BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian pada Moto3 Italia 2026 setelah finis posisi ketiga di sesi practice Mugello dan unggul atas rival KTM, Brian Uriarte.
Penampilan rider Indonesia itu bahkan memunculkan kabar panas dari kubu KTM Ajo serta komentar mengejutkan dari Erling Haaland.
Pembalap Honda Team Asia tersebut mencatat waktu 1 menit 44,709 detik dan memastikan tiket otomatis menuju Q2.
Hasil itu membuat Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap paling disorot sepanjang sesi practice Moto3 Italia 2026.
Veda hanya kalah dari Maximo Quiles dan David Munoz yang berada di posisi pertama dan kedua.
Namun perhatian publik justru tertuju pada keberhasilannya kembali mengungguli Brian Uriarte yang hanya mampu finis di posisi ketujuh.
Veda Ega Pratama Bikin KTM Ajo Panas di Mugello
Performa Veda Ega Pratama disebut memunculkan ketegangan di kubu KTM Ajo. Beberapa laporan media paddock Eropa menyebut bos KTM Ajo, Aki Ajo, kecewa dengan hasil Brian Uriarte yang kembali kalah dari rider Indonesia tersebut.
Padahal Uriarte datang ke Mugello dengan ekspektasi tinggi dan dianggap memiliki dukungan motor lebih kompetitif dibanding Honda NSF250RW milik Veda.
Situasi itu membuat tekanan terhadap pembalap muda Spanyol tersebut semakin besar. Beberapa sumber menyebut nama Veda beberapa kali muncul dalam diskusi internal KTM usai sesi practice selesai.
Musim Moto3 2026 memang menunjukkan perkembangan signifikan Veda Ega Pratama. Rider asal Gunungkidul itu beberapa kali mampu finis lebih baik dibanding Uriarte sejak seri awal musim.
Mulai dari Thailand, Brasil, Jerez hingga Le Mans, Veda terus menunjukkan peningkatan performa yang konsisten. Kondisi tersebut membuat banyak pengamat mulai menyebut Veda sebagai rookie paling berbahaya musim ini.
“Ada ketegangan besar di garasi KTM Ajo. Mereka merasa hasil Uriarte belum sesuai harapan,” ujar salah satu jurnalis MotoGP asal Spanyol.
Erling Haaland Mendadak Ikut Soroti Veda Ega Pratama
Di tengah panasnya rivalitas Moto3 Italia 2026, nama Veda Ega Pratama ternyata ikut menarik perhatian bintang sepak bola dunia, Erling Haaland.
Striker Manchester City tersebut mengaku sempat melihat cuplikan sesi practice Moto3 Mugello dan langsung tertarik dengan gaya balap agresif rider muda Indonesia itu.
“Saya melihat beberapa lap-nya. Dia terlihat sangat agresif dan percaya diri,” ujar Erling Haaland dalam wawancara bersama media olahraga Eropa.
Komentar tersebut langsung viral di media sosial. Banyak penggemar tidak menyangka Haaland mengikuti perkembangan Moto3 dan mengetahui kiprah Veda Ega Pratama.
Haaland bahkan menyebut banyak atlet muda Eropa mulai membicarakan nama Veda karena keberaniannya di lintasan. Menurutnya, mental berani mengambil risiko menjadi faktor penting bagi atlet muda untuk berkembang di level dunia.
“Kadang untuk menjadi besar, kamu harus berani mengambil risiko. Dan saya melihat itu padanya,” lanjut Haaland.
Veda Ega Pratama Dinilai Punya Mental Atlet Besar
Selain memuji keberanian Veda, Erling Haaland juga menyebut rider Honda Team Asia tersebut memiliki mental pekerja keras yang jarang dimiliki atlet muda.
Menurut Haaland, perjalanan Veda dari Indonesia hingga mampu bersaing di papan atas Moto3 Eropa menjadi bukti bahwa pembalap muda tersebut memiliki karakter spesial.
“Saya dengar dia bekerja sangat keras. Talenta penting, tetapi mental dan kerja keras jauh lebih penting,” kata Haaland.
Popularitas Veda memang meningkat drastis dalam beberapa pekan terakhir. Gaya balap agresif dan keberaniannya menghadapi rider-rider Eropa membuat namanya mulai dikenal luas di komunitas MotoGP internasional.
Kini perhatian tertuju pada sesi Q2 Moto3 Italia 2026 di Mugello. Jika mampu mempertahankan ritme balap seperti sesi practice, Veda Ega Pratama diprediksi kembali menjadi ancaman serius dalam perebutan podium.
Namun pada akhir video, pembuat konten mengakui bahwa seluruh narasi mengenai komentar Valentino Rossi, Aki Ajo, hingga Erling Haaland hanyalah karangan atau hoaks untuk edukasi publik agar lebih kritis terhadap informasi di media sosial.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan