Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ditinggal Nenek Mencuci, Balita di Blitar Meregang Nyawa usai Tersengat Listrik Trafo Milik PLN di Halaman Rumah

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 24 Oktober 2025 | 23:05 WIB
TRAGIS: Polisi melakukan olah TKP di gardu trafo milik PLN yang menewaskan balita di Selopuro, Kamis (23/10/2025).
TRAGIS: Polisi melakukan olah TKP di gardu trafo milik PLN yang menewaskan balita di Selopuro, Kamis (23/10/2025).

 

BLITAR – Warga Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, dikejutkan dengan tewasnya seorang balita akibat tersengat listrik alias kesetrum dari gardu PLN di depan rumahnya, Kamis (23/10). Bocah laki-laki berinisial ARR berusia 3 tahun itu ditemukan sudah tidak bernyawa oleh neneknya sekitar pukul 11.30 WIB.

Peristiwa tragis ini terjadi di halaman rumah Bangun Rohadi, 37, ayah ARR, yang juga menjadi pelapor dalam kejadian tersebut.

Di halaman rumah itu terpasang Gardu Tiang Trafo (GTT) milik PLN yang diduga menjadi sumber sengatan listrik mematikan tersebut.

Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian berawal saat ARR tinggal di rumah hanya bersama sang nenek, Nur Janah, 53, karena kedua orang tuanya sedang bekerja.

“Sekitar pukul 08.00 WIB, nenek korban sedang mencuci, sementara balita ini bermain di dalam rumah. Ketika sekitar pukul 11.30 WIB dicari, korban sudah ditemukan dalam keadaan terlentang di dekat kotak gardu listrik PLN di halaman depan rumah,” terang  Putut, Jumat (24/10/2025).

Dia melanjutkan bahwa dari hasil pemeriksaan di lokasi, ARR ditemukan memakai kaos biru dan celana pendek cokelat muda.

Selain itu, juga pada tubuhnya terdapat luka bakar pada telapak tangan kanan akibat tersengat listrik. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut Putut, penyebab sementara kejadian ini diduga karena kelalaian pengawasan keluarga serta kotak gardu listrik PLN yang tidak dikunci, sehingga dapat dibuka dengan mudah oleh siapa pun, termasuk anak kecil.

“Dari keterangan awal, box gardu milik PLN di lokasi tersebut tidak dikunci. Hal ini memungkinkan korban menyentuh bagian bertegangan tinggi di dalamnya,” ungkapnya.

Polisi sudah mengamankan rekaman CCTV dari toko yang berada tak jauh dari lokasi kejadian untuk membantu penyelidikan. Selain itu, petugas PLN juga akan diperiksa guna mendalami dugaan kelalaian dalam pengamanan fasilitas listrik tersebut.

“Kami akan memeriksa petugas PLN untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dalam kejadian ini,” tambahnya.

Sementara itu, keluarga korban menolak dilakukan autopsi, dan telah menyampaikan pernyataan resmi kepada pihak kepolisian. Jenazah balita langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat setelah dilakukan visum luar oleh petugas medis.(jar/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#PLN #trafo #selopuro #balita #blitar #rumah #kesetrum #Gardu #tersengat listrik