Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Prediksi Piala Dunia 2026 Versi AI Bikin Heboh, Spanyol Dijagokan Juara tapi Ilmuwan Ingatkan Satu Hal Penting

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:34 WIB
Prediksi Piala Dunia 2026 versi AI unggulkan Spanyol, tetapi ilmuwan menilai hasil akhir tetap bisa berubah. (Pinterest)
Prediksi Piala Dunia 2026 versi AI unggulkan Spanyol, tetapi ilmuwan menilai hasil akhir tetap bisa berubah. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Prediksi Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah ilmuwan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), model matematika, hingga simulasi superkomputer untuk memetakan peluang setiap negara meraih gelar juara dunia.

Hasil analisis tersebut menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat mengangkat trofi.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa prediksi Piala Dunia 2026 bukanlah jaminan mutlak.

Sepak bola merupakan olahraga yang memiliki tingkat ketidakpastian sangat tinggi sehingga satu gol, cedera pemain, hingga kartu merah dapat mengubah seluruh jalannya turnamen.

Karena itu, meskipun Spanyol menjadi favorit dalam berbagai simulasi, peluang negara-negara besar seperti Argentina, Prancis, Inggris, Brasil, maupun Belanda masih terbuka lebar.

Semua keputusan akhirnya tetap ditentukan oleh hasil pertandingan di lapangan.

Baca Juga: Lionel Messi Diprediksi Juara Piala Dunia 2026 Lagi, Pengamat Sebut Argentina Bakal Kalahkan Spanyol di Final

AI Analisis Ratusan Pertandingan Internasional

Prediksi tersebut dibuat oleh Ari Jori, seorang fisikawan partikel sekaligus pendiri perusahaan kecerdasan buatan yang mengembangkan sebelas model matematika berbeda untuk menghitung peluang juara setiap peserta Piala Dunia 2026.

Berbeda dengan prediksi biasa yang hanya mengandalkan opini atau performa terkini, metode ini memanfaatkan data statistik yang jauh lebih luas.

Sebanyak 358 pertandingan internasional dijadikan dasar analisis, terdiri atas 256 pertandingan Piala Dunia sepanjang edisi 2010 hingga 2022 serta 102 pertandingan Euro 2020 dan Euro 2024.

Seluruh data tersebut diproses menggunakan berbagai pendekatan statistik. Ada model yang lebih menitikberatkan performa terbaru sebuah tim, sementara model lain lebih memperhatikan konsistensi hasil pertandingan dalam jangka panjang.

Selain itu, terdapat model yang menghitung peluang berdasarkan produktivitas gol dan selisih skor, sedangkan pendekatan lainnya mensimulasikan hasil pertandingan dari babak penyisihan hingga final.

Spanyol Muncul Sebagai Kandidat Terkuat

Hasil gabungan dari sebelas model menunjukkan Spanyol menjadi tim dengan probabilitas juara paling tinggi.

Peluang La Roja diperkirakan mencapai sekitar 20 persen. Di bawahnya terdapat Prancis dan Argentina yang sama-sama memiliki peluang sekitar 14 persen, sedangkan Belanda berada di kisaran 10 persen.

Menariknya, lima model bahkan memberikan probabilitas yang lebih tinggi lagi kepada Spanyol, yakni lebih dari 25 persen untuk menjadi juara dunia.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa performa konsisten Spanyol dalam beberapa tahun terakhir dinilai lebih stabil dibandingkan banyak pesaingnya.

Superkomputer Hasilkan Prediksi Serupa

Temuan Ari Jori ternyata sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh dua peneliti dari Pusat Bisnis Olahraga Universitas Liverpool.

Benjamin Holmes dan Profesor Ian McHale menjalankan 1.000 simulasi pertandingan menggunakan superkomputer sejak fase grup hingga laga final.

Simulasi tersebut memasukkan berbagai variabel penting, mulai dari kualitas pemain, kekuatan lawan, kondisi cuaca, lokasi pertandingan, hingga faktor ketinggian stadion.

Hasilnya, skenario yang paling sering muncul adalah partai final antara Inggris melawan Spanyol.

Dalam simulasi tersebut Inggris memiliki peluang sekitar 29 persen mencapai final dan sekitar 17 persen menjadi juara dunia.

Sementara Spanyol tetap menjadi favorit utama dengan peluang mengangkat trofi mencapai sekitar 26 persen.

Mengapa Prediksi AI Bisa Saja Meleset?

Meski dua penelitian berbeda menghasilkan kesimpulan yang hampir sama, para ilmuwan mengingatkan bahwa Piala Dunia merupakan kompetisi dengan tingkat variabilitas yang sangat tinggi.

Sistem gugur membuat setiap pertandingan memiliki konsekuensi besar. Satu kesalahan individu, keputusan wasit, cedera pemain inti, hingga keberuntungan dalam adu penalti dapat mengubah seluruh peta persaingan.

Artinya, kecerdasan buatan hanya menyajikan peluang berdasarkan data historis dan performa yang telah terjadi, bukan memastikan hasil akhir turnamen.

Itulah sebabnya negara-negara seperti Argentina, Brasil, Prancis, Inggris, maupun Belanda tetap layak diperhitungkan meski peluang matematisnya berada di bawah Spanyol.

Pada akhirnya, Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Data dan teknologi memang mampu memberikan gambaran peluang yang lebih akurat, tetapi sejarah sepak bola berkali-kali membuktikan bahwa gelar juara tidak hanya ditentukan oleh angka, melainkan juga mental, strategi, dan kemampuan memanfaatkan setiap momen di lapangan.

Baca Juga: Lionel Messi Diprediksi Juara Piala Dunia 2026 Lagi, Pengamat Sebut Argentina Bakal Kalahkan Spanyol di Final

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Superkomputer #Prediksi Piala Dunia 2026 #ai #piala dunia #spanyol