sengit Lawan Hakim Danish
Salah satu momen paling menarik terjadi saat Veda Ega Pratama terlibat duel sengit dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish.
Persaingan keduanya menjadi simbol rivalitas Asia yang kini mulai mengancam dominasi pembalap Eropa.
Feda menunjukkan kematangan teknik balap saat melakukan manuver switchback yang membuat Danish kehilangan momentum di tikungan.
Analisis pasca balapan memperlihatkan bahwa Veda unggul dalam manajemen ban. Hal itu membuat catatan waktunya tetap konsisten di angka 1 menit 46 detik hingga pertengahan lomba.
Atmosfer balapan semakin panas memasuki lap terakhir. Di depan, Adrian Fernandez dan Maximo Quiles terlibat duel agresif yang membuka peluang besar bagi Feda.
Pembalap Indonesia itu memilih tetap tenang sambil menunggu celah di tikungan Jorge Lorenzo Corner. Saat dua rivalnya melebar karena pengereman terlambat, Feda langsung menyelinap dari sisi dalam dan mencuri posisi keenam tepat sebelum garis finis.
Jadi Ancaman Baru di Moto3 2026
Hasil finis keenam dari posisi ke-17 membuat nama Veda Ega Pratama kini mulai diperhitungkan sebagai kuda hitam Moto3 2026.
Tambahan poin di Jerez membuat posisinya naik di klasemen sementara dan membuka peluang besar untuk bersaing di seri-seri berikutnya seperti Mugello maupun Assen.
Rumor ketertarikan beberapa tim besar Moto2 juga mulai terdengar di paddock.
Dukungan penuh Honda Team Asia dinilai menjadi modal penting bagi perkembangan karier pembalap muda Indonesia tersebut.
Fenomena Veda sekaligus memberi dampak besar bagi dunia balap nasional. Banyak pihak kini percaya Indonesia mampu melahirkan pembalap kelas dunia yang dapat bersaing di level tertinggi.
Baca Juga: Review Volta 401 2024: Motor Listrik Murah dengan Double Baterai, Rem Cakram dan Jarak Tempuh 60 Km
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan