Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pembangunan 2 Palang Pintu Kereta Api di Kabupaten Blitar Tunggu Optimalisasi, Pemkab Blitar Tahun Depan Ancang-Ancang dan Bocorkan Bangun 10 Titik

Fajar Ali Wardana • Rabu, 6 Desember 2023 | 02:00 WIB
HATI-HATI : Beberapa pelajar sedang melewati perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Senin (4/12/2023).
HATI-HATI : Beberapa pelajar sedang melewati perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Senin (4/12/2023).

BLITAR-Progres dua palang pintu kereta api di Kabupaten Blitar yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sudah menyentuh lebih dari 60 persen. Sedangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menyiapkan Rp 4,9 miliar untuk 11 titik lokasi palang pintu tahun depan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar Agus Santoso mengatakan, progres pembangunan 2 palang pintu kereta api yang dibangun oleh Dishub Jawa Timur ini sekitar 60 persen. Posko penjagaan sudah rampung dan mesin palang pintu sudah terpasang. Kini hanya menunggu optimalisasi palang pintu.

“Dua palang pintu kereta api yang berada di Kabupaten Blitar dibantu Pemprov Jawa Timur, yakni di Kecamatan Srengat dan Talun menunggu kesiapan fisiknya terlebih dahulu, karena tinggal finishing. Untuk kesiapan sumber daya manusia (SDM) ada pelatihan,” ujar Agus,sapaan akrabnya, Senin (4/12/2023).

Dia melanjutkan, sementara ini 1 petugas tiap titik mendapatkan fasilitas pelatihan dari Direktur Jendral (Dirjen) Perekertapian di Jogjakarta. “Mudah-mudahan begitu selesai fisik dan SDM, sudah bisa difungsikan untuk meminimalisir kecelakaan,” tuturnya.

Sementara itu, Pemkab Blitar merencakan pembangunan perlintasan kereta api di 11 titik lokasi pada 2024 mendatang. Jumlah itu sudah dianggarkan dan telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Blitar saat rapat rencana kegiatan anggaran (RKA) beberapa waktu lalu.

Anggaran untuk pembangunan 10 palang pintu ini sekitar Rp 4,9 miliar. Rinciannya untuk anggaran fisik dan honor bagi penjaganya yang termasuk pelatihan dan perlengkapan lainnya. Menurutnya, tiap titik lokasi palang pintu terdiri 4 orang penjaga dengan 2 shift kerja.

Lebih rinci, Agus menyebut, ada 10 lokasi palang pintu yang dianggarkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan 1 dari corporate social responsibility (CSR). Sebenarnya, palang pintu yang dianggarkan dari CSR itu dibangun tahun ini. Namun belum terealisasi dan direncakanan tahun depan.

“10 titik itu di antaranya di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanan Kulon; Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun; Desa Bence, Kecamatan Garum; Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi yang dekat lokasi kecelakaan kereta api hari ini (kemarin, Red),” imbuhnya.

Belasan palang pintu dari APBD dan CSR itu rencananya mulai dilakukan pembangunan pada pertengahan tahun depan. Tentu pengadaanya harus melalui proses lelang denga mekanisme yang ditentukan.

Pada di triwulan pertama, Dishub lebih dulu melakukan perencanaan dan peninjau lokasi yang ditinjau langsung oleh dirjen perkeretapian.

Disinggung banyaknya Early Warning System (EWS) atau sirine di perlintasan yang tidak berfungsi hingga menyebabkan kecelakaan. Agus menyebut, hal itu merupakan tanggung jawab dari Dishub Jawa Timur, karena mereka yang memiliki barangnya.

Sebenarnya banyak EWS yang tidak berfungsi namun dan Pemkab Blitar sudah melapor ketika pemprov melakukan peninjauan perlintasan KA beberapa waktu lalu. Bahkan sudah ada berita acaranya untuk dilakukan perbaikan, namun belum ada realisasi hingga kini.

“Banyak EWS tidak berfungsi karena kabelnya banyak diputus atau dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, karena banyak perlintasan tidak ada petugas jaga,” pungkasnya. (jar/hai)

 

 

Editor : Doni Setiawan
#Kabupaten Blitar #palang pintu kereta api